Something Is Wrong

26 Okt

SOMETHING IS WRONG

Cast       : Choi Sulli, Xi Luhan, Seulgi, Kai , Oh Sehun, Krystal, Im Yoona

Genre   : mystery (?)/ horor gagal (?), romance, friendship

somethingiswrong

“Hai, Sulli-mu sudah menghilang,”

*SOMETHING IS WRONG*

“Jung Krystal,”

“Ne,”

“Choi Sulli,”

“Hadir seongsaemin,”

“Kim Jong In,”

“Eung…,”

“Oh Sehun,”

“Ne seongsaemin,”

“Baiklah, sekarang kita mulai perlajaran hari ini. Sulli-ssi, bisakah kau menghapus papan tulis?”tanya Kim Seongsaemin, menunjuk gadis paling tinggi di kelas itu yang kebetulan tempat duduknya paling depan. Tanpa keberatan sama sekali Sulli maju dan menghapus papan tulis sebelum pelajaran dimulai.

“Sst…Krystal, lihat di luar,”Kai mengetuk pundak Krystal dengan telunjuknya. Krystal memandang keluar jendela dan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok sunbae kesukaannya, Suho.

“Yah Kai, nanti istirahat temani aku ke tempat sunbae ya,”bisik Krystal bersemangat.

“Mwoya, aku tidak mau,”ucap Kai sambil menggambar sesuatu di bukunya, tidak memperhatikan penjelasan guru.

“Ayolah Kai…,”pinta Krystal.

“Minta temani Sulli saja kenapa, kan ke kelas 12,”ucap Kai santai.

“Yak Kim Jongin, nampaknya kau sudah sangat menguasai materi hari ini ya. Coba ceritakan sedikit tentang perjalanan Cao Pi saat perang di China,”ucap Kim seongsaemin dengan deheman khas miliknya.

“A…anu itu saem…,”Kai hanya menggaruk-garuk kepalanya. Sulli menatap ke belakangnya, Sehun yang merasa ditatap menatapnya kembali dan melemparkan tatapan masa bodoh terhadap teman mereka, Kai. Akhirnya Kai yang tidak bisa menjawab pun disuruh berlari mengitari lapangan di pagi yang cerah itu.

***

“Benar-benar deh. Kalau niat baik aja pasti sial. Apa yang salah dariku,”gerutu Kai sambil mencoret-coret buku di depannya.

“Huft niat baik apaan, kau tidak mau menemaniku bertemu Suho oppa, itulah akibatnya,”cibir Krystal sambil membenarkan rambutnya.

“Yah, aku sudah baik-baik tau, ngasih tau oppa idamanmu itu sedang olahraga di lapangan. Zzzz…jinjja, anak ini,”gerutu Kai. Kai dan Krystal terus sibuk saling berbalas-balasan sementara tiga orang di hadapan mereka yang tadi sempat sibuk mengurus beberapa dokumen saling bertatapan.

“Ada apa dengan mereka?”tanya Luhan, pada Sulli dan Sehun. Sulli dan Sehun hanya mengangkat pundak mereka seakan berkata ‘I don’t know’. Luhan menggeleng melihat Kai dan Krystal. Namun ternyata mereka tidak berhenti juga.

“Yah Kim Jongin! Krystal! Bisakah kalian tenang sedikit? Kita sedang di ruang OSIS,”seru Luhan akhirnya. Kai dan Krystal terdiam seketika saat mendapat teguran dari Luhan, sang ketua OSIS.

“Ne sunbaenim,”ucap mereka.

“Oppa, aku mau beli minuman. Kau mau apa?”tanya Sulli setelah sibuk mencontreng beberapa kertas.

“Kajj…-“

“Ani, kita pergi berdua saja,”ucap Luhan  sebelum Sehun selesai bicara. Sehun tadinya bermaksud ingin ikut Sulli namun Luhan ternyata mau pergi juga.

“Oke. Sehunnie, Kai, Krystal, mau apa?”tanya Sulli pada ketiga orang itu.

“Aku ice coffe seperti biasa,”jawab Sehun dengan wajah masam.

“Cola,”jawab Kai.

“Orange juice Sulli-ah,”jawab Krystal.

“Oke. Kalau begitu aku dan Luhan oppa pergi dulu ya. Sehunnie, awasi kedua orang itu siapa tau berantem lagi, ne?”pesan Sulli sambil mengacak-acak sebentar rambut tebal maknae yang lebih muda kurang dari 1 bulan itu.

“Ne Sulli-ah, selamat berkencan,”seru Krystal.

“Ah, mwoya~,”ucap Sulli malu-malu namun Luhan langsung menggandeng tangannya untuk keluar. Sehun yang melihat kedua orang itu langsung menundukkan wajahnya dengan muram.

Sementara itu, Luhan & Sulli berjalan berdua ke kantin sambil berbincang-bincang obrolan kasual. Sebenarnya mereka memang sudah jadian namun baru berjalan 3 bulan sehingga dalam pandangan orang-orang mereka tidak semesra IU dan Eunhyuk sang couple idola atau Taeyeon dan Baekhyun couple yang pandai bernyanyi dan sama-sama imut. Sulli adalah sekertaris OSIS & Luhan adalah ketua OSIS. Ketiga orang yang tadi, Sehun adalah sekertaris 2, Kai dan Krystal sama-sama bendahara. Mereka adalah anggota inti OSIS dan karena sering bersama-sama, mereka sudah seperti sahabat satu sama lainnya terlebih Kai, Sulli, Sehun dan Krystal yang satu kelas.

“Yoona onnie tidak akan ikut rapat hari ini?”tanya Sulli sambil mengayun-ayunkan tangannya yang menggenggam tangan Luhan. Luhan menggeleng.

“Sepertinya dia sibuk dengan persiapan klub cheerleadernya. Kan sebentar lagi festival olahraga,”jawab Luhan.

“Oh begitu…,”Sulli sedikit lega. Bukannya apa, Yoona yang disebutnya adalah wakil ketua OSIS dan dia adalah orang yang sangat dekat dengan Luhan. Bahkan sebelum Sulli bersekolah di SMA itu mungkin, Sulli tau bahwa Luhan dan Yoona sangat akrab. Jika ada Yoona, Sulli sedikit cemas bahwa Luhan akan lebih memperhatikan gadis cantik itu.

“Wae, kenapa kau hari ini agak pendiam?”tanya Luhan yang tiba-tiba wajahnya sudah menatap Sulli, dekat sekali dengannya. Sulli terkesiap dan jantungnya langsung berpacu dengan cepat. Sulli buru-buru menggelengkkan kepalanya.

“Ah, benarkah? Tidak ada apa-apa oppa,”jawab Sulli dengan wajah memerah. Dia sangat gugup melihat wajah Luhan begitu dekat dengannya. Luhan adalah pacar pertama Sulli karena itu Sulli tidak terbiasa dengan skinship maupun hal-hal romantis lainnya.

“Oppa, wae?”tanya Sulli saat Luhan tetap tidak mengalihkan wajahnya dari hadapan Sulli.

“Anieyo, kau sangat cantik,”Luhan tersenyum manis. Debaran jantung Sulli makin menjadi-jadi melihat senyuman menawan orang yang dia sukai itu.

‘Oppa, jangan bilang kau mau menciumku disini. Di lorong tempat umum begini! Aigo, otthoke?’batin Sulli saat melihat Luhan tetap tidak menjauhkan wajahnya. Sulli mulai memejamkan matanya dengan gugup. Dia memang tidak ingin dilihat orang tapi jika Luhan ingin melakukannya, Sulli tidak akan menolak.

‘Sulli-ah, kau lucu sekali. Kenapa kau begitu gugup? Kau bersiap jika kucium?’tawa Luhan dalam hati.

‘Apa ini saatnya? Apa kucium saja Sulli sekarang?’tanya Luhan yang sangat tergoda melihat ekspresi Sulli yang gugup karena malu itu.

“Hyung!”

Luhan dan Sulli hampir melompat kaget saat dikejutkan oleh kehadiran Sehun. Luhan langsung menjauhkan wajahnya dari Sulli dan menoleh kearah Sehun, agak kesal. Sementara Sulli langsung mengalihkan pandangannya, tidak ingin Sehun melihat bahwa saat ini dia gugup setengah mati.

“Ada apa Sehun-ah?”tanya Luhan sedikit kesal melihat Sehun yang merusak momen pas menurutnya. Sehun sendiri tau dan sengaja menggagalkan aksi hyungnya itu untuk mencium Sulli. Ya, Sehun adalah adik Luhan dan ya, Sulli adalah orang yang disukai Sehun.  Saat tau Sulli menerima cinta Luhan, Sehun hanya bisa mengubur sendiri perasaannya. Sehun tau, sejak awal pun dia tau, siapa yang disukai Sulli, jadi dia memang tidak akan dan tidak pernah sempat mengatakan pada Sulli tentang perasaannya karena itu hanya akan mengacaukan segalanya saja.

“Aku Cuma mau bilang aku tidak jadi mau ice coffe, aku juga mau cola saja,”ucap Sehun sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Arraseo,”ucap Luhan masih merasa risih dengan keberadaan adiknya itu yang menurutnya mengganggu momen yang pas.

“Yah, apaan mukamu kok memerah begitu? Aneh sekali,”ejek Sehun pada Sulli. Sulli Cuma menyuruh Sehun berhenti mengejeknya dan memukul-mukul namja itu.

“Hahahaha. Boleh aku saran? Sulli-ah, jangan mau kau dicium hyung disini. Cari tempat yang lebih romantis,”ujar Sehun.

“Ah mwoya~,”protes Sulli dan Luhan bersamaan.

Akhirnya ketemu juga, aku sudah lama mencarimu. Sekarang saatnya aku menghabiskan waktuku untukmu….

-SOMETHING IS WRONG-

***

Keesokan harinya….

“Ssul, kau tau, aku baru mendapatkan tiket gratis ke Lotte world dari appa. Ada 6! Kita semua bisa pergi!”seru Krystal pagi itu di sekolah.

“Yah, siapa yang bilang mau pergi huh?”tanya Kai yang selalu mengganggu Krystal. Krystal mencibir Kai dengan kesal.

“Kalau Kai gak mau aku ajak Suho oppa saja. Ah iya, ajak dia saja ya, ini kesempatan buatku!”seru Krystal bersemangat.

“Yah! Mwoya? Berenam itu sudah tentu kita kan? Kau jangan asal Krystal Jung!”seru Kai.

“Apa sih pagi-pagi sudah ribut? Urusi dulu perbendaharaan festival nanti,”ucap Sehun yang langsung mumet memikirkan banyak hal yang harus dilakukannya bulan ini.

“Atau kalau tidak tiket yang satunya untukmu saja Sehun-ah, undang saja gadis yang kau sukai. Kau naksir seseorang kan? Nah ajak dia dan kenalkan pada kami,”ucap Krystal mengabaikan protes demi protes dari Kai.

“M…mwo? Aku naksir seseorang? Apaan sih Krystal, kau ngawur,”ucap Sehun berusaha menyembunyikan kegugupannya.

“Wae? Kau tidak gay kan? Luhan oppa saja sama Sulli, garpu aja sama sendok, masa kau sendiri?”tanya Krystal agak melebai-lebaikan.

“Yah, pribahasamu gak nyambung tau. Lagian tiket itu bagianku kan Krystal?!”protes Kai.

“Ah…kalian berisik sekali!”tiba-tiba Sulli angkat bicara setelah dari tadi focus membaca bukunya.

“Oh, Oh Sehun kau sudah datang uh?”tanya Sulli kaget sambil menatap Sehun yang sudah duduk dibelakangnya.

“Aku sudah datang. Kau yang tumben datang lebih awal,”jawab Sehun sedikit malas.

“Tentu saja supaya aku bisa bertemu denganmu!”Sulli berseru sambil memeluk Sehun. Sehun yang tiba-tiba dipeluk Sulli langsung membelalakkan matanya kaget, tidak terkecuali Kai dan Krystal.

“Sehun-ah, daripada belajar mending bolos yuk!”tanpa basa-basi Sulli langsung menarik tangan Sehun dan berlari keluar.

“Yah Choi Sulli!”teriak Kai dan Krystal.

“Kok tiba-tiba Sulli jadi anak yang bandel tidak mau belajar?”tanya Krystal kebingungan.

“Sulli-ah kau kenapa? Kau mau bolos kemana? Kau bertengkar dengan Luhan hyung?!”tanya Sehun saat mereka sudah di parkiran.

“Luhan hyung? Ah…yang kemarin itu ya…aku tidak peduli padanya. Kajja Sehun-ah, kita ke pantai!”Sulli menyuruh Sehun menaiki motor sportnya dan Sulli langsung duduk diboncengannya. Seakan tidak diberi waktu berpikir dan mencerna apa yang terjadi, Sulli memeluk Sehun dengan erat dan menyuruh Sehun untuk segera melajukan motornya ke pantai.

*Luhan pov*

“Hyung!”Kai tiba-tiba datang menghampiri dengan ngos-ngosan.

“Ah Kai, ada apa? Kenapa kau seperti terburu-buru?”tanyaku.

“Hyung, Sulli dan Sehun bolos hyung!”lapor Kai.

“Yah Kai babo! Kau ngapain sih?!”tiba-tiba sudah datang Krystal dan menarik lengan Kai.

“Apa? Kau serius Kai?”tanyaku kaget. Sulli bolos dengan Sehun? Ada apa? Kenapa mereka berdua? Kenapa jika Sulli ingin bolos tidak mengajakku? Atau kenapa jika memang yang ingin bolos adalah Sehun, dia malah mengajak Sulli?

“Oppa, oppa bertengkar dengan Sulli? Dia hari ini agak aneh, tidak seperti biasanya,”tanya Krystal.

*Author pov*

“Yahoooo! Pantai!!!”seru Sulli bersemangat sambil merentagkan kedua tangannya dengan bebas setelah tiba di pantai. Sehun melepas helmnya dan tersenyum kecil melihat tingkah Sulli. Seakan mimpi, Sehun sekarang begitu bahagia karena bisa menghabiskan waktu berdua dengan Sulli.

“Sehun-ah! Ayo kesini!”seru Sulli. Sehun mendekati Sulli dengan bahagia dan menggenggam tangan Sulli. Walau sebenarnya dia ragu, apakah Sulli akan risih dan langsung menghempaskannya atau tidak. Namun ternyata tebakan Sehun salah, Sulli malah membalas genggaman Sehun dan tersenyum padanya.

“Yah, ada apa denganmu hari ini?”tanya Sehun sambil menatap ombak.

“Aku Cuma ingin menghabiskan waktuku berdua dengamu. Salah?”tanya Sulli balik. Sehun menggeleng, sekarang dadanya dipenuhi oleh rasa bahagia dan perasaan yang meluap-luap.

“Kenapa? Bukannya aku bukan orang yang special untukmu?”tanya Sehun lagi.

“Kau adalah orang yang sangat special untukku Sehun-ah. Aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu,”Sulli menatap Sehun dengan lekat. Seakan tersihir oleh tatapan Sulli, Sehun melupakan segalanya. Segala keraguan dan semua yang menghadangnya untuk menyukai gadis dihadapannya itu. Bahkan melupakan bahwa dia adalah adik Luhan.

“Kau tau, sudah lama aku menunggumu mengatakan hal seperti itu. Aku sangat menyukaimy Sulli-ah. Jauh sebelum Luhan hyung menyukaimu. Tapi kukira kau tidak punya perasaan apa-apa padaku, aku menyukaimu…,”Sehun menempelkan dahinya ke bahu Sulli. Suaranya sedikit berbisik dan terdengar lirih.

-SOMETHING IS WRONG-

*Sulli pov*

Mwoya?! Ah ige mwoya?!!!!!!!!!!! Kenapa si bodoh itu mengatakan Sehun adalah orang yang special bagiku?! Dan…dan kenapa Sehun…Sehun menyukaiku?!!!!!!! REALLY?!!!!!!!!!!!!!!!!!

“Yah neo!!!! Neo!!!! Agassi!!!!” Zzzz…jinjja! Dia menghiraukanku euh?! Setelah dengan sangat memaksa tadi pagi saat aku bangun sudah mengeluarkanku dari tubuhku dan merasuki tubuhku. Siapa gadis berambut aneh ini?! Dia menyukai Sehun huh?! Dia sudah menjadi arwah penasaran apa dan memanfaatkanku?!

“Yah Nona Choi, bisa kau diam sedikit? Aku jadi sebal saat namamu disebut Sehun. Dia saat ini menyatakan perasaannya. Tapi bukan padaku, dia menyatakannya padamu! Sayang saat ini tubuhmu dipakai olehku!”

Mwo?! Sekarang hantu itu berbicara padaku huh?! Dia bisa bicara denganku dalam hati seperti ini? Dia bisa membaca pikiranku?!

“Ya, aku bisa. Makanya diam! Walau Sehun menyukaimu, tapi itu tidak masalah. Aku berencana melakukan semua hal yang ingin kulakukan dengan Sehun selama aku masih hidup. Beruntung Sehun menyukaimu, ah, tidak, itu menyebalkan! Yah, tapi untung juga sih, karena jika gadis lain, mungkin Sehun tidak akan rela bersamaku!”

“Mwo?! Jadi kau mau memanfaatkan tubuhku?! Yah Nona, aku ini sudah punya pacar! Kau tidak bisa berlaku seenaknya dengan tubuhku! Apalagi pacarku itu kakak kandung Sehun tau! Kau mau menghancurkan hubunganku dengan Luhan oppa?! Andwae ini tidak bisa terjadi. Yah Nona, cepat keluar dari tubuhku! Jebal!”

“Diam! Zzzz!”bentak hantu itu.

“Dan namaku Kang Seulgi! Bukan Nona berambut merah!”ucapnya lagi.

“Sulli-ah, apa aku salah jika menyukaimu? Apa salah jika saat ini kita berdua?”tanya Sehun memecahkan percakapan Sulli yang sudah menjadi roh bergentayangan bersama gadis yang merasukinya yang diketahui bernama Seulgi yang melakukan kontak batin dengannya.

Iya salah Oh Sehun! Salah sekali karena hyungmu yang innocent itu tidak patut untuk disakiti! Aigo…aish, Seulgi! Tolong jangan…mwo…mwo…mwo?! Yah changkaman!!!!! Kenapa kau…

Cup!

Aku terduduk lemas melihat bibirku dicium Sehun. Yah, tubuhku yang dipakai nona bernama Seulgi itu dicium oleh Oh Sehun. Bukan Luhan oppa. Dan itu adalah ciuman pertamaku! Aigo…eomma…aku harus bagaimana? Walau Sehun mencium Seulgi tapi yang dia cium itu tubuhku T________T

-SOMETHING IS WRONG-

*author pov*

“Kau lebih baik menjelaskan semuanya padaku,”kata arwah Sulli dengan sengit. Ya, semenjak Seulgi mengambil alih tubuh Sulli (dengan sangat memaksa) pagi itu, Sulli terus bergentayangan disekitar tubuhnya. Dia berusaha keras menjaga tubuh itu agak tidak macam-macam lagi. Cukup sudah dia dicium Sehun. Setelah kejadian itu Sulli menjelaskan pada Seulgi bahwa dia sudah punya pacar, dan pacar itu kakak orang yang menciumnya, dan pacarnya itu sangat baik dan tidak patut disakiti. Jadi Sulli memberikan penawaran kepada Seulgi, gadis itu boleh melaksanakan tujuannya namun jangan menyakiti Luhan.

“Masa bodoh. Aku tidak kenal Luhan itu,”ucap Seulgi dengan tubuh Sulli. Sulli menatap Seulgi tak percaya.

“Yah!”

“Aku meninggal 1 bulan yang lalu karena sakit. Sementara Sehun adalah orang yang kusukai. Aku menyukainya sejak dia pernah menolongku menggambar di taman. Dia mendekatiku yang mencoba menggambar suasana di taman saat aku kabur dari rumah sakit dan sejak saat itu aku jatuh cinta padanya. Aku sangat ingin menyatakan perasaanku pada Sehun sejak aku bertemu dengannya, namun sayang tubuhku drop dan aku terus berada di ICU selama berbulan-bulan,”ucap Seulgi dengan tubuh Sulli. Sulli terdiam mendengar kisah Seulgi. Memang sangat menyedihkan, Sulli membayangkan bahwa dia tidak bisa bersama Luhan, begitulah Seulgi yang tidak bisa bertemu Sehun sampai akhir hayatnya.

“Aku mengerti…tapi Seulgi-ssi, kau memakai tubuhku. Dan aku kekasih Luhan oppa. Aku mohon, jangan terlihat seperti kau menyukai Sehun saat di depan Luhan oppa. Dan bertingkahlah seperti Sulli yang sesungguhnya jika bersama Luhan oppa. Aku akan menunggumu sampai kau puas memakai tubuhku,”lirih Sulli.

“Hmm…baiklah. Aku pertimbangkan. Tapi aku tidak yakin sampai kapan aku memakai tubuh ini. Jika aku bahagia, aku tidak akan rela meninggalkan dunia ini,”Seulgi berjalan begitu saja meninggalkan arwah Sulli yang menatapnya dengan sendu.

“Luhan oppa…,”lirih Sulli.

*di ruang OSIS*

“Sulli-ah gwenchanayo? Pagi ini kau membolos dengan Sehun, ada apa? Ada apa Sehun-ah?”tanya Luhan pada Sehun yang pura-pura tidak peduli. Sehun yang teringat kejadian tadi mengalihkan pandangannya dari Luhan. Dia tidak enak menatap kakaknya itu setelah mencium pacar kakaknya, namun tadi di pantai jelas-jelas Sulli menerimannya.

“Tidak apa-apa oppa, aku Cuma sedikit jenuh dan ingin mencari angin. Aku tarik saja Sehun yang dekat denganku,”bohong Seulgi yang teringat permintaan Sulli. Seulgi terpaksa mengikuti aturan Sulli karena dia pun merasa tidak enak setelah melihat wajah memelas gadis itu tadi.

“Benar tidak apa-apa? Kau tidak sakit atau punya masalah kan?”tanya Luhan cemas.

‘Oh jadi ini Luhan yang disukai si Sulli itu. Memang dia tampan sih (walau lebih tampan Sehun-ku sayang!) dan sangat lembut, tapi Sehun tetap nomer satu bagiku,’batin Seulgi.

“Seulgi-ssi, gomawo,”ucap arwah Sulli yang sejak tadi berdiri di belakang Luhan. Senyum Sulli begitu tulus dan sendu, membuat Seulgi merasa sedikit tidak enak.

“Sulli-ah setelah ini kita nonton di bioskop yuk,”ajak Luhan.

“Eh? Eung…,”Seulgi menatap Sehun yang terlihat sedikit kesal melihat kemesraannya dengan Luhan.

“Maaf oppa, aku ada janji,”ucap Seulgi yang memakai tubuh Sulli.

“Yah!”seru arwah Sulli, Seulgi melirik namun mengabaikan gadis itu.

‘Bodoh, bagaimana mungkin aku mau kencan dengan orang yang tidak aku sukai,’batin Seulgi yang mampu didengar Sulli.

“Terus kau mau memakai tubuhku berapa lama hah? Sebulan? Dua bulan? Satu tahun?! Satu minggu tidak kencan dengan Luhan oppa saja sudah aneh tau! Kau mau memutuskan hubungan kami?!”arwah Sulli hampir menangis.

“Ahhh! Berisik!”Seulgi tiba-tiba bersuara dan meninggalkan ruangan itu.

“Sulli-ah?!”tanya Luhan dan Sehun berbarengan.

*Luhan pov*

“Ahhh! Berisik!” tiba-tiba Sulli berteriak dan terlihat sangat kesal. Dia lalu langsung berdiri dan meninggalkan ruang OSIS.

“Sulli-ah?!”panggilku berbarengan dengan Sehun.

“Biar a…,”

Belum sempat aku benar-benar berdiri, Sehun sudah berlari mengejar Sulli. Ada apa ini? Kenapa Sehun kelihatannya sangat mengkhawatirkan Sulli? Kenapa Sulli juga kelihatan aneh? Tidak biasanya dia seperti ini.

“Sunbaenim, tidak apa-apa tidak mengejar mereka?”tanya Kai dan Krystal yang sejak tadi Cuma menjadi saksi bisu mereka.

“Tapi Sehun kelihatannya lebih mencemaskan Sulli,”ucapku. Ya, kenapa Sehun seperti itu? Apa Sehun juga menyukai Sulli? Apa aku tidak menyadarinya selama ini?

“Tapi sunbae kan pacar Sulli,”ucap Krystal.

“Kau benar Krystal-ah, aku pergi dulu,”aku lalu keluar dan mengejar kedua anak itu.

Gedung utama, kantin, lorong belakang, gedung olahraga, tidak ada. Tidak ada mereka. Aku lalu menuju ke kelas mereka. Berharap mereka disana namun nihil. Aku hampir menyerah namun aku ingat satu tempat lagi, ya, atap!

Aku berlari sekuat tenaga menaiki tangga hingga sampai ke atas. Kubuka pintu atap tersebut. Angin yang terasa lebih kencang di atap menghembus, menyapu wajah dan hatiku saat kusaksikan Sehun mencium Sulli. Ya, Sehun adikku, mencium Sulli, kekasihku.

“Sehun-ah…,”ucapku pilu.

“Hyung!” Sehun langsung menjauhkan wajahnya dari Sulli. Aku menatap Sulli, menginginkan penjelasan darinya. Namun gadis yang hari ini rambutnya dikuncir itu hanya menatapku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.

“Sulli-ah…,”

“Hai, Sulli-mu sudah menghilang,”ucap Sulli tiba-tiba. Dia tersenyum dengan sangat aneh dan tanpa beban sama sekali. Apa maksudnya? Apa Sulli yang kukenal sudah tidak ada lagi? Dia menyukai Sehun sekarang? Ya, Sulli sangat aneh dan apa penyebabnya? Tidak mungkin dalam sehari dia berubah!

“Hyung, maaf. Aku menyukai Sulli dan Sulli juga menyukaiku,”ucap Sehun. Tanpa basa-basi aku langsung menghambur Sehun dan memberikan satu hantaman kuat pada wajahnya. Sehun jatuh tersungkur.

“Oppa, hentikan!”teriak Sulli langsung menghampiri Sehun.

“Sehun-ah, selama ini apa pun sanggup kuberikan untukmu. Hanya satu Sehun-ah. Hanya satu yang tidak bisa aku bagi, yaitu Sulli. Kau sudah mengecewakan hyung. Sulli-ah, aku tidak menyangka akan begini jadinya. Kau menghancurkanku. Menghancurkanku sampai kedalam-dalam. Perasaanku, hubungan kita, hubunganku dengan adikku…aku sangat kecewa!”tidak sanggup lagi menahan airmataku, aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

Aku berlari ke toilet yang kosong dan disana aku yang biasanya tidak pernah menangis semenjak berantem saat SD pun menangis kali ini. Hatiku terasa sangat pilu dan bagaikan disayat-sayat. Tidak pernah aku bayangkan bagaimana sakitnya hati saat dikhianati orang terdekat.

-SOMETHING IS WRONG-

*Sulli pov*

Luhan oppa…kau tidak bisa mendengarku?! Kau tidak bisa merasakanku?! Kau tidak bisa membedakan yang mana aku yang mana yang bukan?! Aku disini oppa! Aku Choi Sulli ada disini! Aku Cuma menyayangimu oppa! Aku tidak punya perasaan apa-apa pada Sehun!

Airmataku tidak bisa berhenti menetes saat melihat Luhan oppa menangis di depan wastafel sambil berkali-kali meninju keramik disamping wastafel. Aku cukup terkejut melihat reaksi Luhan oppa saat dikhianati, dia yang biasanya berhati kuat dan ceria sekarang begitu hancur dihadapanku –yang tidak bisa disadari olehnya. Oppa, kau bisa menyakiti dirimu sendiri.

“Sulli-ah…kenapa aku seperti tidak mengenalmu lagi?”lirih Luhan oppa.

Oppa…kau ternyata menyadarinya? Ya oppa, itu bukan aku. Kau memang tidak mengenal gadis yang merasuki tubuhku itu. Oppa…bagaimana caranya agar ucapanku ini tersampaikan? Kenapa sekarang aku merasa begitu berbeda dunia denganmu? Apa ini rasanya jika salah satu diantara kita ada yang mati? Tidak bisa saling menyampaikan perasaan satu sama lain lagi? Tidak bisa berkomunikasi lagi? Kenapa rasanya menyakitkan oppa?

Oppa! Sakit tenggorokanku berteriak sekuat tenaga namun percuma, Luhan oppa tetap tidak dapat mendengarkanku.

Aku hanya bisa terduduk disamping Luhan oppa yang masih menangis. Tangisan kami sore itu, hanya aku yang tau. Perasaan yang begitu kuat yang kurasakan sore itu, hanya aku juga yang tau. Luhan oppa, bagaimana pun juga, mustahil ya kau bisa merasakan keberadaanku yang begitu dekat dengamu?

***

Keesokan harinya, Seulgi yang masih memakai tubuh Sulli baru tersadar bahwa sejak semalam arwah Sulli tidak mengitarinya. Setelah kejadian itu juga, Seulgi dengan memakai tubuh Sulli dengan frontalnya menunjukkan kasih sayangnya pada Sehun. Seperti pasangan yang baru jadian, mereka terus lengket berdua selama di sekolah. Menimbulkan gossip yang sangat heboh diantara para murid.

“Aku merasa heran pada Sulli,”ucap Krystal sambil menatap lapangan lari yang luas dihadapannya.

“Ya, aku seperti tidak mengenalnya lagi,”ucap Kai.

“Sulli itu baru pertama kali jatuh cinta dan itu dengan Luhan sunbae. Aku ingat betul saat dia ditembak Luhan sunbae setelah tahun baru itu, Sulli berlari padaku dan memelukku sampai menangis. Dia begitu senang. Setiap hari yang ada dia bercerita tentang Luhan sunbae. Apa pun yang dilakukannya, apa yang ingin dilakukannya, karena Sulli baru pertama kali pacaran. Bahkan setauku, mereka belum pernah berciuman. Itu karena Sulli sangat gugup karena begitu menyukai Luhan sunbae. Jadi tidak mungkin Sulli main-main dengannya,”ucap Krystal tidak percaya dengan kenyataan yang sekarang ada.

“Mungkin memang dia tidak begitu menyukai Luhan sunbae. Karena setauku kalau memang suka, ciuman itu adalah salah satu bentuknya,”ucap Kai.

“Tidak Kai, Sulli sangat polos. Semua yang dia rasakan pada Luhan adalah yang pertama baginya. Bahkan saat mereka bergandengan tangan untuk pertama kalinya, Sulli tidak berhenti meneleponku semalaman dan berulang kali bertanya ‘Krystal-ah, Luhan oppa benar-benar menyukaiku kan?’ sampai aku tertidur sendiri mendengarnya,”

S

O

S

Krystal dan Kai meloncat kaget saat sesuatu tertulis begitu saja di tanah depan mereka duduk. S.O.S?!

“Akh! Siapa yang melakukannya?!”teriak Krystal ketakutan.

“Krystal-ah, apa aku melihat sesuatu?!”tanya Kai tak percaya.

S.O.S

Ya, benar. Tertulis S.O.S begitu saja dan Krystal juga Kai belum bisa kembali ke alam kesadaran mereka saking kaget dan takutnya. Terutama Kai yang selama 16 tahun hidup di dunia ini paling membenci hal-hal berbau mistis.

“Percuma. Aku tidak bisa melakukan lebih. Menulis ini saja aku sudah kelelahan,”ucap arwah Sulli dengan frustasi sambil terbang melintasi kedua orang yang tidak berhenti berkedip menatap tulisan itu.

“Aku sepertinya berhalusinasi,”ucap Krystal tak percaya.

***

“Sunbae sesuatu yang aneh terjadi,”ucap Krystal saat menemui Luhan.

“Ada apa Krystal?”tanya Luhan.

“Entah kenapa aku merasa aneh. Tidak masuk akal. Sepertinya aku berhalusinasi,”Krystal menggoyang-goyangkan kepalanya, mencoba mengusir pikiran yang tidak masuk akal.

“Maksudmu apa?”tanya Luhan bingung.

“Aku seperti melihat Sulli sedang terbang di sampingmu saat ini,”Krystal menunjuk kesamping Luhan.

-SOMETHING IS WRONG-

*Sulli pov*

Krystal Jung!!!!!

Kau seperti mukjijat yang didatangkan Tuhan untuk menolongku. Tuhan menjawab doa orang yang teraniaya. Aku bisa dilihat Krystal sekarang! Apakah ini kekuatan sahabat sejati?!

“Krystal-ah, ini aku! Benar-benar aku! Aku terpisah dari tubuhku karena ada hantu yang mengambil alih tubuhku!”seru Sulli antusias.

“Krystal kau melihat apa? Kok kau ketakutan sendiri?”tanya Luhan oppa.

“I…itu…dia bicara padaku…sunbae, apa aku kena skizofrenia? Sunbae! Bawa aku ke rumah sakit sekarang juga!”pinta Krystal.

Ah dasar Krystal pabo, dia malah ketakutan dan menarik oppa ke rumah sakit. Tapi yah aku harus bersabar, memang mustahil rasanya Krystal bisa menerima kehadiranku. Aku juga jika berada di posisinya akan berpikir bahwa aku sudah gila.

“Kau normal-normal saja Nona Jung. Ini terlihat dari rekaman listrik otakmu. Mugkin kau kelelahan, sebaikan kau isirahat saja. Mungkin halusianasi itu hanya sesaat,”ucap dokter yang menangangi konsultasi Krystal.

Iya, kau memang waras Jung Krystal! Yang tidak waras itu dunia ini! Ada hantu yang bisa mengambil alih tubuh manusia! Dan aku yang masih bahkan belum sempat melihat bagaimana itu bentuk malaikan pencabut nyawa sekarang jadi arwah!

“Aku sebaiknya pulang dan beristirahat sunbae. Besok kita bicarakan lagi,”ucap Krystal saat Luhan oppa mengantarnya sampai ke halte.

“Ya, kau memang harus banyak-banyak istirahat Krystal-ah. Mungkin anggaran festival bulan depan bikin kau lelah,”ucap Luhan oppa.

Maaf Krystal-ah, jika memang keajaiban ini terus terjadi, bahkan saat kau bangun tidur pun kau akan melihatku.

*author pov*

Krystal merasa cahaya matahari yang samar-samar masuk ke dalam kamarnya sedikit mengganggu tidurnya. Perlahan-lahan dibukanya kedua matanya dan melihat jam weker, pukul 07.00 pagi. Krystal terbangun dan merasa lebih segar untuk kembali ke sekolah.

“Jung Krystal,”ucap arwah Sulli yang mengikuti Krystal sampai ke toilet. Krystal dengan mata masih berat melirik sebentar, namun kemudian dia kembali menyikat giginya.

“Jung Krystal! Yaaaa~ jawab aku!”seru Sulli. Krystal terdiam sejenak. Menatap ke cermin dan memandang ke belakang.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Teriakan Krystal pagi itu dengan sukses membangunkan kedua matanya yang tadi sangat terasa berat.

“Sssst…Krystal-ah, tenang. Aku akan jelaskan semuanya,”ucap Sulli.

“Krystal-ah, gwenchana?”tanya Jessica sambil mengetuk pintu kamar adiknya itu.

“Gwe…gwenchana unnie!”seru Krystal.

“Terimalah kenyataan Krystal. Aku bukan halusinasimu. Aku arwah Sulli! Aku nyata!”seru Sulli.

“S…Ssul…Sulli…kau sudah mati?! Aigo?! Kapan Sulli-ah?! Kenapa tidak ada yang mengabariku!”panik Krystal.

“Tenanglah Krystal-ah. Aku belum mati. Tubuhku diambil alih roh lain, namanya Seulgi. Dia sudah 3 hari ini memakai tubuhku. Dia penyebab aku putus dengan Luhan oppa karena dia menyukai Sehun. Aku susah payah menyampaikan keberadaanku pada kalian, aku ingin Luhan oppa menyadari bahwa yang ada di dalam tubuh Sulli itu bukan aku!”terang Sulli.

“Andwae. Tidak mungkin…aku berha…,”

“Kau tidak berhalusinasi Krystal-ah! Kumohon! Kumohon bantu aku, aku tidak ingin menyakiti Luhan oppa…,”Sulli memohon pada Krystal sampai menitikkan airmata. Krystal tertegun dan anehnya dia merasa mulai tenang.

***

“Sehun-ah, kau ingat taman ini?”tanya Seulgi yang memakai tubuh Sulli. Sehun menatap Sulli palsu itu dengan heran.

“Kenapa taman ini?”tanya Sehun bingung. Dia tidak ingat pernah ke taman ini bersama Sulli.

“Mwoya? Kita pernah menggambar bersama di bangku itu,”Sulli palsu alias Seulgi menunjuk ke salah satu bangku. Sehun menatap Sulli palsu dengan kebingungan.

“Apa sih yang kau katakan Chagiya? Sudah yuk jangan ngawur, kita duduk saja,”Sehun menarik tangan Sulli palsu dan duduk di salah satu bangku taman.

“Sehun-ah…seberapa dalam kau menyukai Sulli?”tanya Sulli palsu.

“Heuh? Seberapa dalam aku menyukaimu? Entahlah. Yang jelas aku bisa sampai segila ini sampai menyakiti hyungku sendiri,”jawab Sehun.

“…,”Seulgi yang berada dalam tubuh Sulli hanya tersenyum pahit.

“Sejak kapan kau menyukai Sulli? Karena apa?”tanya Sulli palsu lagi.

“Sejak upacara penerimaan siswa baru. Karena saat itu kau satu-satunya orang yang menyapaku duluan dan menarikku duduk di bangku di belakangmu. Selain itu, aku suka semuanya darimu. Wajahmu, tatapan matamu, suaramu, tingkah lakumu, terutama senyummu. Walau semuanya ditujukan pada Luhan hyung, tapi aku tetap terpesona olehmu,”jawab Sehun pelan.

“Apa tidak ada gadis lain yang berbeda di matamu?”tanya gadis itu lagi. Seulgi berupaya keras agar mengetahui apakah pernah Sehun memikirkannya.

“Tidak…aku bahkan tidak pernah memikirkan gadis lain istimewa di mataku sejak aku lahir,”jawab Sehun singkat.

“Apa…apa kau tidak ingat gadis yang kau temui di taman ini?”tanya Sulli palsu, suaranya bergetar.

“Euh? Gadis siapa?”tanya Sehun kebingungan.

Sulli, atau lebih tepatnya Seulgi, tidak menjawab dan tiba-tiba menangis. Membuat Sehun kebingungan.

“Ini dia! Sehun-ah!”tiba-tiba datang Krystal dan Kai, yang sudah mengetahui semuanya dari Krystal.

“Krystal-ah, waeyo?”tanya Sehun kebingungan.

“Yah, kau babo ya?! Tidak bisa merasakan yang mana Sulli yang sebenarnya yang mana yang palsu?! Kau benar-benar menyukai Sulli?! Harusnya kau bisa merasakannya! Sulli yang disampingmu itu bukan Sulli tau!”seru Krystal.

“Maksudmu apa Jung Krystal? Kau mau protes tentang hubunganku dengan Sulli juga? Keurae, pihak saja hyungku semuanya! Jangan pihak aku! Kau tau, hanya dengan Sulli seorang saja sudah cukup, aku tidak butuh kalian semua!”bentak Sehun.

“Sehun-ah…,”lirih arwah Sulli. Sulli menyadari betapa besar perasaan suka Sehun. Jika saja dia tidak telat menyadarinya, mungkin dia bisa menerima Sehun lebih dulu daripada Luhan. Mungkin saja Sehun tidak akan tersakiti, terutama Luhan yang sekarang sudah disakitinya. Sulli benar-benar merasa bersalah pada keduanya.

“Yah, Kang Seulgi! Cepat keluar dari tubuh Sulli, kembalikan pada Sulli! Sampai kapan pun kau tidak akan bisa menggantikan Sulli dihati Sehun! Dan kau tidak seharusnya mengacaukan takdir seseorang!”seru Krystal.

“Kang Seulgi? Siapa maksudmu?”tanya Sehun kaget.

“Ya, gadis yang merasuki tubuh Sulli ini adalah Seulgi. Gadis yang pernah kau ajari menggambar di taman ini,”ucap Krystal tegas.

“Menggambar?”tanya Sehun. Sekarang dia seakan teringat sesuatu. Ah ya, dulu, kira-kira setengah tahun yang lalu dia pernah bertemu seorang gadis disini. Dia iseng duduk di salah satu bangku karena kelelahan dan melihat gadis itu mencoba menggambar namun tidak bisa. Akhirnya Sehun yang mengajari. Tanpa tau siapa namanya, juga tidak begitu ingat wajahnya, Sehun tidak pernah bertemu lagi dengannya.

“Aku ingat…,”desah Sehun.

“Benarkah Sehun-ah?!”tanya Sulli atau lebih tepatnya Seulgi semangat. Dia sangat senang saat Sehun berhasil mengingatnya.

“Ya, gadis berpakaian putih itu kan? Aku ingat sekarang,”jawab Sehun. Tiba-tiba Sulli palsu atau Seulgi itu menangis. Menangis terisak-isak. Sehun tertegun begitu juga dengan Kai, Krystal, dan arwah Sulli.

“Gomawo Sehun-ah…bagiku, kau sudah mengingatku saja aku sudah bahagia…aku ingin menjadi seseorang yang ada diingatamu…walau tidak sespesial Sulli…,”isak Seulgi. Arwah Sulli tertegun, dia hanya bisa tersenyum sedih melihat nasib Seulgi. Seandainya saja Seulgi masih hidup, mungkin saja dia bisa mengobati hati Sehun.

“Kau…kau benar bukan Sulli?”tanya Sehun kaget.

“Ne…aku adalah Seulgi. Kang Seulgi. Aku menyukaimu sejak itu, tapi kita tidak bertemu lagi. Kondisiku ngedrop karena aku sakit leukemia dan aku dirawat di ICU sampai aku meninggal,”isak Seulgi. Sehun yang hatinya terenyuh, menarik tangan Sulli palsu dan menggenggamnya. Sebenarnya dia bukan tipe orang hangat yang dengan mudahnya berbaik hati dengan gadis yang tidak dia sukai namun Seulgi adalah pengecualian karena mendengar kisahnya yang menyedihkan. Sehun menyadari betapa ada seseorang di luar sana yang memperhatikannya disaat cintanya bertepuk sebelah tangan.

“Maafkan aku. Aku tidak sempat mengenalmu. Maafkan aku…,”lirih Sehun.

“Aku yang minta maaf. Aku telah menghancurkan hatimu. Menghancurkan hati Luhan oppa. Membuat Sulli menangis. Tapi aku ingin sebelum aku pergi ke surga, aku ingin meninggalkan jejakku padamu,”lirih Seulgi.

“Ne…gwenchana Seulgi-ssi…,”ucap Sehun pelan.

“Seulgi-ah, ciumlah Sehun sekali lagi,”ucap arwah Sulli sambil tersenyum tipis. Seulgi mengangguk dan menatap Sehun.

“Sehun-ah, setelah ini aku akan pergi ke surga. Selama tiga hari ini aku bahagia sudah bersamamu, walau kau menganggapku Sulli, orang yang kau sukai. Tapi aku senang, setidaknya selama sebentar aku bisa merasakan, bagaimana rasanya berada di pelukan seorang Oh Sehun,”ucap Seulgi.

“Boleh aku menciummu? Untuk terakhir kalinya?”tanya Seulgi lagi. Sehun mengangguk pelan. Seulgi tersenyum dan perlahan-lahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Sehun, tentu saja masih dengan tubuh seorang Choi Sulli.

Sehun mencium Sulli palsu atau Seulgi, sambil dengan tulus kali ini merasakannya sebagai ciuman dari Seulgi, bukan Sulli. Setidaknya, Sehun benar-benar dengan tulus ingin mengingat Seulgi, orang yang baru dia kenal beberapa detik yang lalu. Yang juga sebentar lagi akan meninggalkannya untuk selamanya. Setitik airmata jatuh ke pipi Sehun.

“Goodbye Sehun-ah…saranghae,”ucap Seulgi sebelum meninggalkan tubuh Sulli.

“Semoga kau berbahagia disana,”ucap Sehun dengan tulus. Seulgi tersenyum untuk terakhir kalinya.

“Sulli-ah, terima kasih. Maafkan aku. Sekarang aku akan pergi,”ucap Seulgi. Sulli tersenyum lirih.

“Iya. Selamat jalan Seulgi-ah…,”ucap arwah Sulli.

Setelah itu Sulli kembali ke tubuhnya. Krystal dan Kai yang dari tadi menyaksikan adegan itu sedikit tidak kuat hati dan menyembunyikan airmata mereka masing-masing. Terutama Krystal yang dapat melihat arwah Sulli yang berdialog dengan Seulgi.

“Sehun-ah, ini aku, Choi Sulli,”ucap Sulli sambil tersenyum lembut.

Sehun tersadar dan memalingkan wajahnya dari Sulli karena tidak tau harus bagaimana setelah mengacaukan keadaan.

“Sehun-ah…,”

“Oh Sehun, gwenchana. Aku…,”Sulli melirik kedua temannya, meminta mereka meninggalkan dia berdua saja dengan Sehun. Krystal dan Kai yang tau diri pun meninggalkan mereka berdua.

“Sehun-ah, berat bagiku menerima kenyataan ini. Kau adalah sahabat yang kusayangi. Sejak masuk ke sekolah ini, kau teman pertama juga sahabat yang paling special. Jujur, hal yang sangat menyakitkan bagiku jika aku menyakitimu. Aku benar-benar menyesal tidak bisa membalas perasaanmu,”ucap Sulli dengan lembut. Sehun meraih lengan Sulli dan menatap gadis itu dengan lekat.

“Sulli-ah, katakan padaku, jika waktu diputar ulang kembali, apa kau akan memilihku jika aku menyatakan perasaanku duluan?”tanya Sehun lirih. Sulli sedikit berpikir namun kemudian tersenyum.

“Aku tetap memilih orang yang kusayangi, Luhan oppa. Jika waktu diputar ulang kembali, aku memilih tidak ingin menarikmu saat itu. Karena aku lebih memilih kau tidak jatuh cinta dan patah hati karenaku. Tapi apa aku serakah, jika sekarang aku mengatakan bahwa aku senang karena pada akhirnya kau jatuh cinta padaku? Karena bagiku kau adalah orang yang kusukai dan salah satu favoritku,”ucap Sulli lirih.

“Maaf Sulli-ah, sepertinya mulai sekarang aku harus melupakan perasaanku padamu,”lirih Sehun setelah menyadari, bagaimana pun juga dia tidak bisa menyela diantara Sulli dan Luhan. Sulli tersenyum lembut dan mengangguk.

“Mungkin jika waktu diputar kembali, aku lebih memilih menghabiskan waktuku dengan Seulgi sampai akhir hayatnya. Dan aku bisa melepaskan orang yang kucintai bahagia dengan orang yang dia cintai tanpa harus tersakiti seperti ini,”ucap Sehun sambil memandang langit.

“Ya…kau benar,”jawab Sulli merasakan hembusan angin yang dirasakannya begitu pilu.

***

Sulli berjalan pelan dan sedikit ragu sampai akhirnya dia berhenti di depan sebuah ruangan. Ruangan yang selama 1 tahun belakangan ini selalu dihampirinya dan disanalah awal mula sebuah sejarah penting baginya terjadi. Sulli sedikit gugup karena untuk pertama kalinya setelah dia keluar dari tubuhnya sendiri, dia menghampiri orang yang sangat ingin dia temui itu.

“Lu oppa…,”Sulli mengintip ke dalam. Luhan sedang duduk sambil mengerjakan beberapa dokumen OSIS.

“Oppa…,”Sulli menutup pintu dan mendekati Luhan.

“Biar aku yang mengerjakan dokumen-dokumen ini, kau pulang saja,”ucap Luhan tanpa menoleh dari perkejaannya sama sekali.

“Oppa…,”lirih Sulli. Sulli lalu duduk di hadapan Luhan.

Luhan menghela nafas cukup panjang lalu mengalihkan perhatiannya pada Sulli.

“Berat untukmu mencerna semuanya Sulli-ah. Walau Sehun dan Krystal sudah menceritakan semuanya padaku, tapi bagiku, kenangan melihat tubuhmu mencium Sehun itu sangat menyakitkan,”lirih Luhan.

“Kau tau oppa, setelah itu aku berlari mengikutimu. Ya, arwahku. Aku memanggilmu, memohon padamu dan pada Tuhan agar kau dapat merasakan kehadiranku. Selama kau menangis di toilet itu, aku menemanimu oppa,”ucap Sulli.

“Maafkan aku…aku tidak tau bagaimana harus menghadapimu. Perasaanku tidak sekuat yang aku kira…,”lirih Luhan, dia mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis. Airmata Sulli menetes ke pipinya.

“Gwenchana oppa. Aku sudah bisa kembali ke tubuh ini saja sudah bahagia. Jika oppa masih menyayangiku, aku ingin terus bersama oppa. Aku takut kehilangan oppa. Selama aku menjadi arwah, aku merasakan betapa sakitnya tidak bisa menyampaikan perasaanku pada oppa, aku bahkan berpikir tidak ingin mati dan berpisah dengamu,”isak Sulli. Luhan mendekati Sulli dan menariknya ke dalam pelukannya.

“Aku menyukai oppa. Sangat menyukai oppa. Mungkin aku cinta pada oppa,”isak Sulli dengan perasaannya yang meluap-luap. Luhan menahan agar tidak menangis namun percuma, airmata jatuh menetes dipipinya namun dia tetap menahan agar suaranya tidak keluar. Diusap-usapnya kepala Sulli dengan lembut sambil terus membiarkan gadis itu menangis melepaskan seluruh perasaannya.

“Oppa, apa kau mau memaafkanku?”tanya Sulli sambil mendorong tubuh Luhan dan menatap wajahnya.

“Sulli-ah, apa yang harus kumaafkan huh? Kau bahkan tidak salah sama sekali. Tidak ada yang salah Sulli-ah. Aku juga sangat mencintaimu, aku juga takut berpisah denganmu,”ucap Luhan lembut. Sulli tersenyum walau dengan airmata yang terus menetes. Luhan berkali-kali menghapus airmatanya.

“Aigo…my baby ternyata sangat cengeng. Uljima Sulli-ah,”ucap Luhan sambil tersenyum. Sulli tidak ingin lagi keraguannya membuat sebuah penyesalan. Sejak kejadian Seulgi, Sulli mulai belajar, bahwa waktu adalah kesempatan yang sangat berharga. Dengan sepenuh hati, kali ini Sulli mencium bibir Luhan dengan lembut. Luhan sangat kaget karena Sulli mengambil langkah duluan. Sebenarnya selama ini pun Luhan takut-takut seperti Sulli karena ini pertama kalinya dia benar-benar menyukai seorang gadis. Demi menjaga perasaan Sulli, Luhan selama 3 bulan ini harus puas hanya dengan menggenggam tangannya saja.

“Sulli-ah…,”Luhan menatap wajah Sulli saat Sulli melepaskan ciumannya. Dipegangnya wajah Sulli, kali ini Luhan yang mencium Sulli.

“Gomawo Sulli-ah,”ucap Luhan sambil terus mencium gadis yang sangat disayanginya itu. Merasakan betapa manisnya sesuatu yang dinamakan cinta.

“Ehm…,”tiba-tiba Kai dan Krystal masuk. Luhan dan Sulli langsung menjauhkan diri masing-masing.

“Maaf sunbaenim, bukannya kami mau mengganggu momen penting kalian, tapi sekarang jam 15.00, sunbae menetapkan kita rapat,”ucap Krystal sambil tersenyum usil.

“Ya, lagian cari tempat yang lebih baik sunbae, masa di ruang OSIS? Cinta kalian Cuma sebatas ruang OSIS? Kalian benar-benar menjaga nama baik kalian sebagai OSIS couple?”tanya Kai.

“Hahaha! Dasar kalian ini. Ah, dimana Sehun? Anak itu mau dihukum lagi karena telat datang?”tanya Luhan tidak mendapati Sehun bersama Kai dan Krystal.

“Zzz…aku disini hyung,”Sehun masuk dan mengambil tempat duduknya.

“Yah hyung, kalau hyung tidak bisa membawa Sulli ke tempat romantis, aku borong lagi dia ke pantai. Disana suasananya sangat cocok untuk mencium seorang gadis, ya gak Ssul?”goda Sehun.

“Mwoya~,”wajah Sulli memerah karena mengingat Sehun menciumnya yang sebenarnya saat itu Seulgi yang berada dalam tubuh Sulli. Dia bahkan sama sekali tidak tau bagaimana rasanya dicium seorang Oh Sehun yang notabene sebagai cowok idola di sekolah mereka. Dan Sulli tidak mau memikirkannya karena baginya cukup Luhan seorang untuknya.

“Yah! Kai-ah, sampai hari ini aku gak ada perkembangan dengan Suho oppa,”ucap Krystal menyikut lengan Kai.

“Yah Krystal Jung, aku lebih parah. Sampai hari ini gak ada yang mendekatiku. Kurang apa aku coba? Sebal juga lama-lama liat orang di depanku bermesraan,”gerutu Kai sambil membuka laptopnya.

“Disini Cuma kita yang gak laku,”ucap kedua orang itu berbarengan. Membuat Sulli dan Luhan hanya bisa tertawa cekikikan melihatnya. Sesaat Sulli merasakan tangan Luhan meraih jemari Sulli, Sulli pun tersenyum pada Luhan yang tersenyum lembut padanya. Mengabaikan kedua orang yang memang suka ribut dan ngoceh sendirian itu. Bagi Sulli dan Luhan, sekarang dunia hanya milik berdua.

FIN

*

*

*

Note :

“Hai hai ! Akhirnya aku bikin ff yang endingnya Hanlli karena di ff sebelumnya Sulli gak berakhir sama Luhan. Awalnya pengen jadiin nih ff lebih horor lagi sih bahkan tragedy tapi gak tega sama Luhan (entah kenapa tiap liat Luhan, dia gak bisa disakitin ><) akhirnya jadilah ff hantu gagal ini ..ufufufu…bingung juga mau siapa jadi hantu ceweknya yang kira-kira bisa cocok dijadiin cast yang naksir Sehun. Krystal gak mungkin karena konsep ffku selalu Krystal dan Jiyoung itu bff Sulli hahaha! Naeun gak cocok, karena dia itu lebih cocok berkarakter innocent dan yandere (eh???) wkwkw abaikan. Akhirnya aku pilihlah Seulgi karena kudengar dia 94lines dan entah kenapa itu foto cocok banget sama nih ff😄 (maafkan aku fans seulgi >.<). Oke, buat ff Shouldn’t I Leave You akan aku post besok karena mustahil ngerjainnya dalam sehari soalnya itu tuh ff bakal panjang banget karena twoshoots doang. Rencananya setelah selesai ngepost ff Shouldn’t I Leave You last chapter besok aku bakal bikin FF SsulHae lagi karena ada yang kangen (senggol Dini >.<) terus balik lagi ngepost ff Hunlli dan ada ff Chanlli yang sebenarnya udah lama aku bikin hahahaha. Oke, terus pantengin blog ini ya. Annyeong!” – cagalli14

4 Tanggapan to “Something Is Wrong”

  1. berliyana 26 Oktober 2014 pada 10:55 PM #

    kya !!!! Akhirnya ada ff hanlli😀
    tpi kasihan juga nglihat sehun😥
    ditunggu ff sulhee, hunlli n chanlli nya🙂

    • cagalli14 27 Oktober 2014 pada 3:15 PM #

      gpp kali ini sehun dinistain😄 emang klo luhan itu lebih cocok kisah cinta yang manis kalo sehun yang lebih greget (?) hahaha
      okeoke makasih ya udh baca ^^

  2. ulfahalimatus 27 Oktober 2014 pada 3:49 PM #

    Hisk rasanya pingin nangis kirain aku badan sull i akan dipakai selamanya, tapi untung cuma 3 hari, tapi sedih kasian sull i putus ma luhan. tapi akhirnya balikkan lagi ma sulli dan happy ending, tapi kasian sehun. Dan Seru ada kristal ma kai bisa ketawa . Hehe aku tunggu ff kamu selanjutnya chingu

    • cagalli14 27 Oktober 2014 pada 3:56 PM #

      hihihi ..iya kasihan sehun, sudah ditolak eh makin tragis aja nasib dia ditinggalin cewek. huhu…oke ulfa, makasih ya udh baca dan komen ff2 aku ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: