[REMASTERED] Future Is Ours

29 Okt

Future Is Ours (Remastered)

 

(FF ini dibuat berdasarkan cerita di komik Future Is Ours,karyanya lupa siapa hehehe *author ditabok sang mangaka*. Pokoknya ini komik isinya ada beberapa cerita dan semuanya bagus-bagus! Ini yang terbagus bagi author! Dibaca berkali-kali pun tetep berhasil dibuat nangis oleh tuh mangaka. Daebak!! Btw ini pernah dipost diblog ini juga tapi dengan cast berbeda. Nah karena saya puny aide baru buat extra story-nya, jadilah saya post lagi sekarang dengan tokoh yang berbeda).

 

Cast : Choi Sulli ,Xi Luhan

Genre : romance,angst

Length : oneshoot

 

ATTENTION!! NO SILENT READER PLEASE…GIVE A RESPECT TO THE WRITER’S HARD WORKING.

 lulli

Annyeong …apa kabar Sulli-ssi? Jika kau ingin menemukan masa depanmu,temui aku di tangga barat pantai dekat sekolah.

Masa depan? Seperti apa masa depan itu? Aku tidak pernah memikirkannya. Bukan,aku tidak harus memikirkannya…sudah berhenti sejak setahun yang lalu …

”Sunbaenim…ah,maksudku Sulli-ssi,kami akan mengadakan rapat bulanan kelas,kau …,”

”Aku ingin pulang saja,”potongku.

”Ah baiklah,kami akan menyampaikan hasilnya besok!”ujar mereka lega lalu meninggalkanku yang membalasnya dengan senyum kecilku.

Aku tau mereka tidak ingin aku ikut rapat. Bukan karena apa,tapi mereka sangat mengerti keadaanku. Hhh…dipanggil ’sunbaenim’ oleh teman sekelas sendiri sungguh pahit. Tapi apa boleh buat? Ah,latihan basketnya sudah selesai yah? Pulang ah …

 

*author pov*

Sulli menatap tempat sampah yang tersedia di pantai dekat sekolah tepat di dekat tangga menuju ke pantai. Dia menggenggam sejumlah bungkusan obat dengan kuat.

Bruk!!! Sulli melempar bungkusan obat itu ke dalam tempat sampah.

”Kenapa dibuang? Sayang kan? Ini bisa membantumu sehat loh,” ucap seseorang sambil mengambil obat yang Sulli buang tadi.

”Ahh~ Sulli-ssi? Kau ternyata sudah membaca suratku yah? Hmm mulai darimana yah? Dari nama saja ya…namaku Xi Luhan,aku dari kelas 3-1 & hobiku berselancar! Tentu saja cita-citaku menjadi peselancar internasional! Suatu hari aku akan menakhlukkan ombak terganas di dunia! Aku ingin mempunyai banyak anak! Hmmm 5? Ahh 3 boleh juga …tapi 2 tidak apa,semua terserah pada Sulli-ssi,”cerocos pria itu. Dia kelihatan bersemangat,sehat,kuat & bersinar. Sulli mengabaikan pria itu & pergi meninggalkan tempat itu.

”Eh eh tunggu dulu! Ini obatmu?”Luhan mengejar Sulli. Sulli menoleh,Luhan mengambil tangan Sulli & meletakkan bungkusan-bungkusan obat itu ditangannya.

“Obat ini sangat penting untukmu kan? Jangan meninggalkannya,”kata Luhan lembut.

*Sulli pov*

Cih? Apa-apaan itu namja? Tiba-tiba membicarakan soal anak dan berkata semua tergantung padaku? Dasar aneh! Lalu kenapa obat ini kuambil lagi? Aish!!

”Sulli-ah,sudah diminum obatnya?”teriak umma dari luar.

Aku menatap obat yang masih kugenggam. Hidupku tergantung pada obat ini. Sungguh konyol. Gara-gara penyakitku aku harus satu kelas dengan adik kelasku sendiri. Semua berubah sejak setahun yang lalu. Jika tanpa obat ini,apa aku masih bisa hidup?

***

Aih berat sekali…mana banyak pula ukh…tapi jika tidak melakukan sesuatu & hanya berdiam diri saat yang lain piket rasanya aku benar-benar tidak berguna. Dan aku benci jika harus diistimewakan seperti itu.

”Hai Sulli-ah,wah bersemangat sekali hari ini,”tiba-tiba Luhan datang kehadapanku saat aku baru saja mau membuka pintu gudang untuk menaruh barang-barang ini.

”Kenapa kau lagi?”tanyaku risih. Lagian sejak kapan kami jadi akrab & dia memanggilku ’Sulli-ah’?

”Aku Cuma ingin berteman dengan Sulli. Kenapa kau bersikeras untuk kerja bakti seperti ini?”tanya Luhan.

”Aku? Karena aku tidak mau merepotkan semuanya,sudah minggir lagian untuk apa mengurusi diriku sih?”usirku.

”Kan sudah kubilang aku ingin berteman dengan Sulli. Yah kalo bisa sih lebih…hehehe,”jawabnya.

”Kau ingin berteman karena ingin atau karena simpati? Heh,aku tidak butuh orang yang memperhatikanku hanya karena simpati. Semua orang bahkan teman sekelasku membiarkan aku sendirian saat mereka piket,memberiku izin untuk tidak mengikuti rapat kelas,guru olahraga juga menyuruhku duduk hanya memperhatikan teman yang lain olahraga. Ingin berteman katanya? Bilang saja karena kasihan padaku lalu bersimpati. Aku …tidak butuh dikasihani!!!”tiba-tiba aku meledak begitu saja didepannya. Luhan terlihat agak kaget.

”Mereka bersimpati karena mereka teman. Mereka memikirkan jika suatu saat kau akan kelelahan bahkan jatuh pingsan. Karena memikirkanmu makanya mereka bersimpati. Jika hanya kasihan mereka hanya akan memperhatikan & membiarkanmu begitu saja. Good day,”Luhan pergi meninggalkanku yang terpaku mendengar penjelasannya.

Mereka bersimpati karena teman?

Ah? Pintunya sudah terbuka? Ternyata dia datang untuk membantuku membukakan pintu gudang ini…

Xi Luhan …apa benar kau berbeda? Kau tidak mengasihaniku kan? Tsk…

***

”Annyeong Sulli-ssi!! Kau suka susu pisang ya?”tiba-tiba dia datang disaat aku sedang menikmati istirahatku sendirian di bangku taman sekolah.

”….,”aku tidak membalas pertanyaannya. Lagian kenapa dia lagi sih?

”Sulli-ssi,aku tau kau juga suka ini!! Jjaaaang~!”dia tiba-tiba mengeluarkan secup es krim kesukaanku.

Mwo?! Tau darimana dia…

”Kenapa selalu mendekatiku?”tanyaku.

”Karena aku mau!”jawabnya tegas.

”Kau serius?”tanyaku.

”Ne! Bahkan menjadi suamimu pun yang kemarin aku benar-benar serius!”jawabnya tegas lagi namun kali ini dia tidak berani menatap langsung kemataku.

Hmmm…dia ini…

***

”Kenapa kau ingin berteman denganku?”tanyaku pada Luhan saat kami berjalan dipantai.

”Karena aku sudah mengenalmu,”jawab Luhan sambil tersenyum.

”Hah? Kita bahkan baru kenal beberapa hari yang lalu,tau apa kau tentangku?”tanyaku heran.

”Aku tau. Aku tau semua tentang Sulli. Aku selalu memperhatikan seorang gadis yang penuh semangat bermain basket dilapangan sekolah. Dia seperti mengejar sebuah impian yang sangat cemerlang. Melihatnya aku jadi menyadari aku harus mengejar mimpiku juga sekuat gadis itu mengejar impiannya. Lalu musim dingin tahun lalu aku tidak melihatnya bergabung dengan klub basket lagi. Namun dari sini aku lalu menemukan & selalu memperhatikannya tiap hari. Dihari yang dingin,dia sendirian berlatih basket walau tubuhnya sudah tidak kuat lagi & shoot yang biasanya dia lakukan dengan baik jadi sering melenceng. Aku tau tentang Sulli yang tinggal kelas karena penyakitnya. Tapi yang aku tau,Sulli tidak pernah berhenti mengejar impiannya walau pun dia dihadang sebuah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Melihat itu,aku jadi makin termotivasi & dengan sendirinya mataku selalu melihat padanya. Aku sudah lama mengagumimu,”jawab Luhan.

Degh!!! Ap…apa ini? Kenapa dia?

”Aku sudah tidak bermain basket lagi!!! Aku bukanlah seperti yang kau harapkan & aku bukan orang yang kau kagumi lagi!!!”seruku. Aku ingin meledak! Ingin sekali meledak sampai aku hilang!

”Impian? Apa itu? Masa depan pun aku tidak punya. Memikirkannya saja aku tidak bisa!”teriakku kesal. Airmataku…ahh airmataku jangan keluar!! Aku tidak mau menangis didepannya.

Greb! Luhan tidak mempedulikan amukanku dan memelukku. Saat itu entah kenapa airmataku benar-benar jatuh & untuk yang pertama kalinya sejak aku tertekan karena penyakitku,aku menangis seperti anak kecil.

”Karena itu…biarkan aku membawa masa depan untukmu Sulli-ssi,”kata Luhan lembut.

***

”Hei Sulli-ssi kau mau menontonku meraih impianku tidak?”tanya Luhan yang membawa wajah cerianya kehadapanku.

”Menontonmu meraih impian?”tanyaku heran sambil terus menyeruput susu pisangku.

”Yups! Nanti sore jam 3 dipantai biasa ya! Oh iya,karena kita sudah berteman,bolehkan aku memanggilmu Sulli-ah?”tanya Luhan lagi.

Sulli-ah…sudah berapa lama aku tidak mendengar panggilan ini dari orang yang bukan  keluargaku? Ne,sejak aku tinggal kelas,karena kesibukan yang berbeda aku jadi jarang & hampir sama sekali tidak berhubungan dengan teman-temanku yang lama. Apalagi klub basket,sejak aku berhenti,aku tidak pernah bertemu langsung dengan anggota lainnya.

”Up to you,”jawabku.

”Yihaaaa!!! Gomawo Sulli-ah,kalau begitu sampai ketemu jam 3 nanti ya! Ahh tidak sabar!! Jika ditonton oleh Sulli aku pasti lebih semangat!!”seru Luhan riang. Aku Cuma tersenyum melihatnya.

Pukul 3 sore. Sepulang sekolah aku langsung ke pantai & memperhatikan Luhan dari tangga. Mungkin aku tidak akan disadari oleh Luhan,tapi aku bisa melihatnya dari sini. Dia yang menerjang ombak dengan papan seluncurnya. Entah kenapa diantara yang lainnya hanya dia yang terlihat bersinar bagiku.

”Ah! Sulli-ah?!!”tiba-tiba Luhan menyadari keberadaanku yang sedang memperhatikannya dari tangga setelah dia selesai berselancar. Dia langsung berlari ke arahku.

”Kau datang juga!! Hehehe,”dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Aku menyadari seorang yeoja berambut cokelat memperhatikan kami dari jauh.

”Aku sedang luang saja,”kilahku. Luhan tertawa garing mendengar tanggapanku.

”Ahh tak apalah. Asal kau tahu,Sulli datang untuk menontonku rasanya ombak besar pun bisa kutakhlukkan,hehehe. Hari minggu besok datang lagi ya! Aku akan menunjukkannya padamu!”katanya. Aku tersenyum.

”Ah Sulli-ah aku lupa! Karena kita sudah berteman,tukaran nomer hp ya! Hehe,”kata Luhan malu-malu.

”Ah ne,gwenchana…,”aku lalu mengeluarkan ponselku.

Mungkin jika dengan Luhan aku tidak apa-apa.. J.

***

”Ah,umma kok bisa kehabisan lada sih!”seru umma tiba-tiba saat aku sedang menonton diruang tengah.

”Aku belikan saja. Umma tunggu ya,”aku beranjak dari sofa.

”Eh eh,andwae andwae andwae! Biar umma saja,kau dirumah saja,”tolak umma sambil melepas celemeknya.

“Ahh sudahlah umma. Aku kan sekarang sudah rajin minum obatnya,aku sekarang cukup sehat kok,umma dirumah saja ok?”aku meminta uang pada umma. Umma memperhatikanku.

“Hmm…oke,jangan lama-lama ya!”pesan umma dengan raut khawatirnya yang sangat berlebihan.

“Neee! Jangan khawatir umma!!”aku lalu keluar.

Ahh sudah lama tidak keluar seperti ini. Rasanya bagus juga jalan-jalan sore! Matahari di sore hari memang yang paling indah! Selama ini jam-jam segini aku paling nonton tv atau dikamar…bahkan lebih buruknya aku malah berada dirumah sakit. Lihatlah anak-anak kecil yang bermain ditaman,lihatlah burung yang berterbangan dengan cerianya,lihatlah gerobak-gerobak penjual makanan yang ada ditaman! Sungguh pemandangan yang sudah hampir setahun lebih tidak kau nikmati kan Choi Sulli?!

Luhan,aku harus berterimakasih padamu. Sejak kehadiranmu dalam hidupku,aku jadi bersemangat lagi. Padahal selama ini kau selalu mendapat kekuatan dariku,kenapa tidak dari dulu aku mendapat kekuatan darimu juga?

Hmm lada lada lada? Ah ini! Hmm aku ingin beli cokelat ah… nah ini dia! Saatnya membayar!

”Loh? Sulli?”tunjuk Luhan.

”Luhan?!”tunjukku.

Aigooo~ ternyata Luhan kerja part time diminimarket ini?!

“Hahaha! Wah ketemu Sulli disini,kau tidak apa berjalan kaki sejauh ini?”Tanya Luhan sambil menghitung belanjaanku.

“Ne,umma sudah mengijinkanku. Kau kenapa kerja part time?”tanyaku heran. Apa Luhan tinggal sendirian?

”Demi impianku. Aku juga harus mengumpulkan uang untuk mendukungnya,”jawab Luhan. Dia ceria sekali…aku menyukai senyumnya itu.

”Ohh,haha aku akan mendukungmu,”ucapku sambil tersenyum.

”Gomawo Sulli-ah,kau ada disini saja & melihatku berselancar aku rasanya sudah senang sekali,”ucapnya.

***

Mungkin jika itu Luhan,aku tidak masalah…

Hari ini aku datang lagi ke pantai dengan pakaian musim panas yang sudah lama tidak kupakai. Rok berwarna biru cerah dengan tanktop berwarna putih dengan motif bunga berwarna kuning,rambut yang kukuncir setengah,wedges pantai berwarna hijau-kuning & tas kecil berisi bekal yang kubuat pagi-pagi sekali. Aku memperhatikan Luhan dari jauh lagi. Aku masih belum punya keberanian untuk mendekat.

Luhan-ah,biasanya ceria & konyol. Tapi kenapa disaat menerjang ombak itu dia terlihat begitu bersinar?

Tiba-tiba cewek yang memperhatikan kami dulu mendekatiku.

”Kau Sulli ya?”tanya cewek itu. Aku mengangguk.

“Aku Hara. Goo Hara. Aku sahabatnya Luhan. Dia selalu baik pada semua orang,ya,”kata cewek bernama Hara itu.

”Eh?”

Maksudnya?

”Dia tidak pernah memperlakukan orang lain dengan buruk & selalu perhatian pada siapa pun. Kebaikannya memang agak berlebihan tapi dia memang seperti itu pada semua orang. Mian,tapi aku Cuma takut kau menganggapnya beda. Sebelum kau kecewa sebaiknya aku beritahu dulu,”kata Hara.

Dheg!!! Apa ini? kenapa didadaku rasanya sakit sekali?! Ah…kenapa kepalaku jadi pusing? Sial!! Ini karena cewek ini tiba-tiba ngomong aneh!!

”Ya?!!”

***

Yang bisa kudengar terakhir kali adalah panggilan cewek bernama Hara itu. Lalu aku mendapatkan diriku terkapar dirumah sakit lagi. Dikamar biasa tempat aku sering dirawat. Aku benar-benar jenuh. Kapan aku bisa keluar tanpa mengkhawatirkan penyakitku akan menyerang tiba-tiba? Kapan aku tidak bisa kembali ke kamar yang membosankan ini lagi?

Krek…

”Sulli,obatnya sudah diminum belum?”tanya umma sambil mendekat ke ranjangku. Aku menyembunyikan obatku dibawah bantal lagi.

”Ne,”jawabku. Umma mengusap kepalaku.

”Kau harus rajin minum obatnya agar tidak lemah lagi. Arraso?”ucap umma. Aku mengangguk. Umma lalu meninggalkanku & menutup pintu kamar.

Sudah seminggu sejak aku pingsan dipantai. Baru kemaren aku pulang ke rumah. Selama itu Luhan selalu mencoba menghubungiku. Sudah 30 lebih sms yang dia kirimkan.

Sudah sehat belum?

Bagaimana keadaanmu?

Sudah minum obat & makan belum?

Balas smsku

Setidaknya beri aku kabar. Aku sangat mencemaskan keadaanmu!

Lalu sudah lebih dari 50 miscall yang masuk ke hpku dari nomernya.

Tuk tuk!! Aku terusik oleh bunyi kerikil yang dilemparkan ke jendelaku. Aku lalu membuka tirai jendelaku & mengintip ke bawah.

Luhan?!

Tit …tit …

From : Luhan

Ahh syukurlah kau menampakkan dirimu juga! Setelah seharian menunggu disini akhirnya aku bisa melihatmu sehat. Kamsahamnida Sulli-ah.

Kusibakkan tiraiku lagi,Luhan tersenyum & melambaikan tangannya padaku lalu pergi.

Kenapa aku ingin menangis seperti ini? Jika Luhan baik pada semua orang lalu kenapa aku harus risau? Bukankah kehangatannya inilah yang menyembuhkanku? Luhan-ah…aku pun rindu padamu!!!

”Sulli-ah?! Kau mau kemana?! Hei!! Kau masih sakit!!”panggil umma yang kaget melihatku berlari dari lantai atas keluar rumah.

Whatever!! Aku hanya ingin bertemu Luhan saat ini! Aku percaya padanya! Sejak awal aku percaya!!!

“Sulli-ah?”Luhan yang sedang membuang sampah kaget melihatku yang datang dengan rambut acak-acakan,kaos oblong dengan celana tidur yang gembrong & sendal jepit biasa.

“Xi Luhan! Aku suka!!”seruku dengan airmata yang sudah beruraian sejak tadi.

Please,aku tidak berani menatap wajahmu.

Greb!!!

Luhan menutupi tubuhku dengan jaketnya & memelukku.

“Babo,kenapa kau keluar dihari dingin seperti ini tanpa baju hangat? Aku juga…bahkan dari dulu aku sangat menyukaimu,”ucap Luhan. Aku menatapnya,Luhan tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan dengan airmata yang terus berlinang aku menerima ciuman pertamaku darinya.

***

“Sulli-ah!! Akhirnya aku mendapatkan tiket ke Jeju untuk turnamen ke pintu internasional nanti!!”seru Luhan senang.

“Jinjja? Chukkae …akhirnya impianmu untuk menjadi peselancar internasional tinggal sedikit lagi!”tanggapku tak kalah senangnya. Luhan memelukku erat.

“Ne! Ini berkat Sulli! Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu denganmu!”katanya riang. Aku tersenyum menanggapinya.

”Aku juga bersyukur memiliki Luhan,”ucapku. Luhan menatapku dengan hangat & tak lupa senyum hangatnya itu,dia mengacak-acak rambutku.

Sejak hari itu Hara meminta maaf denganku & mengucapkan selamat atas hubungan kami. Sejak hari itu juga aku jadi lebih sehat & sudah masuk sekolah lagi. Bahkan aku mulai datang ke klub basket lagi walau aku tetap belum bermain basket karena aku memang sudah tidak bisa lagi. Kami menjalani hari dengan ceria. Sejak ada Luhan,aku percaya masa depan itu ada. Karena Luhan,aku yakin dia akan membawakan masa depan itu padaku.

Luhan ah,masa depan seperti apa yang akan menanti kita? Yang jelas aku sekarang optimis untuk sembuh,setidaknya bertahan untuk terus sehat & tidak bolak-balik ke rumah sakit lagi. Ini semua karena Xi Luhan.

Namun sayangnya karena cuaca yang berubah-ubah,aku jadi kena flu & terkapar dirumah lagi. Hari ini Luhan latihan untuk turnamen di pulau Jeju,aku ingin menontonnya,memberi semangat tapi dia bilang aku harus berada dirumah walau ini Cuma flu biasa.

”Sulli-ah,ada temanmu datang!”seru umma dari bawah.

”Ne umma!”aku lalu turun ke bawah & mendapati Hara di depan pintu rumahku. Wajahnya kusut & pucat,sepertinya dia baru saja melihat kejadian yang sangat mengerikan.

”Sulli-ssi! Cepat ke pantai!!”katanya panik.

Kami berdua berlari ke pantai. Aku merasakan perutku mendadak panas & dadaku berdetak tak karuan. Sesampainya dipantai aku melihat keramaian di tempat biasanya Luhan latihan. Aku berhenti ditangga & tidak meneruskan langkahku.

”Anak yang tenggelam hari ini sungguh malang nasibnya. Untung sempat diselamatkan,”kata seorang namja.

”Tapi yang lebih tragis adalah yang menyelamatkan. Dia tidak bisa diselamatkan dari ombak besar itu walau akhirnya mampu menyelamatkan anak yang tenggelam tadi. Sungguh malang nasibnya,”tanggap temannya.

”Dia masih muda kan? Sayang sekali. Peselancar muda seperti dia harus mati diombak yang sering bermain dengannya,”

Kakiku kaku. Badanku kehilangan kekuatannya untuk berdiri. Aku jatuh terduduk mendengar ucapan demi ucapan orang yang baru saja dari bawah. Luhan-ah…

***

“5 tahun lagi aku akan jadi peselancar internasional yang terkenal didunia. Aku akan membangun rumah yang besar di Jeju & tinggal bersama anak & istriku disana. Anakku ada 5 orang. Ahh,2 tidak apa-apa sih. Yang satu laki-laki & yang satu perempuan. Tentu saja anaknya dari Sulli,”

Hei Tuan Xi Luhan,sampai kapan kau mau membual tentang ini lagi?

Sampai sekarang pun aku terus mengingat kata-kata ini diotakku. Berputar-putar saja bagaikan bola udara didalam mesin lotre. 5 anak? Heh,aku Cuma ingin punya 2 orang anak saja.

”Sulli-ah,sudah minum obatnya?”umma masuk ke kamarku. Aku tidak menoleh sama sekali. Tatapanku kosong ke arah jendela sambil memegang obat ditangan kanan & handphoneku di tangan kiri.

”Ayolah egi-ah,sudah sebulan berlalu. Jangan terlalu menyiksa dirimu,”ucap umma khawatir.

Ujung mataku yang berbebekas airmata yang sudah kering basah lagi & menghapus bekasnya.

Luhan-ah…

Tuk tuk!!!

?! Luhan?!

Aku langsung melompat ke jendela & menyibak tirainya. Setelah melihat siapa yang melempari kerikil ke jendelaku,aku mendadak lemas lagi.

”Hei Nona Xi Sulli! Turun!”ucap Hara dari bawah.

”Ada apa?”tanyaku setelah aku menemuinya dibawah.

”Ini! Surat dari masa depan! Aku disuruh ayahnya untuk memberikannya padamu. Bye,aku pergi dulu ya! Ah iya,kau jangan larut dalam kesedihanmu terus. Luhan itu tidak suka jika melihat orang yang dia cintai menderita. Bye! Dan semoga bahagia dengan surat masa depanmu itu!”Hara lalu pergi.

Aku menatap surat yang diberikan Hara padaku lalu membukanya.

Tiket pesawat Daehamingguk airlines. Tujuan : Seoul-Jeju untuk 2 orang. Xi Luhan & Choi Sulli.

”Huks…Luhan babo~,”tangisku.

Dasar babo! Kenapa kau ini bego sekali…!!

***

”Priiittt!!!”

”Sunbaenim,bolehkah kami pulang sekarang?”tanya salah satu anggota klub basket.

”Ne,latihan selesai. Semua tetap semangat ya! Sampai bertemu lagi selasa nanti,”jawabku.

”Asyik! Gomawo sunbaenim!”seru mereka semua.

Dalam hitungan menit,lapangan dipinggir pantai sudah kosong & hanya ada aku sendirian. Aku lalu turun ke pantai & berjalan mendekati air.

Matahari sore berwarna jingga menyambutku yang tersenyum kecil. Tenang & damai.

Sekarang aku menjalani hari dengan semangat yang berhasil aku bangkitkan kembali. Aku pun berhasil naik kelas & temanku yang dulu sudah lulus. Aku bertekad akan menyusul mereka di universitas tahun ini. Dan sekarang aku menjadi manager di klub basket. Karena aku masih sangat mencintai basket,walau aku tidak bisa bermain lagi tapi aku tetap berkecimpung didunia basket & menjadi managernya juga aku lakoni. Yang penting mulai sekarang,menjadi apa aku nanti,aku akan tetap berjuang meraih impianku & membawa masa depan itu lagi.

Hei Tuan Xi Luhan,apa aku yang sekarang terlihat seperti engkau yang dulu?

 

*author pov*

Sulli mengangkat tangan kanannya & menatap laut yang berwarna jingga karena pantulan sinar matahari sore lewat sela jarinya. Tiba-tiba senyum Luhan terlintas diantara laut yang tampak dari salah satu sela jari Sulli. Deru ombak yang lembut hampir mengikis tulisan hangul yang terukir di atas pasir.

Membawa masa depan kembali. Xi Luhan.

FIN

2 Tanggapan to “[REMASTERED] Future Is Ours”

  1. berliyana 29 Oktober 2014 pada 10:18 PM #

    hu,u,u knpa hrus mati luhan nya ?😥
    ini gak adil ..😥

    • cagalli14 1 November 2014 pada 5:42 PM #

      maafkaaan T___T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: