Should I Leave Him, Shouldn’t I? (Part 1)

25 Okt

Ini adalah apa yang dia sebut dengan persahabatan.

Ini adalah apa yang disebut olehku dengan takdir.

Ini adalah apa yang disebut oleh masyarakat dengan kebodohan.

Ini adalah cerita tentang seorang gadis yang terlalu menyayangi sahabatnya.

  • SHOULD I LEAVE HIM SHOULDN’T I? –

shouldn i fix

Cast     :

  • Choi Sulli
  • Oh Sehun

best-friends-girl-amp-boy-love-Favim.com-447549-1725

Aku mengenalnya secara tidak sengaja saat kelas 8 dan kami menjadi teman yang sekedar kenal sejak saat itu. Lebih tepatnya disaat kami sering menaiki bus yang sama dan menunggu di halte bus bareng. Terkadang kami bermain bersama dengan teman yang lainnya dan ingatan saat SMP tentang dia yang kuingat hanyalah saat aku berkata bahwa aku sangat menyukai adiknya yang lucu dan imut. Tidak pernah aku berpikir takdir akan membawa kami akan lebih dekat dibandingkan saat itu. Ya, takdirku dengan seseorang bernama Oh Sehun.

Saat kelas 10 aku yang tidak pernah menganggap dia teman dekatku tiba-tiba menjadi sangat benci dengannya. Semua berawal dari pribadinya yang berubah sejak dia sudah bisa mengendarai motor kemana-mana dan bergabung dengan geng yang cukup popular dan dia memiliki pacar, adik kelas kami yang cantik yang bernama Park Joy. Aku menjadi sebal dan ilfeel melihat metamorphosis dia yang tidak kusukai karena dia berubah dari coward guy to popular guy dan tidak ada kebijakan sama sekali yang kulihat dari sosoknya. Dia benar-benar menjadi cowok popular yang sok keren dan menyebalkan. Sampai puncaknya saat di kantin dia tiba-tiba mengatakan bahwa aku dan sahabat-sahabatku adalah geng yang tidak laku diantara semua geng anak cewek di sekolah. Aku langsung naik pitam dan mengatakan bahwa dia gak usah sok karena baru saja terkenal dan banyak teman tiba-tiba jadi ngerendahin orang, aku sampai membawa-bawa status kami yang menurutku berbeda, dia baru 2x pacaran sementara aku sudah sering gonta-ganti pacar jadi tidak masuk akal dia mengatai kami tidak laku. Hmmm…childish memang, tapi ya namanya juga anak muda yang haus akan kegagahan jadi secara gak pentingnya aku mengklaim diriku lebih dari dia dan aku makin termotivasi mencari pacar yang lebih dari dia. Sejak saat itu dia menjadi salah satu orang yang kubenci. Oh Sehun adalah orang yang sangat kubenci.

Entah ini adalah takdir pertama kami atau ini adalah takdir kedua yang membawa twist dalam hidupku. Saat kenaikan kelas 11 dan melihat pembagian kelas aku sudah putus asa karena sekelas dengan orang yang sangat kubenci. Ya, aku sekelas dengan Oh Sehun! Orang yang sudah nyari ribut dan menurutku sudah membuatku mengangkat bendera perang! Aku pun menunggu di depan pintu kelas dan dia berdiri diseberangku. Walau aku dan dia satu SMP tapi aku sama sekali tidak peduli dengan kehadirannya, melihatnya saja aku sudah sungkan apalagi menegurnya! Aku hampir menjelitkan mataku dengan galaknya saat dia tiba-tiba menghampiriku dan menyentuh gantungan hpku. “Ini Gundam kan?” itu pertanyaan pertamanya. Pertanyaan atau kalimat pertama dari takdir kami yang sebenar-benarnya. Aku langsung membulatkan mataku, tidak dengan tatapan galak tapi lebih pada tampang kaget dan aku langsung excited! “Kamu tau Gundam?! Ini Cagalli. Kamu tau Cagalli?!”tanyaku bersemangat. Dia lalu mengiyakan dan secara ajaibnya aku menjadi sangat welcome padanya. Aku mengatakan padanya bahwa sangat sulit disini menemukan orang yang menyukai gundam segila aku dan dia pun sependapat denganku, Sehun juga bilang dia sangat menyukai gundam dan sulit mencari yang sama-sama suka gundam. Aku pikir itu hanya cara dia mendekatiku saja karena waktu dulu aku pernah marah padanya tapi ternyata dia benar-benar sesuai keinginanku. Sama sepertiku, dia juga bangun paling pagi Cuma hari minggu setiap minggunya hanya demi menonton anime favorit kami itu di tv. Saat aku mengatakan betapa sukanya aku dengan karakter Cagalli dan ingin menamai anakku nanti Cagalli dia pun mengatakan dengan excited bahwa dia juga berniat menamai anaknya Kira. FYI Gundam Seed adalah anime bergenre mecha dan sci-fi dan memiliki karakter utama bernama Kira Yamato, dalam perjalanannya Kira tanpa sengaja bertemu Cagalli, walau sempat bertengkar tapi ternyata mereka berdua bertemu lagi dan sama-sama peduli. Terlihat bahwa Cagalli sangat mempedulikan Kira dan sepertinya menyukai Kira namun pada akhirnya baru ketahuan bahwa mereka adalah kembar yang dipisahkan sejak bayi. Pada akhirnya Cagalli jadian dengan Athrun, sahabat Kira dan Kira jadian dengan Lacus, mantan tunangan Athrun.

Balik lagi ke ceritaku, sejak saat itu kami membicarakan banyak hal tentang gundam. Hampir setiap minggu pagi aku sms dia menanyakan tentang episode yang kita tonton hari itu. Seakan tidak sabar menunggu senin pagi, aku selalu excited sms Sehun duluan. Kami pun di kelas sering bersama-sama bahkan dia selalu menyuruhku duduk sebangku dengannya. Membicarakan banyak hal dari gundam sampai lagu favorit kami sampai akhirnya bercandaan dan mengatakan hal-hal tidak penting yang bisa membuat kami tertawa. Sampai akhirnya teman-teman sekelas kami sudah terbiasa melihat keakraban kami. Persahabatan kami pun semakin berkembang, dari membicarakan gundam sampai menjahili satu sama lain, saling cubit-cubitan dan gigit-gigitan dan itu sudah terlalu biasa bagi kami. Tidak jarang kami bertengkar tapi itu hanya pertengkaran sayang yang tidak pernah serius, aku sering ngambek dan memukul Sehun sampai teman-teman sekelas bilang jangan-jangan kami ini jodoh. Aku akui, awal-awal aku dekat dengannya (tentunya setelah takdir kedua) aku sempat jatuh hati sama dia, siapa sih yang gak mau punya pasangan yang seperti kembaran sendiri, memiliki banyak kesamaan dan kesukaan terlebih sifat Sehun yang tidak pernah marah dan menyenangkan. Tapi aku adalah orang yang idealis, aku orang yang menyukai sosok laki-laki yang pintar, baik dalam membawa suasana maupun dalam pelajaran. Aku Choi Jinri, bisa dengan mudahnya jatuh cinta dengan cowok yang pintar apalagi berani mengalahkanku dalam mata pelajaran yang aku kuasai. Kepintaran itu tidak ada pada dirinya, jauh dari hal itu, mungkin bisa saja dia pintar tapi dia malas sekali dan selalu jadi salah satu yang terbawah dikelas kami. Aku sampai capek nyuruh dia belajar dan mengajari dia, terkadang dia nurut karena aku nggak mau semudah itu ngasih jawaban ke dia (kalau ke orang lain sih masa bodoh, aku selalu kasih dengan mudah). Itu ada alasannya, karena aku ingin supaya dia bisa dan mengerti. Aku jadi ilfeel dengan motivasi Sehun yang rendah. Aku sempat berpikir bahwa yang ada di otaknya itu Cuma anime, pacar dan main! Sementara aku selalu membawa kehidupanku dengan balance, aku tetap menonton anime kesukaanku, tiap bulan beli komik dan baca komik kesukaanku, berpacaran, main dengan sahabatku dan tetap mempertahankan nilaiku diatas rata-rata. Aku selalu dengan sepenuh hati menolak kata-kata temanku yang mengatakan bahwa aku dan Sehun jodoh karena aku tidak ingin menikah dengan cowok yang motivasi untuk majunya rendah. Aku mengatakan jelas di depannya dan dengan kata-kata yang kasar, saat itu Sehun hanya bisa tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Kurasa jelas sudah baginya, aku tidak menginginkan dia sebagai pasanganku karena kekurangannya itu. Walau kami seperti itu tapi kami pun tetap jalan dengan pasangan kami masing-masing. Dia dengan Joy, aku dengan Minho Oppa. Tidak jarang pacarnya menanyaiku tentang dia dan tidak jarang aku berbohong seperti dengan siapa Sehun suka duduk di kelas, dengan siapa dia akrab dan dengan siapa dia main. Aku selalu berbohong karena sebagian besar dari pertanyaannya itu adalah Sehun denganku! Sampai akhirnya suatu hari saat main ps di rumahku, aku merasa hari itu sangat special. Sehun memasak nasi goreng untukku, dia dan adik laki-lakiku, Sanyi, yang ingin berangkat sekolah. Setelah itu kami main ps dan seperti biasa dia suka mengerjaiku, nah di satu momen dia berhasil menangkapku dan memelukku. Membuatku kaget dan aku berlari ke kamar. Dia mengikutiku ke kamar dan menarikku yang menutupi diriku dengan selimut, entah apa yang terjadi setelah itu yang aku ingat kami akhirnya sama-sama berada di atas kasur dan Sehun memelukku dan mencium seluruh wajahku (kecuali bibirku). Setelah itu kami berhenti dan kembali duduk di depan ps menunggui orang tuaku pulang.

Sejak hari itu keesokan harinya aku menemui Sehun dengan gugup. Apa yang akan dia katakan? Apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan berubah? Kenapa tiba-tiba dia menciumku? Namun dia tetap seperti biasa dan tidak berubah sama sekali. Aku yang masih kecil pun merasa takut membahas soal itu, aku takut akan ada yang berubah antara kami jika aku membahasnya. Setelah itu hari-hari berlalu seperti biasa, hubungan kami tetap normal dan makin akrab. Rasa percaya diriku makin tinggi, aku selalu bertanya padanya “Sehun-a, aku Cagallimu kan? Aku adalah cewek terpenting bagi kamu kan?” dia terkadang menjawab dengan becanda,” Nggak lah, umma yang nomer 1, nuunaku nomer 2,” namun pada akhirnya kami sepakat, di luar keluarga, aku adalah cewek no.2 terpenting setelah pacarnya saat itu (aku tidak bisa protes karena kuakui saat itu dia lebih dulu pacaran dengan ceweknya dibanding persahabatan kami). Aku lalu membuat note rahasia yang hanya bisa dibuka olehku dan dia diponselnya. Di note rahasia itu adalah box tempat kami saling mencurahkan isi hati kami dan sengaja aku protect supaya pacarnya tidak tau apa yang kutulis disana. Tapi pada akhirnya yang kutulis hanya 1 note, tentang aku minta maaf padanya karena sudah memukul kepalanya dengan ganggang sapu sampai benjol di dahinya secara tidak sengaja, aku bilang supaya dia jangan marah karena aku paling nggak bisa kalau dia marah, aku nggak mau jauh dari dia. Ternyata saat itu dia tertawa dan mengatakan padaku tanpa membaca catatan itu dia juga sudah memaafkanku dan memang tidak marah.

Perasaan sayangku makin dalam karena semua hal-hal kecil namun berarti yang Sehun lakukan untukku. Dan hal paling romantis yang kurasakan dari dia adalah saat dia mengelap keringatku dengan tissue di mobil tanpa mengatakan apa-apa saat aku malah berpikir dia ingin mencubit pipiku. Aku sangat tertegun karena tindakannya itu. Sampai saat ini itu adalah hal paling romantis yang pernah dilakukan cowok menurutku.

Masa SMA-ku yang membahagiakan dengan Sehun hanya berlangsung sebentar. 1 tahun lebih sedikit karena aku harus pindah ke luar kota mengikuti orangtuaku yang dipindah tugas. Selama 1 tahun itu kami selalu bersama-sama. Ya, sebagai sahabat memang. Aku sudah beberapa kali gonta-ganti pacar dari Minho Oppa sampai Kyuhyun Oppa. Dia tetap setia pada Joy sejak SMP dan sampai aku pindah. Aku akui aku memang sering cemburu pada Joy. Ya, siapa sih perempuan yang sedang dekat dengan laki-laki (mau sebagai sahabat atau pacar juga) yang tidak cemburu? Apalagi aku sadar, bahwa perasaan persahabatanku pada Sehun sangat besar dan aku sangat terobsesi menjadi perempuan yang paling special baginya. Ah, sudahlah, lupakanlah, aku memang sering ngawur terkadang, tapi kemudian hari aku pun mulai sibuk bersenang-senang dengan laki-laki lainnya.

Saat aku mau pindah, Sehun terlihat begitu menyebalkan. Dia sering mengabaikanku dan jarang menghampiriku lagi jika tidak aku yang panggil atau sahabat kami satu lagi, Chanyeol, yang mengajaknya menemuiku. Chanyeol bertanya padaku apa keinginanku sebelum aku pindah, aku bilang saja bahwa aku ingin merayakan hari terakhir bertiga saja dengan Chanyeol dan Sehun. Chanyeol, mantan pacarku saat kelas 8, yang sudah seperti Oppa bagiku setelah mengetahui kabar kepindahanku itu selalu mencoba mengabulkan permintaanku. Saat perpisahan di kelas, Sehun mulai menyebalkan lagi. Dia menghadiri kelasku walau kami beda kelas dan hanya berdiri di ujung melihatku berpisah dengan yang lainnya. Chanyeol sibuk mendorong Sehun untuk mendekatiku namun sangat susah karena Sehun yang memang aslinya pemalu (walau suka malu-maluin) tidak ingin mendekatiku disaat masih ramai. Akhirnya Sehun pun mendekatiku dan disaat itu Krystal, sahabatku, merekam moment kami dengan handycam. Aku ingat, setelah hari itu beberapa kali kuputar video untuk melihat saat itu Sehun yang hampir ingin menciumku di depan semua orang dan membuat orang lain bersorak.

Setelah aku pindah ke kota lain, Sehun selalu mengirimiku sms setiap hari. Tidak hanya sms, dia pun juga hampir setiap hari meneleponku. Hanya untuk bertanya, sudah pulang sekolah atau belum, sudah makan atau belum, lagi apa. Ya, hanya sekedar itu dan aku sendiri heran, apa dia tidak punya waktu dengan pacarnya huh, hanya menghubungiku terus? Aku menatap foto yang kuambil saat di mobil, setelah kami meninggalkan rumah dan memutuskan untuk makan sebelum berangkat ke Busan. Di rumahku sebelumnya, Sehun lagi-lagi tidak mau mendekatiku dan bertindak menyebalkan karena tidak ingin mengikuti keinginanku walau Chanyeol oppa sudah membujuknya “Sehun-a, turuti saja kehendak Sulli kali ini. Kapan lagi? Ini yang terakhir kalinya,”. Aku menyerah, aku menyuruh Chanyeol oppa berhenti sebelum airmataku jatuh. Namun tidak disangka-sangka, saat mobilku melaju, Chanyeol dan Sehun mengikuti dari belakang dengan kendaraan mereka. Saat mampir makan, aku hanya di mobil bersama Chanyeol oppa dan Sehun untuk mengabulkan keinginanku, berfoto bersama terutama dengan Sehun yang terkenal sangat pelit untuk difoto.

Sehun dan Joy putus. Aku tidak tau betul apa penyebabnya namun memang terkadang Sehun bercerita padaku betapa menyebalkan Joy saat itu. Joy sangat cemburu dan selalu mencoba mengekang Sehun yang tidak ingin dikekang. Joy mungkin ada curiga dan cemburu padaku, namun apa iya? Aku sudah beda kota dengan mereka dan memang kami sering berkomunikasi tapi Sehun tidak pernah menembakku. Walau yaaa, tidak jarang dia mengatakan atau memanggilku ‘sayang’. Di lain pihak, Joy mencoba curhat denganku, dan demi menjaga nama baikku sebagai seorang kakak kelas yang baik, aku meladeni Joy seolah aku ingin membantunya. Tidak seolah, aku memang tulus membantu Joy. Pikirku saat itu, jika memang Sehun tidak untukku (sebagai kekasih tentunya), hanya Joy satu-satunya perempuan yang aku kenal dan aku rela dia bersama Sehun. Karena sejak awal juga, aku tidak punya posisi penuh untuk memonopoli Sehun dibanding Joy yang secara resmi pacarnya dan sudah 5 tahun bersama itu. Aku benar-benar menganggap Joy sebagai adikku dan aku mendukungnya. Namun sayang, Sehun nampaknya sudah menutup hatinya dengan Joy dan hubungan mereka benar-benar berakhir.

“Aku bahagia karena aku mempunyai keluarga, teman-teman, serta sahabat bodohku, Sulli Cagalli,” itu yang dia tulis di akun facebooknya, yang lagi-lagi aku yang memaksa Sehun untuk membuat akun facebook agar aku dapat memantau kesehariannya (telepon dan sms memang tidak puas ><)

Saat mulai kuliah, aku memiliki pacar baru. Orang yang sangat kusayangi, orang pertama yang mampu meluluhkan hati seorang Choi Sulli yang biasanya dengan mudah mencampakkan pria lain. Nama Xi Luhan. Dia keturunan Jepang-Korea-Inggris dan sedang koas tingkat akhir. Kami memang long distance relationship namun aku sangat menyayanginya. Pikirku saat itu, Luhan adalah cintaku yang sesungguhnya dan yang terakhir. Kami sering bertengkar karena jarak kami yang jauh sehingga sulit menyampaikan sesuatu dengan baik lewat telepon ataupun sms. Walau kami sering bertengkar, tapi jika dia sudah menemuiku di kota tempat aku kuliah, kami selalu akur dan mesra. Nah, saat kami sering bertengkar karena hal-hal sepele, aku selalu berlari ke Sehun. Merengek dan bercerita pada Sehun yang saat itu juga berjuang mendapatkan hati seorang adik kelas yang bernama Lami.

Aku walaupun masih sering berkomunikasi dan bercerita tentang hubunganku dengan Luhan oppa pada Sehun, namun tidak sesering saat dulu. Saat Sehun baru putus dengan Joy dan aku masih jomblo, menunggu kepastian dari teman sekelasku, Kai, yang pada akhirnya kutinggalkan setelah aku bertemu Luhan oppa. Pernah suatu hari saat aku putus dengan Luhan oppa untuk kesekian kalinya karena bertengkar (ya, memang begitu childish), aku meminta Sehun pura-pura jadi pacarku karena Luhan sangat cemburu dengannya. Namun Sehun menolakku, dia berkata “Untuk apa berbohong seperti itu jika memang tidak ada perasaan sama sekali? Jangan konyol Sulli-ah”. Hello? Kau yakin tidak mau membantuku Oh Sehun? Aku ingat sekali saat kau bercerita kenapa kau menyukai Lami, kau bilang Lami sepertiku, menyenangkan, seru, tidak mudah marah jika dijahili dan unik. Tapi kau mengabaikanku sekarang? Itu yang kupikirkan saat dulu. Pada akhirnya aku pun mulai menyerah akan Sehun dan focus mengejar Luhan kembali dengan caraku sendiri. Beruntung Luhan oppa masih menyayangiku dan kami pun balikan.

Pernah suatu hari saat aku kembali ke kota tempatku dulu tinggal bersama Sehun, aku bertemu teman-temanku dan disana juga ada Sehun. Awalnya Luhan mencoba santai dan mempercayaiku dengan Sehun. Namun saat aku mau pamitan pulang ke kotaku, Sehun tiba-tiba mencium tanganku. Benar-benar mencium, ah, maksudku mengecup punggung tanganku! Di depan semua orang dan aku langsung mendaratkan jitakan pedas di kepalanya. Apa sih yang Oh Sehun itu pikirkan?!! Dan kejadian ini entah kenapa sampai ke telinga Luhan oppa. Disana Luhan oppa sangat marah dan hampir menemui Sehun untuk menghajarnya, namun aku menangis. Aku tidak ingin Luhan oppa menghajar sahabat yang sangat aku sayangi. Disana aku memohon pada Sehun untuk meminta maaf dengan Luhan oppa dan mengatakan bahwa dia hanya bercanda. Sehun yang tidak pernah marah pun, kali ini sangat marah padaku. Dia mengataiku bodoh karena saat itu dia sampai meninju dinding untuk menurunkan harga dirinya meminta maaf pada Luhan oppa. Aku sayang keduanya, aku tidak bisa memilih satu diantara dua. Beruntung Sehun mengalah.

Hampir 7 bulan aku berpacaran dengan Luhan oppa dan hubungan kami serius. Luhan oppa secara tidak resmi melamarku dan mengatakan akan datang saat ulangtahunku nanti. Aku sangat senang dan saat itu aku benar-benar yakin bahwa Luhan oppa adalah yang pertama dan terakhir bagiku. Kami dengan riangnya merajut mimpi bersama, membayangkan masa depan.

“Sulli-ah, jika kita sudah menikah, kau boleh melanjutkan S2 tapi kau tidak boleh mengabaikan anak-anak kita. Anak kita nanti 2 ya, namanya Xi Wufan dan Xi Shirley,”ucap Luhan oppa dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Aku pun membalasnya dengan senyuman, aku memang pernah mengatakan dan sangat ingin nama anakku kelak Cagalli dan Kira, namun entah kenapa jika dengan Luhan oppa, aku bersedia dengan apa pun keinginannya. Tanpa tau, bahwa mimpi-mimpi yang kami rajut itu terlalu nista. Tidak pernah akan terwujud.

Minggu-minggu awal tahun baru, aku tidak pernah melupakan tanggal 14 Januari yang seharusnya menjadi anniversary ke-7 bulanku dengan Luhan oppa. Hari itu aku terbangun dari mimpi buruk tentang sesuatu yang tidak aku ketahui apa. Aku mengecek ponselku memastikan apakah ada pesan dari Luhan oppa namun nihil. Sudah 3 hari Luhan oppa tidak menghubungiku. Biasanya setiap saat dia pergi ke London, hanya memerlukan waktu satu setengah hari untukku menunggu pesan darinya meyakinkanku bahwa dia sudah sampai dan beristirahat. Namun sejak tanggal 11, dia tidak pernah membalas pesanku sama sekali. Aku memiliki firasat buruk pagi itu. Tentang Luhan oppa maupun tentang keluargaku. Entahlah, hanya saja pagi itu, tanggal 14 Januari, aku terbangun dan menangis. Aku semakin tidak enak perasaan saat membaca status-status di fb dari orang terdekatku yang mengatakan ‘everything will be allright’ dsb, mengatakan bahwa ‘she’ll be strong and she must’. Ada apa ini? Itu yang aku pertanyakan. Aku pun menerima pesan dari ibuku, ah aku bersyukur bahwa dia tidak apa-apa, ibuku menyuruhku mengabarinya jika ujianku hari ini sudah selesai dan aku tidak membalas pesannya. Aku terlalu cemas terhadap sesuatu yang tidak kuketahui apa. Aku mulai berkesimpulan bahwa terjadi sesuatu pada adikku atau Luhan oppa dan aku menangis. Aku menangis sampai aku mengerjakan ujianpun, kertas ujian itu basah karena airmataku. Setelah selesai ujian, sahabatku, Jiyoung, mengajakku makan dan memaksaku untuk makan lalu nonton di bioskop. Di bioskop itulah aku mendapati kenyataan, bahwa sejak tanggl 12 Januari, orang yang sangat kucintai telah meninggalkan bumi ini. Luhan oppa meninggalkan semua orang yang mencintainya karena terjatuh dari tangga pesawat dan mengalami pendarahan otak.

“Sebelum berangkat dia memang sakit namun dia berkata bahwa dia tetap ingin berangkat saat itu juga. Dia ingin memastikan kedua orangtuanya tentang hubungannya denganku sebelum dia kembali lagi ke Seoul untuk merayakan ulangtahunku. Katanya di pesawat saat berjalan dia limbung dan terjatuh saat menuruni tangga. Aku tidak mengerti, kenapa kenyataan sepenting itu disembunyikan dariku selama 2 hari hanya karena ujianku. Ujian yang bisa kuulang meski harus bertahun-tahun pun. Saat itu, sudah 2 hari orang yang paling penting bagiku itu telah meninggalkanku untuk selamanya,”itu yang aku ceritakan, saat pertama kali bertemu Sehun setelah kejadian Luhan oppa tersebut. Aku masih sangat mencintai Luhan oppa dan aku yakin akan selalu menyayanginya. Menatap wajah Sehun yang saat itu berada di hadapanku pun, hatiku hanya mengingat Luhan oppa. Sehun mendengarkan ceritaku dengan seksama. Hal yang sangat jarang dia lakukan karena jika aku sudah cerita serius terutama soal cinta, dia selalu menginterupsi dengan menjahiliku atau pun mengalihkan pembicaraan. Kali itu berbeda, seakan memberikanku special treatment, Sehun begitu sabar mendengarkanku. Dan akhirnya tiba saat aku menceritakan betapa nistanya seorang Choi Jinri. Aku tidak tau mengapa, setelah selesai bercerita, Sehun mampu mengalihkan pikiranku dan mengusiliku. Saat kami sibuk bergelut itulah, tiba-tiba dia menciumku. Ya, bukan hanya pipi atau dahi yang dicium, dia mencium bibirku! Karena kaget sontak aku mengigit bibirnya dan kami pun berhenti.

“Sehun-a, kenapa tadi kau menciumku?” itu yang kutuliskan di smsku untuknya.

“Ciuman? Itu tadi bukan ciuman, ciuman itu jika yang melakukannya memiliki perasaan” dan jawaban Sehun menghancurkan hatiku untuk kedua kalinya.

Lama setelah kejadian itu aku tidak bertemu atau berhubungan dengan Sehun lagi. Yang kutau, terakhir kalinya, dia sudah mempunyai pacar bernama Hayoung. Dan setelah aku bertemu lagi dengannya, aku tau sekali bahwa kali ini seorang Oh Sehun serius menjalani suatu hubungan.

*tbc*

“Lalu seperti apa ciuman yang sebenarnya?”

“Seperti ini”

Note :

*Cagalli : salah satu tokoh utama di serial anime Gundam Seed/ Destiny

*Kira : kembaran Cagalli, tokoh utama di serial anime Gundam Seed/ Destiny

*Gundam Seed/ Destiny: anime bergenre mecha, sci-fi, romance & friendship

“Hai,kali ini aku kembali dengan ff yang tokoh utamanya Sehun dan Sulli lagi (aku benar-benar jatuh cinta sama couple ini >.<) dan kebetulan karakter yang aku bayangin cocok banget sama Hunlli. Ini adalah kisah nyata, ya, kisah yang benar-benar terjadi dan ini adalah kisahku (author), kejadian-kejadiannya hanya yang penting dan kira-kira berpengaruh aja yang kuceritain, intinya, ini adalah salah satu caraku untuk mengungkapkan my sweetest mistake, my bittersweet confession. Semoga kalian bisa menikmatinya,” – cagalli14

3 Tanggapan to “Should I Leave Him, Shouldn’t I? (Part 1)”

  1. ulfahalimatus 25 Oktober 2014 pada 6:18 PM #

    Ff ya keren chingu. Tapi aku masih gak ngerti ma sehun yang tiba mencium sulli emang sulit di tebak.
    Apa sehun punya rasa ma sulli sejak dulu.? Lanjut chingu biar aku mengerti kenapa sehun tiba2 mencium sulli,
    Kasian sulli di tinggal ma luhan,

  2. berliyana 26 Oktober 2014 pada 4:26 AM #

    kok rasa nya yah sehun tuh suka ama sulli y😉
    hu,u,u😥 knpa hrus luhan mati ?
    Trus..trus sulli ama siapa lagi ? Sehun kan udah punya pcar ..

  3. swag jinri 26 Oktober 2014 pada 6:18 AM #

    Ahh sulli kasian.. TT
    jgn pisahin hunlli eon… Huweee
    /tendang hayoung
    hunlli jjang

    Terus berkarya eon,.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: