Love, Art & Friend – Chapter 1

12 Nov

Love, Art & Friend

By           : cagalli14

Genre   : romance

Cast       :

  • Choi Sulli : siswi kelas 2 SMA yang berusaha keras membuang bakat yang dia miliki dalam seni semenjak kematian ayahnya. Dikenal sebagai cold beauty, dia sangat cantik namun begitu dingin dan apatis.
  • Lee Donghae : guru baru di SMA Sulli dan mengajar kelas seni. Dia sebenarnya mengenal Sulli sejak dulu karena dia adalah murid dari ayahnya Sulli. Sengaja mengajar sebagai guru seni karena ingin mengembalikan passion Sulli dalam dunia seni. Ramah, baik hati, romantis dan idola semua siswi dan guru-guru perempuan di sekolah.
  • Oh Sehun : sahabat Sulli sejak kecil. Dia juga sangat dingin dan bengis sama seperti Sulli. Hanya kepada Sulli dia akan memperlihatkan emosinya yang sebenarnya. Sangat membenci Donghae yang mencoba membujuk Sulli untuk mencintai seni lagi.

loveartfriend

Chapter One      : X- CROSS

Hari itu seperti biasa siswa-siswi Seoul High Performance & Art School (SOPA) berbincang dan tertawa sebelum bel pelajaran pertama dimulai. Ada beberapa gerombolan perempuan yang hobinya berdandan sibuk bergosip di dekat pintu masuk kelas. Ada beberapa gerombolan laki-laki keren di sekolah yang mengobrol banyak hal di belakang kelas dengan beberapa dari mereka duduk di atas meja seperti seorang bos. Sulli, hanya satu dari siswi yang berharap dirinya tidak disorot oleh seorang pun namun percuma, dia selalu akan jadi bahan perbincangan. Kali ini dia masuk ke kelas seperti biasa. Rambut panjangnya yang lurus dan hitam terurai begitu indahnya, kulit pucatnya bagaikan es membuat dingin setiap yang menatapnya, bibir merah meronanya dipadukan dengan kulit pucat yang kontras, salah satu hal yang membuat orang takjub melihatnya. Sulli langsung mengambil tempat duduknya yang berada paling ujung, di sudut kelas yang menghadap ke luar jendela. Oh iya, Sulli tidak pernah lupa untuk diikuti oleh seorang pria yang mampu membuat hati para wanita menjerit histeris, pria yang tidak kalah dinginnya dari Sulli sendiri. Pria itu kini juga mengambil tempat duduk yang berada di sebelahnya, lalu mereka berdua dengan santainya terkadang memandang keluar jendela, terkadang menatap buku yang ada di depan mereka, terkadang sang pria memainkan rambut panjang gadis disampingnya.

“Sehun oppa selalu hangat jika bersama Choi Sulli,”bisik beberapa siswi di kelas yang melihat pemandangan itu.

“Yeah…jika saja Sulli tidak semenyebalkan itu, aku mungkin tidak protes karena dia memang sangat cantik,”tanggap temannya yang lain.

Saat mereka masih sibuk mengomentari satu sama lain, saling membicarakan perihal orang lain yang tidak berhubungan dengan mereka, sementara Sehun dan Sulli tidak mempedulikan dunia sekitarnya, bel masuk pun berbunyi. Semua murid mengambil tempat duduk mereka masing-masing dan duduk dengan tenang.

“Ssul, sampai jumpa di atap,”Sehun mengacak-acak rambut Sulli dengan pelan lalu meninggalkan kelas itu setelah mendapatkan senyum simpul dari bibir Sulli. Masih terlihat dingin dan tidak berekspresi. Hanya sudut bibirnya saja yang bergerak saling menjauh.

“Anak-anak, selamat pagi,”tiba-tiba Taeyeon seongsaemin masuk ke kelas, membuat anak-anak tersebut bertanya-tanya ada apa gerangan wali kelas mereka masuk ketika ini bukan sedang waktunya kelas vocal, yang diajari Taeyeon.

“Pagi saem,”balas yang lainnya.

“Hmmm…sebenarnya Kangin seongsaemin akan datang sebentar lagi, dia agak terlambat karena ada sedikit urusan. Kebetulan saya harus mengumumkan sesuatu pada kalian. Mulai hari ini akan ada guru baru menggantikan Ryeowook seongsaemin mengajar kelas seni. Mungkin dia tidak akan langsung masuk ke kelas ini untuk perkenalan. Dia bilang dia lebih memilih melihat kalian melukis dulu lalu dia akan menilai, kemudian mengenal kalian dari lukisan kalian. Jadi setelah pelajaran Kangin seongsaemin, kalian langsung ke ruang seni, mengerti?”ucap Taeyeon dengan tegas dan dibalas dengan ‘neee’ dari murid-muridnya.

Sulli membuang wajahnya ke luar jendela. Menatap pepohonan di hari yang dingin itu. Menyebalkan. Itu yang ada dalam pikirannya. Dia bahagia selama ini Ryeowook yang mengajar kelas seni. Dia akan selalu dengan senang hati ke atap tanpa mendapat protes dari Ryeowook yang sudah menyerah akan dirinya.

“Choi Sulli, karena ini hari pertama guru baru itu kau tidak boleh bolos. Mengerti?”tiba-tiba Taeyeon menunjuk langsung pada Sulli. Sulli masih membuang mukanya kea rah luar.

“Jika kau bolos kali ini aku tidak akan memberimu nilai sama sekali,”

***

“Hei hei, mana Choi Sulli?”tanya beberapa anak ketika mereka sudah tiba di ruang seni.

“Sudah kabur. Hahaha,”jawab yang lainnya.

“Aish. Dia mau ditelan Taeyeon seongsaenim apa?”tanya ketua kelas, Suho. Dia lalu mengacak frustasi rambutnya dan menuju ke kelas 2-C.

“Oh Sehun!”panggilnya pada pria yang sedang mengobrol di belakang kelas bersama beberapa cowok lainnya.

“Ah hyung, ada apa?”tanya Sehun dengan wajah datarnya.

“Kau tau dimana Sulli? Dia bisa habis oleh Taeyeon seongsaenim jika tidak datan ke kelas seni hari ini karena ada guru baru,”jawab Suho.

“Dia biasanya di atap, tapi jangan paksa dia hyung. Tidak ada yang bisa membuatnya baikan dengan seni lagi,”jawab Sehun santai.

“Bukan masalah itu. Aku tidak peduli jika dia memiliki kebencian mendalam pada seni tapi Taeyeon seongsaenim juga mengancamku jika Sulli tidak datang nilaiku juga akan jelek,”Suho mengacak rambutnya dengan frustasi. Dia benar-benar membenci kenyataan bahwa dia bisa sekelas dengan anak yang paling susah diatur saat naik ke kelas 2 ini.

“Yeah, itu masalahmu hyung. Coba saja kalau bisa membujuknya. Aku akan mentraktirmu bubble tea jika Sulli baikan dengan kelas seni,”ucap Sehun cuek.

“Tidak. Kau ikut denganku! Kau sepertinya satu-satunya orang yang dia dengar!”Suho keburu menarik Sehun sebelum cowok dingin itu protes. Sehun hanya memutar bola matanya, dalam hati bersumpah pada Suho bahwa dia akan menerima seseorang untuk berkencan dengannya jika Sulli mau sekali saja mendengarkan ucapannya.

Brak!!!

Angin yang cukup kencang menerpa wajah tampan kedua pria itu ketika mereka membuka pintu menuju atap. Seorang gadis yang rambutnya panjang terurai sampai ke pinggangnya berdiri di ujung sambil menatap kejauhan. Angin mempermainkan rambutnya yang panjang kesana kemari berirama, namun tidak dengan tubuhnya yang hanya diam tidak berkutik.

“Sulli-ssi, kelas seni akan dimulai,”ucap Suho mendekati Sulli. Sulli tidak menjawab, membuat Suho menyikut Sehun. Sehun mengerutkan keningnya, sedikit enggan namun dia cukup kasihan dengan Suho. Sehun berdehem dengan nervousnya karena dia cukup harap-harap cemas akankah Sulli mendengarkannya.

“Ssul, sekali ini saja tidak apa sepertinya. Toh hanya kelas perkenalan. Setelah itu seperti biasa, kau bisa membolos lagi kan? Turutilah saja Suho dan Taeyeon seongsaenim, jangan cari masalah dengan dia Ssul,”Sehun menepuk pundak Sulli agar gadis itu menatapnya. Sulli memberikan tatapan yang sangat dingin namun Sehun sudah terbiasa.

“Sulli-ssi,”

“Sulli-ah, sekali saja…ne?”tanya Sehun lagi. Sulli berpikir sejenak. Sehun semakin gugup dengan jawaban Sulli.

“Baiklah jika itu yang kau katakan Sehun,”ucap Sulli lalu meninggalkan mereka berdua tanpa seulas senyum maupun emosi sedikit pun. Sehun terdiam mematung. Dia tidak percaya dia bisa membuat Sulli mendengarkan ucapannya. Sekarang dia mulai panic, dia keburu bersumpah akan menerima ajakan kencan dari seseorang yang akan mengajaknya, siapa pun setelah ini, karena seperti biasa setiap hari selalu ada gadis yang menyatakan perasaannya pada Sehun.

“Sial,”gerutu Sehun.

“Kenapa sial Sehun? Benar-benar bisa diandalkan kau ini. Terima kasih Sehun-ah,”Suho merangkul Sehun sebentar, sebelum akhirnya mengikuti Sulli ke ruang seni. Sehun masih berdiri mematung di tempatnya. Dia benci kencan. Dia benci gadis lain. Dia bersumpah tidak akan bersumpah lagi. Sulli mengerjainya, sepertinya Sulli bisa membaca pikirannya. Sehun sangat menyesal.

***

“Selamat pagi, perkenalkan nama saya Lee Donghae. Saya yang akan mengajar di kelas seni mulai hari ini menggantikan Ryeowook seongsaenim. Seperti yang sudah disampaikan Taeyeon seongsaenim, saya akan mengenal kalian duluan melalui lukisan,”ucap guru baru itu yang mampu membuat semua gadis di dalam ruang seni tersebut tidak berkedip menatapnya. Ya, guru baru kali ini sangat tampan dan…eng…seksi.

“Saem! Lihat lukisanku dulu!”teriak seorang gadis berpita merah di pojokan sambil melambaikan tangannya.

“Tidak saem! Lihat yang aku!”

“Aniya saem! Aku jago banget melukis, mending lihat aku dulu!”

Begitulan. Semua siswi langsung berebutan membuat siswa disana jadi enek melihatnya.

“Tenang-tenang, aku akan melihat satu persatu dimulai dari sini,”Donghae langsung mengecek lukisan-demi lukisan dari pojok kanan. Beberapa dari mereka melukis dengan sangat indah dan cukup berbakat, membuat Donghae cepat mengingat nama mereka. Sampai akhirnya….

“Siapa yang melukis lukisan ini?”tanya Donghae keheranan. Hanya ada kertas kanvas putih polos dengan sebuah tanda silang besar berwarna merah melintang memenuhi kertas tersebut. Seperti menolak Donghae sama sekali.

“Eung…itu milik Choi Sulli, saem,”ucap Suho sedikit ragu. Ya, benar. Sulli tadi masuk ke ruang seni, mengambil kertas miliknya dan melukis sesuatu dengan sangat kilat. Suho terkejut melihat Sulli melukis tanda silang besar berwarna merah. Sulli benar-benar menutup kelas seni dari kehidupannya.

“Anaknya?”tanya Donghae sambil memperhatikan seisi kelas.

“Mungkin sudah kembali ke atap, atau ke perpustakaan,”jawab yang lainnya.

Donghae tertegun menatap lukisan itu. Ada sebuah kebencian yang besar tersirat dari lukisan penuh emosi tersebut. Seulas senyum yang tidak bisa dideskripsikan terlukis di wajah tampan Donghae.

“Menolak…uh?”gumamnya.

 

TBC

6 Tanggapan to “Love, Art & Friend – Chapter 1”

  1. ulfahalimatus 12 November 2014 pada 4:36 PM #

    Seru makin penasaran apa yang membuat sulli benci seni. Lanjut chingu pasti seru.

  2. berliyana 13 November 2014 pada 11:41 AM #

    milih sehun apa donghae ya ?

    • cagalli14 14 November 2014 pada 10:00 AM #

      milih dua2nya kalo bisa >< hehe makasih ya udah baca disini juga hihi

  3. bbuing bbuing 16 November 2014 pada 1:50 AM #

    안 녕, new reader. klo gurunya kayak donghae,harusnya sulli harus rajin masuk tu hehe

    • cagalli14 16 November 2014 pada 2:00 PM #

      hallo ^^ selamat datang di blog ini. iya aku juga kalo jadi murid donghae mah mau pelajaran dia terus hahaha

  4. Park Se Hui (HunJin) 23 November 2014 pada 4:02 PM #

    Akhirnya nemu ff pairing SeSul lagi. Yeay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: