Tag Archives: jonghyun

Fall In You

5 Apr

Cast : Onew SHINee,Luna f(x),Jonghyun SHINee & other cast as minor cast

Genre : romance

OST : Haru-Haru by Big Bang (?)

SILENT RIDER ARE NOT ALLOWED!

ENJOY 😉

Baca lebih lanjut

Iklan

ANGEL

30 Okt

Cast : suju, shinee, 2PM

Genre : humor

Annyeong, park rigi imnida!!! ^^

Aku adalah seorang member girl band pendatang baru… namanya ANGEL, pernah dengar??

Readers “kagak!! Siape tuh??”

Lah kan udah gw bilang, kami GB baruuuuu!! Baru 32 jam yang lalu debut di MUBANK.. pada nonton ga?? Ahhh pasti ga nonton makanya ga tauuuuu… hehe

ANGEL GB baru dibawah naungan JYP, ingat ga audisi JYP entertaiment di jakarta 2 tahun yang lalu?? Nah 5 orang gadis indonesia, LEE HEE RA (88, leader, dance) PARK RIGI (91, vocal) LEE SONG HEE (92, vocal) PARK RI RIN (94, dance) PARK YEUREUM (94, magnae, vocal) kepilih n di training 2 tahun di seoul deh. Beruntung kan kitaa…

Mau tau ekspresi kita waktu kepilih audisi?

Baca lebih lanjut

THIS END OF MY LOVE (kim jonghyun  story – sinopsis)

16 Okt

Genre : romance

Cast : SHINee

KIM JONGHYUN “heera,saat aku sendiri, kau datang padaku. Saat itu meski kau tau aku bukan apa-apa dan siapa2, kau tetap menemaniku, bahkan kau membantu ku. kau banyak menceritakan tentang dunia yang ku sangka hanya berwarna hitam. Awalnya aku menutup diri dari mu, aku benar-benar tidak percaya diri dengan segala kekuranganku. Tapi kau meyakinkan ku dengan rasa nyaman yang kau berikan. Mulai saat itu aku mencintai suara mu… keceriaanmu, cerita mu, lembutmu.. kita sering tertawa bersama, menyanyi bersama. Kau memang terlalu banyak membantuku, bahkan kau juga yang  mencarikan donor mata untuk ku. kau bilang itu tabungan ku, aku tau kau berbohong.. aku yang hanya membantu ahjussi membersihkan tumpukan buku berdebu diperpustakaan, tidak mungkin memiliki uang sebanyak itu. tapi aku mengikuti perkataan mu, aku akan operasi. Dan orang pertama yang ingin ku lihat adalah kamu.

Namun, saat pertama kali ku buka mata, tidak ada seorang pun disamping ku,hanya ada dokter dan seorang perawat didepan ku. Semua yang ku butuhkan telah kau selesaikan, bahkan kau mengontrakan sebuah rumah sederhana dengan dapur yang penuh makanan, lemari pakaian yang menyimpan banyak baju, dan beberapa sepatu. Kau tidak pernah ada lagi heera, kau bohong pada ku, kau mengingkari janjimu untuk selalu bersama ku.

Seminggu setelah kesembuhan ku, beberapa orang dari perusahaan rekaman menjemputku dan mengaudisi ku. mereka suka suara ku, aku pun di training. Selama 2 tahun akhirnya aku bergabung didalam sebuah boyband dengan anggota 5 orang, kami bernama SHINee.

Debut kami berhasil, dengan sekejap kami banyak mengumpulkan fans sehingga layak kami beri nama ‘SHINee world’. Aku semakin MELUPAKANMU, aku terlalu sibuk dengan kegiatan SHINee.

Sungguh sebenarnya ada rasa benci padamu, mengapa setelah aku normal kau menghilang. Aku tidak mengetahui jejak mu. Meski diam2 aku masih menyuruh orang menelusuri keberadaan mu. Namun yang ditemukan nya hanya sebuah nisan. Apa itu kau, Heera?? Aku tidak percaya… di nisan itu tertulis nama lain, lee hyunja. Sudahlah ini percuma, cukup sudah, kini aku benar-benar ingin melupakan mu.

Sampai suatu ketika seorang gadis datang dikonser kami dan menarik perhatian ku, badannya kurus, rambutnya panjang bergelombang. Dia duduk dikursi roda. Tidak berteriak, tidak berbinar. Hanya mengamati ku tanpa ekspresi, tanpa (mungkin) dia sadari, beberapa tetes air mata jatuh dipipinya. Ada sorot aneh dimatanya. Aneh… tapi aku mengabaikannya.

Sejak itu gadis itu selalu ada dikonser kami. Selalu duduk diantara penonton terdepan. Selalu dengan tatapan sedih, ah bukann… seperti tatapan rindu. Dia tidak menatap SHINee, dia terus menatapku. Akuu… penasaran.

Hari itu setelah turun dari panggung aku langsung mengambil jaket ku di waiting room dan keluar menuju pintu keluar penonton. Aku menutupi wajah ku, aku tidak melihatnya keluar dari pintu itu. aku keluar menuju parkiran didepan gedung. Aku tidak menemukannya.

Aku masuk dan melewati pintu gedung yang masih terbuka, sudut mata ku menangkap ada seseorang didalam sana. siapa?? Kru kah?

Aku masuk perlahan dan melihat gadis berkursi roda yang kucari sedang menangis sambil berkata ‘mianhe… mianhe… aku rindu, tapi aku tidak bisa… mianhe kim jonghyun, aku bangga padamu’

Aku tersentak mendengar suaranya, suara ini… suara yang dulu mewarnai hari-hari ku yang gelap. Suara yang selalu aku rindukan, yang membuat ku tersenyum, suara yang dulu riang dan percaya diri, yang selalu menyemangatiku, ya ini suaramu heera… aku menemukan mu..

Aku memeluknya, dia kaget dan mendorong ku, matanya terbelalak marah dan dengan sinis dia berkata ‘siapa kau??’

‘heera??’

‘siapa heera!!?’

‘tidak, kau heera!’

‘ani… aku lee hyunji’ dan dia langsung memutar roda dan pergi menuju keluar, aku terdiam bingung”

***

Author : chaontae_min

“loh, ini sinopsisnya panjang bener yah?? konfliknya kebaca.. hahaa… aku mau ngeliat respon dulu ahh, kalau bagus aku bikin FF nya, kalau enggak, ya udah.. hihii”

1 MOM 4 DADS (part.1)

30 Sep

Credit : one mom and three dads (serial korea)

Genre : humor,friendship,family

Cast : onew (25th) : namja ganteng yang pelit gila, kalau penampilan sih keliatan berwibawa dan keren (kemeja, jas, jeans/celana dasar dan sepatu pantopel) dan dia berobsesi punya istri tajir. Onew bekerja di perusahaan saham dengan kedudukan yang lumayan menjanjikan. Jadi ga heran setiap ada keperluan sahabatnya selalu meminta dia yang menanggung.

Baca lebih lanjut

UNTUK MU HYUNG (1 shoot)

30 Agu

Cast : Taemin (tokoh utama), Onew, Minho, Key, Jonghyun

Genre : friendship

Pertandingan basket sudah semakin dekat, taemin, onew, key dan jjong sedang berlatih bersama dilapangan sekolah. Mereka terlihat sangat bersemangat, peluh membasahi badan mereka, pertanda sudah cukup lama mereka bermain hari ini.

Pelatih memanggil mereka dan menyodorkan sekardus air mineral dipinggir lapangan. Taemin duluan berlari mengambil sebotol air mineral dan langsung menghabiskannya. Dia mengambil sebuah botol lagi dan menyerahkannya kepada key yang ada dibelakangnya. Jjong pun sudah membasahi badannya yang kegerahan dengan air itu. sedangkan onew masih berjalan mendekati. Taemin yang melihatnya, segera mengambil sebotol air lagi dan menyodorkannya kepada onew sambil tersenyum, “nih hyung” katanya riang.

Onew menoleh sebentar padanya, mengambil air itu dan duduk disebelah pelatih. Senyum taemin menjadi hambar. Ah tapi sudah lah, onew hyung kan memang cuek. pikirnya.

Taemin pun kembali serius mendengarkan pelatih mereka bicara, memberikan penilaian dan saran. Dan kemudian mereka pulang bersama, naik mobil key.

Sudah cukup lama mereka bersahabat. Terutama key jjong dan onew, karena mereka berada di satu klub olah raga yang sama. Kemudian taemin si anak baru (ya, dia baru kelas 1). Entah kenapa sejak kedatangannya di klub itu, key langsung akrab padanya. Onew dan jjong, sebagai yang paling tua, saat ini duduk di kelas 3, juga ikutan akrab dengan taemin. tidak seperti jjong yang sangat ramah, onew memang terkenal cuek dan itu membuat taemin sedikit segan pada hyungnya yang satu itu.

“wah hyung, sebentar lagi kita tanding nih. Aku ga sabar deh, sudah lama aku menantikan moment itu” seperti biasa, taemin yang childish terlihat riang bersemangat.

“ne, kita benar2 harus berlatih keras” lanjut key sambil menyetir. taemin yang duduk disebelahnya mengangguk pasti.

“ya ya… tapi karena latihan ini pacar2 ku pada ribut nih. Dibilang nya aku ga punya waktu lagi lah, hmm… habis aku dicerewetin mereka. kesana diceramahin, kesini diocehin, kesitu diomelin. Agh, kepala ku jadi pusing” jjong mengeluh. Onew yang duduk disampingnya langsung menimpali.

“siapa suruh punya cewek banyak!? Satu saja susah mengaturnya. ckck”

“yeee… siapa suruh suka sama aku. Kan aku ga tega nolak. kasihan sih” jjong ngeles.

“alah, itu mah alasan mu aja hyung. kau kan emang doyan ngoleksi wanita” timpal key menyindir.

“hyung kan bangga tuh kalau dikejar2 cewek. Berasa tenar gitu kan!?” lanjut taemin menggoda jjong, sambil tertawa.

“mmm… ga gitu juga sih, heee” jjong ketawa lebar penuh makna.

Ya, itulah jjong. Orangnya lucu, ramah, ganteng dan keren, memang terkesan playboy sih. Saat ini saja pacarnya 3, satu disekolah, satu di dekat rumah, satu teman sd nya dulu. Dia bangga sekali menyandang status itu, kadang dia merasa beberapa teman pria disekitarnya iri dengannya.

Sedangkan key, dia seperti ibu diantara mereka. dia ganteng dan stylis, bersifat sangat perhatian dan penyayang. Dia selalu siap berepot-repot ria mengurus segalannya yang dibutuhkan sahabatnya. Ya wajar saja, diantara mereka key lah yang paling tajir. Apalagi pada taemin, dia sangat memperhatikan taemin. selain karena hanya taemin dongsaengnya, taemin juga tinggal sendirian, tanpa ayah ibu dan kakak, mambuat key ingin selalu melindunginya.

Taemin magnae mereka, anaknya selalu tersenyum riang. Badannya memang sedikit kecil dibandingkan yang lain. Tapi dia sangat lincah dalam bermain basket. sebenarnya belum lama dia menekuni bidang ini, tapi sejak kematian kakaknya minho,

Dia pun termotivasi untuk bermain basket.

Sejak berumur 13tahun, taemin dan minho hanya hidup ber2 di apartemen sederhana peninggalan orang tua mereka. orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sejak itu hanya minho yang menjaganya, memasak untuknya, mengurus segala keperluannya, sehabisnya uang peninggalan ayahnya, minho pun menyempatkan bekerja di salah satu restorant sepulang sekolah. Minho adalah sosok kakak yang sangat ideal dimata taemin. tidak heran dia begitu terpuruk dengan kematian hyungnya.

Namun sejak dia bersahabat dengan key jjong dan onew, taemin kembali bangkit dan bersemangat. Merekalah kini sosok pengganti hyungnya. Key hyung, jjong hyung dan onew hyung.

Onew memang sebaya dengan jjong, tapi tetap saja onew lebih tua beberapa bulan darinya. Sebagai yang paling tua dia bersifat melindungi sahabat2nya. meski sifatnya terkadang cuek dan lebih pendiam. Key dan jjong yang sudah terbiasa tidak begitu memperdulikan sifatnya. Tapi taemin, sebagai dongsaeng yang paling kecil begitu penasaran dengan hyungnya ini. Entah kenapa, meski sifat onew cuek, dia tau kalau onew memiliki hati yang lembut. Lagi pula dibeberapa waktu, onew hyung terlihat ceria dan bersemangat menggoda key dan jjong.

Kadang onew meninggalkan handuk dan minuman ringan saat taemin memutuskan untuk meneruskan latihan sendiri. Taemin memang banyak menaruh harapan untuk pertandingan ini. Tidak heran dia meluangkan waktu lebih banyak untuk berlatih sendiri.

***

Sore itu sepulang sekolah mereka kembali berlatih basket. tiba2 pacar jjong (yang 1 sekolah) datang kesana dan memanggilnya.

“oppa!! Pulaaang..” rengek nya dari pinggir lapangan.

Awalnya jjong tidak perduli, sampai kemudian pacarnya berteriak, “OPPA!! DENGAR TIDAK, AKU MAU PULANG!! BERHENTILAH BERMAIN”

Mereka langsung menoleh pada cewek itu. jjong melengos dan berpamitan ke pinggir lapangan. Yang lain geleng-geleng dan meneruskan latihannya.

“ya! kau tidak lihat aku sedang latihan??”

“ahh… oppa, kau tidak kasihan pada ku. supir ku kan cuti seminggu. Aku ingin pulang denganmu” dengan manja dia merengek.

“bagaimana kata teman2 ku nanti hyo-ah? Kami akan melakukan pertandingan besar loh!”

“mwo!? Kau lebih peduli pertandingan itu dari pada aku oppa??”

“ya ga gitu juga sih.. ya sudah, aku pamit dulu” dengan malas jjong berlari ketengah lapangan menghampiri sahabat2nya.

“eh, aku duluan iah. Hyo sudah merengek padaku, gerah aku melihatnya bila tidak menuruti keinginannya”

“tapi hyung, kita kan baru latihan sebentar!” taemin protes.

“taem-ah, aku tidak bisa menolak permintaan hyo”

“ya sudah pergilah. Besok kita bisa latihan lagi” onew bersuara bijak.

“oke hyung! makasih ya.. daaa” jjong segera berlari menghampiri pacarnya dan berlalu pergi.

“hyung, pertandingan sebentar lagi, aku merasa kita belum bermain baik. Aissshh” keluh taemin.

“tenanglah taeminie… besok jjong pasti ikut latihan lagi. kau tidak usah khawatir” key menjelaskan.

“ne hyung. aku terlalu berlebihan ya? ayo kita latihan lagi”

Onew mengangguk dan melempar bola ke taemin. dan mereka berlatih lagi hingga tanpa terasa hari sudah gelap.

***

“hyung, apa permainan kita sudah cukup bagus untuk menghadapi pertandingan nanti?” tanya taemin . mereka kini sedang dalam perjalanan pulang.

“kurasa kita mampu taem. Kenapa kelihatannya kau khawatir sekali” jawab key.

“ne hyung. aku benar2 ingin menang” jelas taemin.

“tenang magnae, kita pasti menang!” tegas onew kemudian. Taemin langsung menoleh pada onew yang duduk dibelakang dan tersenyum. Onew membalas senyumnya dan kembali menatap kaca, memandang jalan.

Meski singkat dan tegas, jawaban onew hyung membuatnya cukup tenang saat ini. Kata2nya memberikan harapan yang cukup besar untuk taemin.

***

Hari pertandingan semakin dekat, setiap latihan jjong selalu diganggu oleh pacarnya (yang satu sekolah itu) hyo. Kalau hyo tidak ada, jjong sibuk BBM-an sama pacarnya yang lain. Entah kenapa tiba2 jjong sulit diajak latihan. Ada saja yang mengganggunya. Ternyata semakin mendekati hari-H, semakin berat cobaan kami.

Konsentrasi jjong mulai terganggu. Bukannya dia senang dengan gangguan pacar2nya itu, tapi dia tidak pernah bisa menolak bila pacarnya mulai merengek.

Taemin terlihat mulai kesal. Key yang menyadarinya segera mendekati jjong disela-sela latihan.

“hyung, pertandingan sudah didepan mata. Kenapa kau malah tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan ini?” tanya key pelan.

“mianhe. Aku sendiri bingung, akhir2 ini pacar2 ku semakin bertingkah. Dikit2 marah, dikit2 datang menganggu. Aku jadi tidak bisa fokus” jjong memegangi kepalanya berpikir.

“ne, aku mengerti hyung. cobalah memberikan pengertian kepada mereka. ini bukan pertandingan kacil. Bila kita memenangkannya, kita akan maju ke tingkat nasional” key mencoba pengertian.

Jjong mengangguk. Mereka kembali latihan. Lumayan. Latihan kali ini berjalan cukup lancar sampai kemudian hyo (pacar jjong) muncul dan kembali berteriak memanggilnya.

“oppa!! Kau sudah cukup lama berlatih, ayo pulang!” teriaknya memerintah.

Jjong mencoba cuek. Tapi konsentrasinya tiba2 buyar, dan dia mulai bermain buruk. Pertama dia terjatuh, ke-2 bola yang dilemparkan taemin tidak ditangkapnya (sepertinya pikirannya tidak disini lagi), sampai tiba2 dia duduk kelelahan dan berkata “AHH AKU CAPEK!”

Mendengarnya taemin langsung melempar bola basket kearah jjong, untung saja jjong sempat mengelak. Dia berdiri dan marah, “HEI TAEM APA2AN KAU!??”

Key merasakan aura panas diantara mereka, dia segera mendekati taem yang sudah terlanjur marah. Sebenarnya sudah lama dia menahan marahnya terhadap jjong karena tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan.

“APA KATA MU?? CAPEK!? KAU PIKIR ONEW HYUNG TIDAK? KEY HYUNG TIDAK? AKU TIDAK??” bentak taemin. key semakin erat memegangnya.

“taeminie, sudahlah..” namun, sia-sia. Taemin sudah terlalu marah dan mengabaikan perkataan hyungnya.

“LOH KENAPA KAU MARAH2! APA HAK MU MEMBENTAK KU!”

“BERHENTILAH BERMAIN2! PERTANDINGAN SUDAH DEKAT! AKU KESAL MELIHAT MU. BAGAIMANA KITA BISA MENANG!! HENTIKAN MENGURUSI CEWEK2 MU ITU” hyo yang merasa namanya di sebut2 segera ketengah lapangan. Namun onew yang melihatnya, menahannya dan menyuruhnya kepinggir.

“BUKAN MAU KU BODOH! AKU JUGA MAU MENANG! KAU TIDAK PERLU MEMBENTAK KU! KAU MASIH KECIL, TAU APA KAU!”

“YANG AKU TAU PERMAINANMU BURUK! AKU MEMANG MASIH KECIL, TAPI AKU BISA BERTANGGUNG JAWAB DENGAN PERMAINAN KU!” mendengar bentakan taemin. jjong mendekat, dia mendorong taemin dengan kedua tangannya. Membuat taemin limbung. Key pun ikut terdorong kebelakang.

“JADI KAU MAU APA SEKARANG HA? TIDAK SUKA?? MAU RIBUT DENGAN KU!?”

“JONG! BERHENTI BICARA!” tiba2 onew hyung berteriak lantang.

“APA KAU!? KAU JUGA MAU MEMBELANYA? DIA YANG MEMBENTAK KU DULUAN” kembali mendekati taemin, mengepalkan kedua tangannya, nyaris meninjunya.

“APA HYUNG!? KAU MAU MEMUKUL KU? PUKUL LAH! AKU TIDAK SEGAN MELADENIMU!” taemin malah balik menantang.

Jjong pun mencoba melayangkan sebuah pukulan. Namun key mendorong taemin keras sehingga taemin terjatuh. Pukulan itu malah mengenai bahu key.

Onew langsung menangkap tangan jjong dan menghempaskannya. Onew marah.

“HENTIKAN JONG!!” tapi jjong sudah terlalu kesal. Dia pun kembali berdiri dan mendekati taemin.

Onew mendorong taemin menjauh dan mendekati jjong.

“JANGAN PUKUL DIA! HADAPI AKU BILA ITU MAU MU!” bentaknya tegas.

Jjong menatap onew kaget. belum pernah onew terlihat semarah itu selama mereka mengenalnya.

Dia pun beralih menatap taemin sinis, dan pergi dengan kemarahannya.

Onew langsung mendekati key dan taemin. dia melihat bahu key.

“key, bahu mu biru”

Key menggeleng, “aku tidak apa2 hyung..” mereka melirik jjong yang menarik kasar tangan hyo keluar.

“taemin, kau tidak apa2?” onew bertanya cemas. Taemin menggeleng pelan menatap hyungnya. Dia merasa bersalah. Lalu dia langsung berlari keluar meninggalkan key dan onew tanpa berkata apa-pun.

“TAEMINIE!??” key berteriak memanggilnya dan ingin menyusulnya. Namun onew mencegahnya.

***

Seperti biasa malam itu key mengantar sahabatnya pulang. Namun kali ini hanya onew. Jjong marah. Taemin pun pergi begitu saja.

“hyung, apa taemin tidak apa2? Aku mencemaskannya”

Onew yang sedari tadi diam sibuk dengan pikirannya menoleh dan menjawab “tenang key, dia pasti tidak apa2”

“taemin terlihat sangat marah hyung. aku sendiri kaget”

“ne. aku juga. Ku harap dia tidak apa2, kita doakan saja key-ah”

“ne hyung” key mengangguk. Meski pikirannya masih dipenuhi oleh kekhawatirannya kepada taemin.

Tak lama kemudian mereka tiba didepan rumah onew. Onew pun berpamitan turun, “segeralah pulang kerumah. Aku akan melepon mu 5 menit dari sekarang. Dengar!?”

“ne hyung…” key menjawab. Meski dia tidak mengerti mengapa onew begitu. Onew takut key tidak segera pulang ke rumah. Dia ingin dongsaengnya segera beristirahat. Pasti lelah setelah tadi kami bertengkar hebat, pikirnya.

Key telah berlalu, onew menatap rumahnya. Sebelum dia melangkah pergi.

***

“ahjussi, apa taemin sudah pulang?” onew bertanya kepada penjaga kunci di apartemen taemin.

Ya, onew mengkhawatirkan adiknya. Jadi dia langsung berjalan ke apartemen taemin yang tidak begitu jauh dari rumahnya (sebenarnya kalau jalan kaki ya jauh juga), ia ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.

“dari tadi dia belum pulang. Kuncinya masih ku simpan di rak” onew kaget mendengarnya. Pantas lah sejak di mobil tadi perasaannya tidak tenang. Tapi dia berusaha menutupinya agar tidak membuat key semakin cemas.

Onew berpamitan dan pergi. Dia juga meninggalkan nomor hp-nya, meminta ahjussi menghubunginya bila taemin sudah pulang ke apartemen.

Kini onew kembali menelusuri jalan yang sepi itu. dia melirik jam ditanganya, pukul 10:40pm. Aishh.. taeminie, dimana kau? Ini sudah larut malam. Onew benar-benar cemas kini.

Dia berpikir, dimana kira-kira dia bisa menemukan taemin. dia terus berpikir dan ingat kejadian beberapa minggu yang lalu.

(flashback)

Selesai latihan taemin terlihat murung memandangi sepatunya. Aku memperhatikannya. Kenapa taemin? ada apa dengan sepatunya?

Key dan jjong kebetulan tidak memperhatikan taemin. taemin pun langsung memasukkan sepatunya kedalam loker dengan lemas.

“taemin? kau tidak apa2? Lemas sekali?” jjong bertanya saat melihat taemin yang lemas.

“ga apa-apa hyung. jangan khawatir” taemin mencoba tersenyum.

Dari sini aku kembali memandangi taemin dan lokernya secara bergantian. Diotak ku terus muncul pertanyaan. Ada apa dengan sepatu taemin? kenapa dia sedih sekali memandangi sepatunya?

“hyung, ayo pulang!” key memanggilku.

“oh, ne! duluan lah, aku membereskan barangku dulu” aku menyuruh mereka pergi.

“ne hyung, kami tunggu di mobil ya. jangan lama loh!” jjong pun ikut menyahut. Aku mengangguk mantap. Kulihat taemin masih menunduk sedih. Mereka pun berlalu.

Aku segera mendekati loker taemin. kebetulan aku hapal bahwa taemin selalu menyimpan kunci lokernya di atas loker nomor 6 (sudut atas). Jadi ku ambil kunci itu dan ku buka lokernya. Aku mengambil sepatu taemin, kupandangi ternyata sepatu olah raga taemin robek cukup parah.

“robek? Inikan sepatu olahraga taemin satu-satunya?” pikirku.

Akupun memperhatikan sepatu itu dengan seksama. Sepatu ini memang sudah tidak layak dipakai. Pasti taemin tidak nyaman lagi memakainya. Bagaimana ia bisa bermain dengan bagus, padahal dia berlatih dengan semangat.

Aku pun mengembalikan sepatu itu ditempatnya, mengunci loker itu dan segera menyusul teman2 ku dimobil.

***

Esoknya taemin masih terlihat tidak bersemangat. Sepertinya dia begitu sedih memikirkan sepatu olah raganya. Aku memutuskan untuk menemuinya sebelum latihan nanti.

Namun ternyata taemin tidak datang ke lapangan saat itu. aku pun berpamitan mencarinya.

Ternyata dia tidak ada disekolah, aku meminjam mobil key dan berjalan keluar. Tidak jauh dari sekolah ada sebuah taman yang cukup besar. Kulihat taemin duduk murung disana. Jadi kuputuskan untuk berhenti dan turun mendekatinya.

Dia masih menunduk sampai aku duduk disampingnya. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ku kaget.

“hyung??”

Aku tersenyum.

“kenapa tidak latihan?” tanya ku singkat.

Dia kembali menunduk dan berkata, “aku lagi tidak bersemangat hyung”

“tidak biasanya seperti itu. kau kan yang paling bersemangat latihan. Ada apa?”

“eh.. tidak ada. Aku hanya malas” taemin terus berbohong.

Onew pun meraih tasnya, dan membukanya. Dia mengambil sebuah kotak dan menyerahkan kepada taemin.

“ambil lah, ku harap itu muat dengan mu” taemin mengambil kotak itu dan membukanya.

Dia kaget melihat sepasang sepatu olah raga NIKE berwarna putih yang sangat bagus didalamnya.

“hyung? ini?” taemin bertanya ragu dan kaget.

“itu milik mu”

“ahh.. hyung? dari mana kau..”

“aku tau semuanya tanpa kau sadari” onew memotong perkataan taemin.

“tapi hyung, ini kan mah…”

“shutt… pakailah itu, biar kita bisa latihan” lagi-lagi onew memotong ucapan taemin.

Taemin kembali melihat sepatu itu dan mencobanya. Muat (tentu saja muat, onew sudah menghapal ukuran sepatu taemin), sangat lembut, ringan dan nyaman.

Taemin tersenyum dan memeluk hyungnya.

“hyung, terima kasih” onew gugup, dia salah tingkah, namun dia mencoba membalas pelukan taemin. dia senag bisa membahagiakan dongsaengnya itu. meski uang tabungannya terkuras habis. Dia ikhlas. Dia senang melihat keceriaan kembali diwajah taemin.

“ayo hyung, kita latihan!” taemin mulai tertawa riang.

(end flashback)

Ah.. ya, taman dekat sekolah! Mudah2n dia ada disana.

Onew segera berlari menuju sekolah, ada jalan pintas menuju kesekolah, tidak sejauh bila dia melewati jalan raya seperti biasanya saat diantar key.

Onew terus berlari.

Dan benar, dari kejauhan dia melihat sosok taemin. duduk menunduk seperti dulu. Saat dia akan memberikan sepatu olah raga.

“taeminie??.. hu huuh” onew memanggilnya, sambil mencoba mengatur napasnya yang ngos-ngosan.

Taemin menoleh padanya.

“hyung? bagaimana kau tau aku disini?”

“aku kan pernah bilang, aku tau semuanya meski kau tidak menyadarinya”

Taemin menoleh kebelakang ku dan kembali berkata, “kau sendiri hyung?”

Onew duduk disebelahnya, “ne. aku sendiri”

“kau berlari hyung? dari mana?” taemin melihat sekujur badan onew dibasahi oleh keringat.

“hee.. aku dari apartemen mu!” onew menjawab cengengesan. Malam ini sifat cuek onew hilang tiba-tiba. Membuat taemin takjub.

“ya Tuhan, kau berlari sejauh itu hyung?” taemin membelalakan mata tidak percaya.

Onew menatapnya dan mengangguk. Mata taemin terlihat merah, sepertinya dia habis menangis.

“kau tidak apa-apa magnae?” tanya onew pelan. Tiba-tiba raut wajah taemin berubah menjadi sangat sendu. Dia kembali menunduk.

“karena masalah tadi?” lagi-lagi onew bertanya pelan.

“aku merasa bersalah pada kalian hyung… pada jjong hyung, pada key hyung yang ikut terpukul, pada mu hyung yang jadi sangat marah. Aku mengacaukan segalanya. Seharusnya aku bisa mengendalikan emosi ku” pelan-pelan taemin berusaha menjelaskan.

Onew memandangi taemin, mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“kau tau hyung, aku benar2 marah pada jjong hyung. pertandingan tinggal 3 hari lagi. tapi jjong hyung tidak pernah berlatih dengan serius. Aku takut kita kalah hyung” air mata taemin mulai mengalir (lagi).

“kau tau hyung, aku tidak punya siapa-siapa lagi. umma dan appa meninggal saat kami masih kecil, aku hanya berdua dengan minho hyung. dia sangat perhatian padaku. Aku sangat menyayanginya. Dia berbuat banyak untuk ku, dia bekerja sepulang sekolah. Malamnya dia latihan basket. kau tau hyung? dia sangat mencintai basket. terakhir yang ku tahu, minho hyung sibuk berlatih untuk pertandingan seperti ini juga. Dia sangat berambisi, dia ingin menang dan masuk kepertandingan nasional agar bisa bergabung di klub basket nasional. Saat dia pulang latihan, sebuah mobil menabraknya…” taemin sesegukan menangis. Onew mengelus punggungnya. Berusaha menenangkan.

“aku masuk ke SMA ini, karena SMA ini terkenal dengan klub basketnya yang hebat. Aku ingin meneruskan cita-citanya hyung. itulah mengapa aku takut kalah. Sudah lama aku menunggu pertandingan ini hyung… jadi aku marah sekali saat jjong hyung menyepelekannya hyung… aku sedih sekali. Padahal aku menaruh banyak harapan disini”

“aku tidak menyangka ini malah terjadi, kini aku merasa sangat bersalah. Sebenarnya aku tidak ingin marah. Aku begitu menyayangi kalian. Bagi ku, hanya kalian yang aku miliki. Kalian hyung ku. tapi kenapa hyung ku malah mengecewakanku…”

Onew memeluk taemin. sebenarnya dia juga ingin menangis. Tapi ditahannya. Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan magnaenya itu.

“aku mengerti.. aku mengerti… sekarang menangislah dulu. Lepaskan semuanya biar kau lega magnae-ah.. tananglah, aku JANJI padamu, KITA PASTI MENANG! AKU JANJI!!” taemin mengangguk pelan masih menangis.

“taeminie… maaf bila aku bersikap cuek padamu. ku rasa aku tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan dengan baik padamu. tapi percayalah, aku selalu memperhatikan mu. Aku selalu menganggap mu dongsaeng ku, aku menyayangi mu. Jadi jangan bilang kau tidak punya siapa-siapa. Kau punya aku, dan yang lainnya. Kau benar, kami hyung mu. Kau dongsaeng kami. Kita akan terus bersama ya!?”

Taemin menatap onew lembut. Memandang matanya dalam. Yang ditemukannya adalah kejujuran dan ketulusan hyungnya. Baru kali ini dia melihat onew selembut ini. Taemin pun kembali memeluknya.

“besok aku akan bicara pada jjong, kau tidak usah khawatir lagi. kita akan latihan dengan baik 2 hari kedepan” taemin mengangguk lagi.

Tangisnya mulai berhenti.

“hyung… makasih ya. kini aku lega”

“ya, seharusnya kau tidak menyimpan ini sendiri, kau bisa bercerita apa saja padaku”

“jinja hyung!?”

“ne, mulai sekarang aku akan berusaha lebih membuka diriku. Hayo mana senyum mu?”

“oh hyunggg.. aku sayang sekali padamu”

“ya ya.. aku tau. Sudah, kita pulang. Ini sudah malam” onew segera berdiri. Taemin mengikutinya dari belakang. Onew menoleh.

“hayo sini, jangan berjalan dibelakang ku. berjalan lah disamping ku dongsaeng-ah” taemin tersenyum manis dan segera berjalan disisi hyungnya.

***

Esok harinya jjong meminta maaf pada taemin. dia menjelaskan semuanya dan berjanji akan mulai serius berlatih. Onew sudah menjelaskan semua permasalahan padanya semalam.

Semua tertawa senang dan mulai bersemangat untuk latihan. Mereka berjanji akan memberikan kemenangan ini pada taemin.

Saat latihan taemin selalu mendekati onew, onew pun mulai meladeni celotehnya dengan riang. Membuat key dan jjong aneh.

“key, tumben banget hyung seperti itu. biasanya dia cuek cuek bergembira… ckck” jjong berbisik pada key.

“ya, aku juga menyadarinya. Mungkin kepalanya abis terbentur keras, jadi dia sadar deh. Hehe” jawab key ngasal.

“tapi ga apa-apa deh, onew hyung begini malah lebih baik..”

Mereka pun tersenyum sepakat.

***

(HARI-H, pertandingan)

Euphoria distadion itu sangat meriah, diiring lagu 5566 *zen yang (ost.mvp lover) mereka bermain dengan sangat baik. Mereka sangat kompak dan berhasil memasukkan bola dengan mulus. Poin mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan lawan. Membuat mereka semakin bersemangat.

Sebentar lagi waktu habis. Pihak lawan mulai bermain dengan arogan. Membuat taemin yang berbadan kecil terjatuh. Key dan jjong kompak menahan lawan, jjong melempar bola pada onew dan didetik terakhir itu onew berhasil mencetak angka.

MEREKA MENANG!!

Taemin berlari menuju onew dan memeluknya erat.

“aghh..hyung!!!” teriaknya riang tidak percaya.

Mereka melompat-lompat dengan riang, merayakan kemenangan mereka. key dan jjong ikut bergabung dan berpelukkan erat.

Taemin senaaaang sekali.

Saat itu nama mereka dipanggil untuk naik kepodium. Mereka pun naik kesana, tamu kehormatan memberikan piala kepada onew. Onew pun langsung menarik taemin untuk maju dan menyerahkan piala padanya.

“ini milik mu” bisiknya ditelinga temin. Taemin terharu mendengarnya. Mereka tersenyum tulus padanya.

Taemin mengucapkan ucapan terima kasih dan rasa syukurnya mewakili teamnya. Dan diakhir kalimat dia berkata, “MINHO HYUNG… INI KEMENANGAN UNTUK MU! INI UNTUK MU!” tegasnya, namun air mata bahagianya kembali membasahi pipinya.

Semua bersorak dan bertepuk tangan. Key langsung menyambut taemin dan memeluknya. Jjong dan onew ikut mendekat. Dan taemin kembali berkata dengan penuh perasaan,

“terima kasih hyung… hari ini aku bahagia sekali. Aku berhasil mewujudkan impian minho hyung, dan akupun mendapati hyung seperti kalian. Ini hadiah yang luar biasa, terima kasih”

*** taemin pov ***

Memang hidupku sulit. Sejak kecil aku ditinggalkan umma dan appa. Aku hidup penuh kesederhanaan dengan minho hyung. dia benar-benar telah berjuang dengan keras menghidupi ku. sampai akhirnya hyung pergi selama-lamanya.

Sebagai adik, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuknya. Aku hanya bisa meratapi kepergiannya. Namun suatu hari aku menemukan buku harian minho hyung, dihalaman terakhir tertulis,

Hari ini aku pulang malam lagi, saat pulang ku lihat taminie sudah tidur dengan lelap.

Aku tidak tega membangunkannya, padahal aku ingin bercerita tentang kemajuan permainan ku.

Aku sangat tidak sabar menghadapi pertandingan itu. aku ingin sekali memenangkannya agar aku bisa main ditingkat nasional. Kalau bisa aku ingin bergabung di klub basket nasional. Ku rasa aku bisa menghasilkan banyak uang untuk menyekolahkan taeminie hingga perguruan tinggi.

Umma, appa… aku berjanji akan terus menjaga taeminie, bagaimanapun dialah satu-satunya yang kumiliki. Aku sangat menyayanginya. Aku ingin memberikan yang terbaik yang bisa ku lakukan untuknya…

Rasanya aku harus cepat tidur, besok aku harus bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk taemin dan sekolah, besok aku juga harus latihan dan bekerja direstoran. Umma, doakan aku dari sana ya, semoga aku bisa menggapai impian ku menjadi pemain basket nasional suatu saat nanti. ^^

Sejak itu aku menjadi termotivasi meneruskan perjuangannya. Dengan sisa tabungan minho hyung aku masuk ke sekolah yang terkenal dengan klub basketnya yang bagus. Aku harus bisa menggapai sedikit saja dari impian minho hyung, supaya dia senang disana.

Beruntungnya aku bertemu dengan team yang menganggapku sebagai adik kandung. Mereka baik sekali pada ku, hanya onew hyung yang kadang bersifat cuek. Sepertinya sifatnya memang begitu. Tapi entah kenapa aku justru penasaran dengannya, aku merasa onew hyung itu baik. Buktinya dia sering kali menyiapkan minuman dan handuk untuk ku. bahkan dia memberikan ku sepasang sepatu olah raga yang mahal.

Dia diam, tapi dia perhatian. Aku tau, dia juga menyayangiku sama seperti key hyung dan jjong hyung. dan itu terbukti saat aku bermasalah dengan jjong hyung. onew hyunglah yang jauh-jauh berlari mencari ku.

Padahal hari sudah larut, padahal cuaca diluar sangat dingin. Tapi dia tetap mengkhawatirkan ku.

Sejak itu, kami semakin dekat. Lebih tepatnya kami ber-4.

Hyung, sepeninggalan mu aku merasa tidak memiliki siapapun. Tapi sepeninggalan mu, Tuhan memberikan ku 3 orang hyung terbaik didunia.

Aku sangat menyayangi mereka hyung, mereka menjaga ku dengan baik. Key hyung sering membantu ku, terutama keuangan ku (meski aku menolaknya, dia malah marah dan berkata “TAK USAH RAGU, AKU KAN HYUNG MU JUGA. KECUALI KALAU KAU TIDAK MENGANGGAPKU HYUNG MU”) jjong hyung yang riang, dia seringkali membuat ku tertawa dengan candanya. Aku menyesal dulu sempat ribut dengannya. Itu semua hanya salah paham. Kini kami semakin dekat hyung.

Dan satu lagi onew hyung. dia hyung tertua ku. dia bersifat perhatian dan melindungi. Dia lebih bersifat seperti appa bagiku.

Hyung, aku sudah menggapai impian mu. Kami berjanji akan berusaha lagi untuk pertandingan nasional. Kemenangan ini untukmu hyung…

Hyung, apa kau disana merindukan ku? aku harap kau tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi. karena aku akan selalu baik-baik saja bersama mereka.

Aku merindukan mu hyung… kirimkan salam dan doaku buat umma dan appa ^^

*** THE END ***

Author : chana2min

“maaf iah, kalau ceritanya gaje gini… haha, susah ternyata bikin FF yang seserius ini. Tapi kuharap kalian semua menyukainya. Maaf kalau terdapat banyak kesalahan/kekurangan, author juga manusia, hehe, mohon komentarnya iah chingu… dan kalau mau dipublish dit4 lain atau terinspirasi tolong dibikin creditnya” ^^

Taemin “KU PIKIR AKU TIDAK PUNYA SIAPA2 LAGI” (part.1)

30 Agu

Cast : all member SHINee

Genre : friendship, romance

“APA2N KAU INI!?? Tidak adakah gadis lain diluar sana taemin?? Mengapa harus mencintai gadis itu?” Onew hyung membentak ku. tentu saja aku kaget dan tidak menyangka Onew hyung akan marah seperti ini padaku.

“Mianhe hyung, sungguh aku tidak mengerti mengapa harus dia, tapi aku benar-benar cuma bisa memikirkannya hyung.. bukan gadis lain” aku menjelaskan pelan, nyaris tak ada suara sambil menunduk.

Key hyung mendekati ku dan mengusap punggungku sambil menatap Onew hyung.

“Kenapa harus marah pada Taemin, hyung?? Memang dia salah apa sih!?”

“Bodoh! Tentu saja salah, diluar sana banyak gadis taemin, kau bisa menunjuknya semaumu. Tapi kenapa kau malah mendekati GADIS BUTA itu!? kau ingat, kita ini SHINee. Apa kata shawol bila kau begini??” Onew hyung terus berteriak. membuatku menatapnya SINIS.

“HYUNG!! Aku tidak mengerti kau manusia atau bukan, menilai orang sesukamu tanpa kau kenal! KAU EGOIS HYUNG!! Yang jelas detik ini aku menyesal pernah mengenalmu!!” aku marah dan langsung berlari menuju kamar.

“Taemin!!!” Key hyung teriak dan menyusulku, namun pintu kamar sudah ku kunci. Key menatap Onew hyung yang kini berteriak sendiri sambil memegang kepalanya, “Arrgghhhh..”

Aku dikamar memeluk guling kesayanganku. Guling yang sebenarnya diberikan Onew hyung saat ulang tahunku yang ke-17. Tanpa ku rasa air mataku mengalir dan aku terisak.

Tidak ku sangka sambutan Onew hyung seperti itu. Padahal aku hanya ingin ia tau. Aku ingin bertanya banyak. Aku hanya ingin berbagi… Mengapa ia semarah itu? kaget sekali aku tadi, tidak pernah Onew hyung semarah itu padaku. Sebagai leader dan hyung tertua dia selalu melindungiku. Tapi mengapa kini dia begitu? Tidak bisakah dia mengerti aku? Apa salahku mencintai seorang gadis buta yang ku temui ditoko music?? Mengapa semuanya terasa tidak adil bagiku.

“Taeminie… Pintunya dibuka ya, kau bisa bercerita denganku” Key hyung mengetok pintu kamar.

Aku membukakan pintu, melihat mataku yang merah dan sembab, dia langsung memeluk ku.

“Tenang ya dongsaengku…” ujarnya lembut mengusap punggungku lagi (seperti yang sering dia lakukan untuk menenangkanku).

“Sikap Onew hyung jangan diambil hati. Kau tau dia memang seperti itu”

“Tidak hyung, Onew hyung tidak pernah semarah itu padaku. Apa salahku dengan mencintai seorang gadis yang tidak bisa melihat hyung? Padahal ini pertama kalinya aku merasakan hal yang seperti ini, aku hanya ingin berbagi. Aku hanya ingin bertanya, jadi ku ceritakan saja pada kalian. Tapi aku tidak menyangka, Onew hyung akan sangat marah mendengarnya”

“Aku mengerti… Tadinya aku juga kaget. Tidak seharusnya dia begitu. Tapi mungkin ada sesuatu yang ia pikirkan, yang belum kita tau”

“Tapi apa hyung? Mengapa aku tidak boleh mencintai gadis itu?? Dia anak yang baik hyung, dia juga bersikap sangat baik padaku. Yang pasti dia tulus, tidak seperti gadis lainnya yang selalu mengejarku. Dia tidak perduli aku apa dan siapa hyung. Yang pasti kami saling mencintai”

“Cinta!?” tanya key hyung.

“Ne hyung. Aku rasa aku mencintainya, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya” Key tiba-tiba tersenyum lebar dan mengacak rambutku gemas.

“Aigooo… magnae-ah sudah dewasa rupanya”

***

“SUDAH BERAPA KALI KU KATAKAN! KAU TIDAK PERNAH MENDENGARKAN OMONGAN KU SIH! MULAI SEKARANG AKU TIDAK AKAN PERDULI LAGI!” lagi-lagi onew hyung membentak ku. kini aku menangis, terserah kalian mau bilang apa, aku sungguh sakit hati terhadap onew hyung.

Diluar sana, gosip tentang aku dan dia semakin merajalela, dimajalah, di televisi. Shawol pun memberontak. Sungguh tak pernah ku sangka akan jadi serumit ini, apa yang salah dengan mencintai gadis buta? Mana ku tau akan mencintainya? Apa aku bisa memilih?

Key hyung menyarani ku untuk tidak keluar dorm, dan itu sedikit mengganggu semua kegiatan SHINee. Aku stress, sungguh bingung. Untungnya minho hyung, key hyung dan jonghyun hyung selalu setia menemaniku. tidak dengan onew hyung, memang begitu bila dia marah, dia tidak akan memandangku lagi kini.

“hyung, aku khawatir dengan keadaan hee kyo” aku berujar cemas pada jonghyun hyung. bila tidak ada onew hyung, dialah sosok appa yang bijaksana di dorm kami. Dia siap melindungi siapapun yang membutuhkannya.

“tenang taeminie, nanti aku akan mengunjunginya untuk melihat keadaannya”

Ya, sejak gosip berhembus, aku putus komunikasi dengan hee kyo. Untunglah jonghyun hyung pernah menemaniku membawakan sekotak kue kerumah hee kyo, jadi dia bisa membantuku mengecek keadaan hee kyo dirumah.

Namun aku sungguh terkejut, saat pulang jonghyun hyung terlihat pucat, dia pun berkata, “mianhe taeminie, aku tidak bisa bertemu hee kyo, kita tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi. Sejak gosip itu berhembus, hee kyo selalu diteror shawol, dan itu membuatnya dan keluarga merasa sangat tertekan”

“MWO!? Lalu hyung? bagaimana dengan mereka?”

“mereka semua memutuskan untuk pindah ke Singapura, kebetulan hee kyo memiliki sanak family yang kaya disana. Ku dengar mereka benar-benar tidak akan kembali ke seoul lagi. Mianhe taeminie, kita terlambat” aku terduduk jatuh.

Apa-apaan ini? Ini pertama kalinya aku jatuh cinta, namun harus menahan hati, karena menurut shawol, keputusan ku salah. Apa yang salah?? Aku juga manusia biasa!?

Gosip menjadi-jadi, SHINee pun terganggu gara-gara aku, onew hyung terus mengabaikan ku. Padahal aku butuh seseorang. Dan kini hee kyo pergi menghilang. Sedangkan diluar sana paparazi setia menunggu ku.

Kini aku benar-benar jatuh, lemah tak memiliki pegangan. Aku mengamuk, melempar semua yang ada disekitar ku. sudah cukup ku tahan rasa sakit dan marah di dadaku. Aku menangis sejadi-jadinya. Jonghyun hyung pun tak bisa mendiamkan ku. key hyung dan minho hyung yang baru saja datang berteriak memeluk ku, menyadarkan ku.

Tanpa ku sadari, didepan pintu onew hyung memperhatikan ku, air matanya mengalir mendapati magnaenya seperti itu.

“itulah mengapa aku begitu marah padamu taeminie? Aku tau akan begini jadinya…” lirihnya pelan. Ia ingin mendekati taemin yang masih menangis sesegukan di pelukan key. Tapi dia ingat kemarahannya, pasti taemin akan marah sekali padaku.

Setelah berhasil menguasai diri, key membawa taemin masuk ke kamar, matanya masih sangat bengkak. Air mata masih berlinang dipipinya.

“hyung, aku benar-benar bingung, kini semua pergi. Shawol marah, ulah ku membuat jadwal SHINee berantakan, manajer pasti bingung, hee kyo dan onew hyung pergi dari ku… aku bingung hyung. aku tidak punya siapa-siapa lagi kini”

Key memeluk taemin lagi, mengusap2 punggungnya, “tenang taeminie, kau masih punya aku dan yang lainnya disini”

“tapi onew hyung membenciku hyung… dia selalu mengabaikan ku. padahal aku membutuhkannya. Aku ingin bercerita padanya, menjelaskan semuanya”

Tiba-tiba onew masuk ke kamar, ternyata dari tadi dia masih menguntit taemin dan key. Tentu saja dia sangat khawatir dengan keadaan adiknya ini. Pandangan onew lembut, dia langsung mendekati taemin yang masih kaget.

“aku selalu bersama mu taeminie, aku sayang padamu, mana mungkin aku meninggalkan mu. Maafin aku ya, mianhe taeminie,” mata onew hyung terlihat merah.

Aku segera berdiri dan memeluk nya.

“hyung…”

*** TBC ***

Author : chana2min

“FF yang ini cuma 2 part. Nanti aku publish part.2-end nya. buat yang baca sabar iah.. hehe mohon komentarnya (kalau bisa yang membangun) author kan juga manusia. Hihii…”