Extra Story: Golden Times (Golden Days)

23 Okt

Side Story           : Golden Times

Disclaimer          : Cerita kali ini terjadi tepat setelah Sulli dan Sehun balikan dan Sulli sudah keluar dari rumah sakit.

 golden times

Chanyeol, Kai, dan Krystal masih menatap kedua orang dihadapan mereka dengan mata yang tidak berkedip sama sekali dan ekspresi datar. Kedua orang yang ditatapnya itu hanya bisa mengusap tengkuk, atau bahkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Aneh. Sangat aneh. Terutama setelah penjelasan yang keluar dari mulut mungil sang perempuan.

“Aku ingin kita seperti dulu lagi,”ucap Sulli pelan.

“Seperti bagaimana Ssul? Kita masih seperti dulu kok,”ucap Chanyeol bingung.

“Bukan, maksudku…,”

“Seperti saat kapan?”tanya Kai santai.

“Iya itu, saat kita berlima! Benar-benar belima, bukan berempat atau bertiga!”seru Sulli dengan semburat kemerahan pada pipinya.

“Kau nampaknya ngawur Sulli-ah, kalian sejak dulu memang berempat,”Sehun mengacak kecil rambut Sulli. Sulli menggembungkan pipinya dengan frustasi. Dia tau pasti bahwa hubungan antara Sehun dan ketiga sahabatnya terutama dengan Kai dan Chanyeol pasti akan aneh dan terasa hambar setelah peristiwa itu.

“Mwoya, apa katamu?”protes Chanyeol, melemparkan tatapan kesalnya pada Sehun.

“Aih, ayolah Sehunnie, kau yakin? Kau tidak menganggap kami sahabatmu?”tanya Krystal. Sehun menatap Kai. Masih teringat jelas ucapan Kai saat itu yang mengatakan dia tidak menganggap Sehun jika bukan karena kekasih Sulli.

“Terserah orang bodoh ini,”Kai menghela nafas dan memilih duduk di salah satu kursi di tribun itu.

“Aku juga terserah,”Chanyeol memperbaiki duduknya dan memandang ke sudut lain lapangan luas yang terbentang dihadapannya itu. Krystal hanya memasang gesture andalannya ‘I don’t know’ dan duduk disamping Kai, kekasihnya yang juga sahabatnya itu.

“Ka…kalian masih ingat dulu, 5 tahun yang lalu saat kita berkumpul di lapangan ini setelah Sehun dan Kai latihan? Kita berjanji akan sesuatu…,”ucap Sulli memecahkan keheningan. Berusaha sekuat tenaga mempersatukan kembali apa yang sudah dia cerai-beraikan sejak kepergiannya.

*flashback*

“Kai! Sehun!”teriak seorang gadis yang sibuk melambaikan tangan dan mengangkat botol minuman berisi perasan jeruk lemon dan madu yang senantiasa dibuatnya setiap kali sebelum ke lapangan ini. Kedua pria gagah yang menjadi pusat perhatian sepasang bola mata gadis-gadis selalu ramai duduk di tribun itu sambil mengelap peluh mereka menghampiri.

“Mana Krystal? Masih sibuk ngurusin si guru piano itu?”tanya Kai sedikit memberi penekanan pada kata ‘guru piano’.

“Suho lagi di luar negeri kali. Krystal sebentar lagi kesini, tadi dia dipanggil sama ketua klubnya sebentar,”ucap Chanyeol yang sibuk mengepang rambut indah Sulli.

“Yah kau, ngapai pegang-pegang rambut cewekku?”sergah Sehun pada Chanyeol.

“Mwoya? Aku sudah melakukan ini sejak SMP. Sejak sebelum Sulli bertemu kau tau,”balas Chanyeol. Sehun hanya tertawa menanggapinya karena dia memang hanya bercanda.

“Kau tau, anak-anak di sekolah kita banyak yang membicarakan soal kita,”ucap Kai setelah menegak perasan lemon dan madunya. Ketiga orang didekatnya itu langsung menatap Kai serius. Kai bukan orang yang biasa membicarakan hal seperti ini, jika dia sudah membicarakannya itu artinya Kai serius.

“Katanya kita bertiga masuk daftar haremnya Sulli,”ucap Kai dengan tampang datar. Sehun hampir tersedak mendengarnya. Chanyeol membulatkan kedua matanya dan membentuk ‘o’ pada mulutnya. Sulli menatap polos pada Kai.

“Apaan?!”singit Sehun yang memang agak pencemburu.

“Ya. Katanya siapa pun yang mendekati Sulli pasti ada maksud tertentu. Kalau Krystal sudah tidak bisa lagi karena memang dia sangat lengket dengan Suho. Minho kapten klub basket yang memang naksir Sulli, Kyuhyun si jenius matematika yang suka mengajari Sulli, Tao adik kelas yang suka membuntuti Sulli, Zico fans nomer satu Sulli, Taemin, Jonghun, Jonghyun, Dongwon, Seunghyun…ah banyak lah. Semua itu anggota harem klub Sulli. Kita bertiga anggota platinumnya. Pusing aku mendengarnya,”ucap Kai santai.

“Woah, aku sepopuler itu?”tanya Sulli yang memang tidak peka sama sekali dengan hal semacam itu.

“Yah…dibanding dengan dibilang sebagai anggota platinum harem klubnya Sulli sih, aku lebih tepatnya sebagai butler kali ya. Butler Choi Sulli, kau juga Kai,”ucap Chanyeol mulai memasuki dunia antah berantah yang tidak dimengerti ketiga sahabatnya itu. Kai Cuma mengangguk-angguk.

“Pembantu dong?”tiba-tiba Krystal datang dan sudah duduk diantara Chanyeol dan Sulli, mengagetkan Chanyeol saja. Krystal tidak mempedulikan tatapan lekat Chanyeol yang kebingungan melihatnya meminum perasan lemon madu yang belum sempat dia habiskan.

“Apaan sih. Cukup sudah ngomong ngawurnya,”ucap Sehun yang memang lebih realistis dan malas membicarakan hal-hal yang tidak pasti.

“Iya apaan sih. Bagiku Kai dan Chanyeol adalah sahabat yang sangat aku sayangi,”Sulli merangkul Chanyeol.

“Sahabatku tersayang,”Krystal juga ikut-ikutan merangkul Chanyeol sehingga namja kurus tinggi itu terlihat agak kesusahan menahan beban dari kedua cewek sekaligus.

“Nampaknya lagi momen penting nih, aku kesana dulu ya,”ucap Sehun sambil tersenyum tipis melihat adegan persahabatan ceweknya dengan sahabat-sahabatnya itu.

“Mau kemana kau dasar bodoh,”Kai menahan Sehun.

“Eh?”

“Yak, sini sahabat-sahabatku,”Krystal menunjuk pada Kai dan Sehun sekaligus.

“Malas ah. Kalian kayak anak kecil yang norak,”kata Kai malas.

“Sehun-a, kau ngomong apa sih? Seolah kau bukan bagian dari kami saja. Kau juga sahabat kami tau. Kesampingkan statusmu yang sebagai pacar Sulli. Saat bersama kita harus berlaku sebagai seorang sahabat satu sama lain,”ucap Chanyeol.

“Aku? Sahabat kalian?”tanya Sehun menunjuk dirinya sendiri.

“Yah, kau apaan sih. Terluka hatiku melihatmu seperti ini. Jadi kau tidak menganggap kami selama ini? Aku setuju Chanyeol-ah. Saat bersama kita harus bersikap sebagai sahabat satu sama lain,”ucap Kai sambil menghigh-five Chanyeol.

“Aku setuju. Kita berjanji,”ucap Krystal mengulurkan tangannya. Chanyeol dan Kai langsung ikut mengulurkan tangannya menyatu pada Krystal.

“Chagiya,”Sulli tersenyum lembut pada Sehun yang bengong menatap mereka. Sulli tau bahwa Sehun selama ini meragukan ketiga orang itu akan menganggapnya bagian dari persahabatan mereka. Karena itu selama ini Sehun memang bersikap seolah dia hanya pacar Sulli yang senantiasa menjadi bodyguard dan selalu mendampingi Sulli.

“Aku berjanji,”ucap Sulli penuh semangat sambil ikut menggabungkan tangannya pada yang lainnya.

“Aku berjanji,”ucap Sehun akhirnya. Sehun gugup keempat orang itu akan mendepaknya langsung dan menghancurkan harga dirinya namun yang dia lihat Kai tersenyum tulus padanya begitu juga Chanyeol. Ada semburat kemerahan merekah di pipi putih Sehun.

*end of flashback*

“Sebenarnya, dulu saat kita mengucapkan janji di lapangan itu, aku sudah menganggap kita semua sebagai sahabat yang memiliki ikatan yang sangat kuat. Kau juga salah satu bagian dari persahabatan ini, Sehunnie,” ucap Chanyeol sambil menepuk pundak Sehun. Sehun tertegun menatap tatapan yakin dari Chanyeol. Seriously, apa dia memang pantas – batin Sehun.

“Kau selalu meragukan kami,”gerutu Krystal.

“Maafkan aku saat itu berkata yang nggak-nggak. Aku kelewat emosi. Anggap saja itu emosi yang wajar antara sesame pria yang berteman,”ucap Kai tanpa melihat ke arah Sehun, dia menyembunyikan rasa malunya. Sulli tersenyum menatap Sehun lalu menggenggam tangan Sehun.

“Bagiku kau sudah tentu kekasih dan sahabat terbaikku,”ucap Sulli tulus. Sehun merasa hatinya mencelos. Tidak pernah dia begitu terharu dan sebahagia ini.

“Yak Choi Sulli, kau bilang aku sahabat terbaikmu euh?”protes Chanyeol.

“Kau dulu sambil memelukku bilang ‘Krystal sahabat terbaikku’,”sambung Krystal.

“Apaan kau? Dari kecil juga kau bilang aku sahabat pertama dan terbaikmu!”protes Kai. Sulli menatap ketiga sahabatnya yang sengaja mengerjainya itu dengan tatapan serba salah dan menggigit bibir bawahnya. Sehun tetawa kecil melihat kelakuan keempat sahabatnya itu.

“Kalian memang sahabat terbaikku…,”lirih Sulli. Kai, Chanyeol dan Krystal menahan tawanya melihat Sulli yang serba salah.

“Lalu siapa favoritmu euh?”tanya Kai.

“Siapa yang nomer satu?”sambung Krystal.

“Siapa yang paling kau sukai?”tanya Chanyeol. Sulli makin menggigit bibir bawahnya.

“Hahaha. Sudahlah kalian semua, Sulli sudah pasti memilihku,”ucap Sehun santai.

“Mwo? Tidak rela aku. Sulli dan aku sudah bersama sejak masih sama-sama ngompol tau!”protes Kai.

“Ani…umma sempat bilang bahkan saat bayi kami sempat bertemu saat kedua umma kami reunian!”sergah Krystal tak mau kalah.

“Yah, walau pun time entry-ku telat daripada kalian aku yakin sekali hanya aku sahabat yang paling mengerti dan melindungi Sulli. Ya kan Ssul?”todong Chanyeol. Sekarang, si polos Sulli tidak bisa berkata apa-apa dan hampir menangis.

“Aigo…kalian liat huh gara-gara kalian yeojachinguku menangis,”Sehun memprotes aksi ketiga orang dihadapannya.

“Aku nggak tau…yang jelas kalian yang paling aku sayangi di dunia ini,”lirih Sulli begitu pelan. Krystal tersenyum lembut dan beranjak dari kursinya lalu mengusap rambut Sulli dengan lembut. Kai dan Chanyeol juga ikut tersenyum lembut.

“Maaf Sulli-ah, kami menggodamu. Itu karena kau adalah sahabat yang paling memikirkan keutuhan persahabatan ini. Kau tau, kami sepakat bahwa kau adalah sahabat yang paling kami sayangi. Aku berharap apa pun yang terjadi pada kita ataupun hubunganmu dengan Sehun lagi, itu semua tidak akan mampu memisahkan kita seperti dulu lagi,”ucap Krystal lembut. Mata Sulli berkaca-kaca menatap Krystal. Tanpa sanggup mengatakan apa-apa, dia hanya memeluk Krystal dengan erat.

Tiga tahun telah berlalu sejak pertengkaran mereka. Tiga tahun mereka lewati masing-masing. Tiga tahun mereka menghabiskan waktu tanpa bersama. Tiga tahun itu tidak akan ada bandingannya selama mereka yakin, setelah ini persahabatan mereka akan tetap bersinar seperti saat-saat sekolah dulu. Apa pun, kapan pun, dimana pun, walau mereka mengejar mimpi mereka masing-masing, Sulli dan semuanya akan mengingat saat-saat emas mereka bersama. People changes, memories don’t. Golden days disaat mereka SMA tidak akan pernah hilang dari ingatan mereka.

“Aku sayang kalian,”

FIN

4 Tanggapan to “Extra Story: Golden Times (Golden Days)”

  1. ulfahalimatus 23 Oktober 2014 pada 4:03 PM #

    Hiks terharu coba aku punya sahabat kayak ini aku bakalan nangis dan gak akan terlupakan, chingu ff yah bagus.

    • cagalli14 24 Oktober 2014 pada 11:13 AM #

      iya …pasti suatu hari kamu bisa dptin sahabat kyk gini apalagi klo kamu msh di bangku sekolah, masih banyak bgt kesempatan untuk pny sahabat sejati dan melewati hari2 tanpa beban (kalo udah kuliah atau kerja boro2 >< wkwkwk #curcol) makasih ya udh baca ^^

  2. berliyana 23 Oktober 2014 pada 10:19 PM #

    wow😮 bnyaj juga fans brat sulli😉
    aduuh ksian uri sulli digodain trus ama chanyeol, kai n krystal😀
    ff nya bgus bnget

    • cagalli14 24 Oktober 2014 pada 11:09 AM #

      soalnya emg centernya itu sulli di persahabatan mereka say …awalnya kan kai sm sulli sobatan dr balita trus ngajak krystal trus chanyeol trus sehun deh. Hehehehe. makasih yaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: