Tag Archives: kibum

Runaway

26 Nov

Runaway

author : cagalli14

cast : Siwon,Kibum,Cho Shoo Ra (yourself),Yoona,Tiffany,Super Junior & SNSD members

genre : romance

Just a fanfic from the past ..kkk~ enjoy

Aku ingin melupakan sebuah nama…

Cho Shoo Ra…

Baca lebih lanjut

Iklan

SAD STORY -After story-

11 Nov

Cast : lee sungming, lee heera, cho kyuhyun, kim kibum, n all member super junior

Genre : sad romance

Lee heera memegang perih dada nya yang sakit dan sesak. Didepan nya terdapat sebuah layar televise yang bergambar hitam pekam… dia baru saja memutar vcd yang berisikan pesan terakhir sungmin sebelum kejadian yang meregut nyawanya itu.

Heera hanya terduduk lemas tidak berdaya, tangisnya terus turun terisak, kaki nya seolah tidak bertenaga…

Baca lebih lanjut

Bukan ‘SLEEPING BEAUTY’!!!

27 Okt

Credit : sleeping beauty the movie

Cast : Heechul, superjrshinee

Baca lebih lanjut

Neptune

18 Sep

In the middle of night,I woke up and asking my self ..
“Where’s honey?”
I was speechless …there’s no call,no message,nobody sleep beside me …Slowly my tears was falling down and my heart so empty,I felt nothing and alone . Then I remembered a face,a smiling face and said to me.”Don’t cry honey,whatever will be happen just don’t cry and keep strong,cuz you’re my strongly girl,”
A voice?? Who’s he?? A gently soft voice …and my heart feel so warm.
Then again,Im crying …I was crying but I felt so strong !
Well…
Where’s honey?
He has a long journey to a very far away place.
I’ll be okay,im still here for waiting…
Day a day,week a week,month a month,year a year…
How long until we’ll meet again,im here for waiting eternally

Neptune

“Nene,apa kamu yakin akan ikut aku?”tanya Kibum.
”Iya oppa,aku nggak mau pisah sama kamu! Bawa aku kemana pun asal kita nggak putus,”jawabku yakin.
Saat ini pacarku Kibum,sedang berada di Yale. Selama 2 minggu dia berada di sana karena ada kumpul keluarga. Usut punya usut ternyata Kibum akan dijodohkan dengan wanita pilihan keluarganya. Karena aku masih berumur 18 tahun dan kedudukanku lebih rendah daripada Kibum baik di segi status keluarga dan pendidikan,orang tua Kibum menolakku sebagai kekasihnya dan selalu berusaha memutuskan kami. Berkali-kali kami putus,namun selalu kembali lagi karena kami merasa tidak pernah sanggup berpisah. Akhirnya Kibum mengeluarkan ide gilanya untuk membawaku kabur ke Busan. Entah bagaimana caranya,karena aku sudah nggak sanggup lagi dengan keadaan ini. Pertama orangtuanya yang tidak merestui,sekarang ibu dan kakakku malah melarangku berhubungan lagi dengan Kibum. Aku merasa mereka semua terlalu jahat pada kami.
”Nene kamu yakin mau tinggal bareng Kibum?”Tanya teman-teman sekampusku.
”Ne,aku akan pindah ke Busan. Yaa kalau kuliah aku masih kok,nanti aku ngekost di sini,kalau weekend baru ke Busan. Kibum juga,dia kan mau cari uang,jadi dia praktek di rumah sakit pinggiran kota Busan supaya nggak ketahuan orang-orang maminya,”jawabku.
Mereka semua terdiam. Nampak cemas.
”Kami akan menikah,walau diam-diam dari keluarga tapi sah secara agama dan hukum. Karena itu Songhee,aku minta kamu temani aku ya,karena yang lain pasti nggak akan bisa hadir,”ujarku.
”Aku bisa kok,”kata Hyeri.
”Aku juga,”kata Rigi ikut-ikutan.
”Aku juga deh ikut!” sahut Eunhee. Aku lalu memeluk mereka.
”Nene,tapi janji pada kami ya,secepatnya orangtua kamu harus tahu,”ujar mereka. Aku tersenyum senang.
Sementara itu…
”Mwo?! Kamu mau nikah lari sama Nene?!”tanya Heechul kaget.
”Ne hyung,aku mau beli rumah di Busan. Trus kerja di rumah sakit dekat sana,selama uang yang dari Resort mengalir,aku bisa kok ngidupin Nene. Aku nggak tahan lagi kayak gini terus hyung,hyung tau kan aku sayang banget sama Nene dan aku gak tahan dipaksa ninggalin Nene terus,”jawab Kibum.
”Wah gila kamu bener,kamu ingat kan Nene tuh baru 18 tahun?! Trus kamu gak mikirin keluarga kalian apa?”tanya Heechul yang sangat menentang ide gila Kibum.
”Aku tau…Memang ini gila,dan ini hal bodoh. Tapi aku rasa ini yang terbaik. Lama-lama orangtua akan ngerti hyung,aku kenal ibuku ..walau keras dia juga gak akan tega gini terus denganku,pelan-pelan aku akan bilang ke mereka. Ke orangtua Nene dulu pastinya,”jawab Kibum.
”Sob,aku liat kamu lagi kacau. Sebaiknya kamu pikirin dulu hal ini baik-baik,”saran Kyuhyun lalu dia & Heechul meninggalkan Kibum yang sibuk mengacak-acak rambutnya sendiri.
Bukan hanya mereka yang keberatan dan terkejut dengan rencanaku dan Kibum. Semua sahabatku juga…
”Mau nikah? Jangan gila lo yee,kalo kamu gitu aku gak akan mau temenan lagi ma kamu! pikir dong Ne orangtua kamu …trus kamu mau buat Kibum jadi anak durhaka di mata orangtuanya? Kamu gak kasihan? Ya ampun Ne,kamu tuh masih muda…,”omel Minhwa.
”Nikah? Kalau memang itu satu-satunya solusi terserah kamu Ne,tapi pikirin orang tua kamu,setidaknya kamu harus ngomong ke mereka,”saran Hyunmei.
”Aku cape oppa!”keluhku saat ditelepon Kibum.
“Aku juga,mereka itu benar,tapi mereka gak berada diposisi kita,”ujar Kibum.
”Kalau gitu aku akan bilang ke eomma sekarang! Masa bodoh! Dan oppa harus berani ngomong sama eommaku!”ujarku lelah.
”Jangan jagi,”kata Kibum.
”Kamu selalu gitu…ga punya nyali!”
”Bukan gitu,kalau kamu memang mau terima resiko,ayo kita temui langsung. Aku nggak mau lewat telepon,”kata Kibum.
Lalu kami pergi ke kota asal keluargaku dan menemui kedua orangtuaku.
”Kamu harus berani ya,”kataku sembari menggenggam tangan Kibum.
Pukul 20.15,dengan mencarter mobil kami ke rumah. Mengetuk pintu dengan gugupnya sampai wajah ceria adikku,Onew,menyambut kami.
”Noona?!”teriak Onew kaget.
”Nuguseyo Nyu?”suara eomma terdengar dari dalam.
”Nene onnie,ma!”jawab Onew lalu segera masuk ke dalam.
Tak lama kemudia Onew datang sambil menarik lengan eomma. Eomma terkejut melihatku datang,lebih terkejut lagi melihat Kibum. Lalu onnieku,Taeyeon keluar dan ikut terkejut melihat tamunya,disusul appa yang tercengang melihatku pulang tiba-tiba.
”Mwo?! Kalian mau menikah?!”tanya mereka semua.
”Mianhe ahjussi,ahjuma,Taeyeon onnie… Aku tau,aku lancang… Pernah menyakiti hati ahjuma secara tidak sengaja karena bertengkar dengan Taeyeon noona,pernah marah-marah sama Taeyeon noona,maafin aku. Maafin aku yang suka buat Nene nangis dan uring-uringan. Aku tau ahjuma nggak mau liat Nene sedih,makanya ahjuma benci aku. Tapi aku sayang sama Nene,aku cape begini terus dengan Nene. Jujur,aku selalu menuruti keinginan mami dan papi,meninggalkan Nene dan mencoba bersama wanita pilihan mereka,tapi selalu gagal! Aku selalu kacau tanpa Nene,nggak bisa tanpa Nene… Karena itu,aku yakin ahjuma dan ahjussi punya hati yang lebih lembut dibanding mami dan papi,tolong terima kami!”Kibum berlutut di hadapan mereka bertiga sambil menangis. Aku Cuma bisa menangis melihat usaha keras Kibum yang sambil berlutut memohon pada mereka. Eomma,appa & Taeyeon onnie diam,aku menebak-nebak air muka mereka…seakan ingin menendang Kibum saat ini juga. Hatiku terasa sakit. Namun ternyata eomma berlutut dan mengangkat bahu Kibum.
”Duduklah Kibummie,”kata eomma.
”Oppa?”tanya eomma kepada appa. Appa hanya diam. Taeyeon onnie lalu duduk saat Kibum kembali duduk di sampingku.
”Kesini nak,”ujar eomma padaku. Aku lalu menangis dan berlari ke pelukan eomma.
”Ssssttt..sudah sudah,diam,”kata eomma.
”Sekarang,mau Nene bagaimana?”tanya eomma.
”Tolong ma,restui kami dan jadi wali kami…,”jawabku sambil terisak.
”Eomma yakin,Kibum bisa menghidupi Nene,bisa membimbing Nene,bisa menjadi imam yang baik buat Nene…Tapi Kibum,eomma minta kamu segera bicarakan baik-baik pada orangtuamu,”kata eomma.
”Maksud eomma?”
”Boleh,asal kamu bicarakan ini dulu pada orangtuamu. Mengerti?”
Setelah itu aku dan Kibum disuruh berangkat ke Yale. Eomma dan Taeyeon onnie memaafkan dan menerima Kibum lagi karena keberanian Kibum yang datang pada mereka. Apa yang dilakukan Kibum menandakan jika dia serius denganku. Sekarang tinggal aku yang berani mengambil resiko untuk bertemu orangtua Kibum.
Yale,13 Juli 2009.
”Mami,papi,ini Neptunus… Satu-satunya gadis yang Kibum sayangi. Satu-satunya gadis yang ingin Kibum jadikan sebagai pacar dan istri yang pertama juga yang terakhir,”kata Kibum tegas dihadapan orangtuanya.
Bukannya sambutan seperti saat kami menemui eomma dan appa,di sini kami menerima sambutan yang buruk. Aku diusir dari rumah Kibum secara sangat terhormat oleh maminya dan diantarkan ke airport oleh supir mereka pulang lagi ke Seoul. Sementara Kibum diancam mendurhakai orangtuanya saat dia bermaksud mengejarku. Lalu akhirnya aku pulang sendirian ke Seoul dengan penuh air mata. Sakit,sakit hatiku… Sungguh merasa terhina dan terpukul,kenapa ada orang seperti maminya?! Aku tau mereka kaya raya,berkedudukan tinggi! Tapi apa itu sikap seorang terhormat?! Huh,sungguh terhormat!!
Namun segera setelah keberangkatanku itu,Kibum menyusulku ke Seoul. Dia benar-benar tak peduli lagi dengan keluarganya. Kibum kembali padaku dengan kartu kredit yang dicabut,atm yang diblokir dan dicari oleh orang-orang maminya se-Seoul. Untungnya karena Siwon oppa kami bisa tinggal di rumahnya di Busan. Setelah kejadian itu kami menikah dan hanya dirayakan oleh keluargaku dan teman-teman kami saja.
”My Kibum,don’t be sad pleasee… I know what’s your feeling but please be happy for me,”ucapku lembut sambil memeluknya dari belakang. Aku tau,Kibum sangat sedih di hari besarnya tidak ada mami dan papinya mendampingi. Saat akad nikah,kami berdua menangis,tapi aku tidak sanggup melihat Kibum murung saat ini.
”Aniyo jagiya,aku Cuma berharap Tuhan mengampuni perbuatanku pada mami dan papi,dan aku berharap Tuhan melunakkan hati mereka untuk menerimamu,”ujar Kibum sembari mencium rambutku dengan lembut.
Hatiku sakit,perih karena mami dan papi… Tapi aku tau Kibum lebih terluka lagi,karena itu aku harus menyembunyikan lukaku demi menyembuhkan lukanya.
”Kibum?”tanyaku. Kibum hanya duduk terdiam,saat melihat wajahku dia tersenyum sendu. Melihat senyumnya yang seperti itu hatiku benar-benar sedih. Aku hanya bisa menciumnya dengan lembut.
”Nene yeobo,jeongmal mianhe …,”ucapnya pelan.
”Hwaiting! Jangan sedih ya,demi aku!”ujarku memberinya semangat. Aku tidak bisa memperlihatkan kalau aku terpuruk,aku harus tampak ceria demi dia.
”Nene,aku sudah memutuskan,”ujarnya.
”Mwola jagiya?”tanyaku.
”Mianhe. Ini untuk kamu,aku nggak akan melakukan itu sebelum kita mendapat restu dari orang tuaku… Maafin aku Nene,aku sungguh ingin menyentuhmu lebih dari menciummu dan memelukmu tapi aku merasa berdosa kepada mami dan papi dan aku nggak mau kamu juga ikut-ikutan berdosa. Tolong mengerti ya jagiya?”terang Kibum. Aku terpaku mendengarnya. Bukannya sedih,tidak menyangka Kibum yang seperti ini bisa berkata seperti itu. Aku memang tau kalau Kibum sangat menghargai pasangannya dan ornag tuanya,dia juga sangat beriman dan sangat unggul. Tapi orang ini,lebih unggul saat dia berpikiran seperti itu. Saat dia pernah berkata,’Kekurangan cewekku adalah tanggung jawabku,’,saat dia pernah berkata,’Kamu memang tidak cantik,tapi kamu cantik untukku,’,saat dia pernah berkata,’Jadi diri sendiri itu adalah yang terbaik,’,saat dia pernah berkata,’Aku akan bahagia dan bangga memiliki kamu jika kamu bisa membahagiakan kedua orang tuamu,’,dan saat dia pernah berkata,’Jadilah anak yang taat,yang bisa membanggakan orangtua,’.
Tuhan …aku beruntung memiliki cinta orang ini. Dan sekarang dia tidak akan meniduriku sebelum orangtuanya merestui kami. Padahal kami telah menikah secara agama dan hukum. Dan sekarang pun aku akan menjadi istri yang baik,walau itu merupakan kebutuhanku,akan kurelakan demi kebaikan kami semua.
”Ne oppa,kita berusaha ya mulai sekarang,”aku lalu memeluk Kibum,berusaha menyembunyikan air mataku. Air mata kebahagiaan dan penderitaan.
Karena Busan jauh dari kampusku,aku harus bangun setiap jam 4 subuh untuk bersiap-siap. Kami lalu berdoa bersama,aku sungguh bahagia,karena ini adalah impianku sejak dulu…
Pagi-pagi sekali jam 5 Kibum mengantarku ke kampus yang terletak di tengah kota. Karena setiap pagi aku masuk jam 8,jadi Kibum harus berkorban untuk bangun pagi-pagi. Setelah mengantarku dia akan bekerja di salah satu rumah sakit yang terletak di pinggir kota.
”Oppa,nggak apa-apa nih?”tanyaku cemas saat kami sudah di mobil.
”Gwenchana,ini sudah jadi resiko dan tanggung jawabku,”jawabnya sembari mengacak-acak rambutku.
”Semangat belajarnya ya,”ujar Kibum saat sudah tiba di kampus.
”Oke oppa,oppa juga,good luck ya,”dia lalu menciumku dan aku turun dari mobil.
”Cie…pengantin baru niye… Mesra banget pagi-pagi udah dianter,”goda teman-temanku.
”Haha,iya dong… Im so happy you know! Kami tadi masak buat sarapan bareng-bareng! Hihi,”ceritaku riang.
“Waw,aku kira mau cerita MP…haha!”goda mereka.
”Ups,itu rahasia perusahaan,”kami lalu tertawa bersama.
Sudah pukul 2 siang. Kibum memesanku untuk menunggu dia di kostan Rigi sampai jam 4 dia pulang. Tapi aku nggak mau merepotkan Kibum karena dia sibuk dan pasti capek kalau harus memutar balik ke kampusku untuk pulang lagi. Aku memutuskan untuk pulang sendiri.
”Nene,jangan pulang duluan ya,”pesan Kibum saat meneleponku tepat sebelum aku mengambil langkah untuk pulang sendirian. Haaaah dia ini selalu tau apa yang aku lakukan ya,ckck.
”Arra arra,tapi apa kamu nggak kecapean?”tanyaku.
”Asal ada kamu disampingku,aku nggak pernah merasa capek,”jawabnya. Lagi-lagi aku terharu akan ucapannya.
”Ne oppa,aku tunggu. Hati-hati ya,”ucapku.
Jam 4.45 Kibum menjemputku di kostan Rigi,kami lalu memutuskan untuk makan malam di luar lalu pulang. Walau Kibum nampak kelelahan,tapi dia sangat bersemangat jika berada di sampingku. Oppa,apa benar aku sumber kekuatanmu? Aku akan senang sekali jika itu benar.
”Sebentar ya,aku cuci tangan dulu,”Kibum beranjak dari meja dan menuju wastafel. Anak-anak gadis di meja dekat wastafel itu memperhatikan Kibum dan mereka ribut melihatnya. Aku tertawa melihatnya,namun aku kaget saat salah satu cewek itu ada yang berani menegurnya.
”Hai,boleh kenalan nggak?”tanya cewek berambut panjang cokelat yang memang sangat cantik diantara yang lainnya. Aku mulai cemas melihatnya,Kibum menoleh ke arahku,aku hanya tersenyum menutupi kecemasanku. Aku yakin,Kibum mengerti kecemasanku walau aku tutupi sekalipun,karena Kibum selalu tau tentang aku.
”Ne,boleh,”jawab Kibum ramah dengan senyum mautnya.
“Ahh… Aku Hara,anak design interior Universitas Kyunghee,”ujar cewek itu.
“Ohh Kyunghee,aku punya teman di sana,anak seni musik,”ujar Kibum.
”Hah? Siapa namanya?”tanya cewek itu.
”Kyuhyun,tingkat 4,cari saja kalau mau tau,”jawab Kibum.
”Oh iya… Kamu sendiri namanya siapa?”tanya cewek itu.
”Aku Kibum,aku seorang dokter,”jawab Kibum.
”Oh ya,rumah sakit mana?”tanyanya.
”Di rumah sakit Ultimate,”jawab Kibum.
”Apa kamu sendirian,mau aku temani makan?”tanya cewek itu.
Buset,tuh cewek agresif banget sih!
”Ah tidak,aku berdua di sini,”jawab Kibum. Cewek itu melihat ke arahku.
”Oh ya,adikmu ya?”tanya cewek itu.
Ap…apa?! Aku kelihatan seperti adiknya ya?!
”Bukan nona,dia istriku,”jawab Kibum tersenyum ke arahku sembari menunjukkan cincin kawin di jarinya. Seketika air muka cewek-cewek itu berubah dan mereka terdiam.
”Oh…,”kata cewek itu,kelihatannya agak kecewa.
”Kalau begitu aku permisi dulu ya,kasihan dia ditinggal lama,senang bertemu denganmu,”Kibum lalu kembali padaku.
”Oppa…,”
”Ne”
”Jeongmal saranghae,”ucapku.
”Naddo,”balas Kibum sembari tersenyum simpul.
Aku merasa sangat bahagia saat bersama Kibum. Dulu waktu pacaran kami seringkali bertengkar karena hal-hal kecil dan sepele,namun sekarang kami jarang sekali bertengkar jika bukan karena kemalasanku. Hidup bersama memang solusi yang tepat untuk melancarkan hubungan kami. Walau kami selalu memutar otak untuk mencari cara bagaimana caranya meluluhkan hati maminya Kibum. Satu-satunya cara adalah aku menjadi dokter juga,menjadi dokter tahun ini. Ya,maksudnya ikut test lagi masuk FK. Tapi apa aku mampu?
Akhirnya dengan bimbingan Kibum,aku belajar untuk mengikuti test lagi. Belajar bersama,makan bersama,masak bersama,bersih-bersih rumah bersama,beribadah bersama,tidur bersama… Sungguh aku merasa sangat bahagia. Terkadang Kibum mengundang eomma dan appa ke Busan,lalu rumah selalu ramai dengan kedatangan Heechul oppa dan teman-temannya. Tapi kebahagian itu selalu rusak oleh orangtua Kibum. Pernah suatu hari saat aku pulang ke rumah,aku sengaja pulang sendirian karena Kibum sibuk kerja dan dia mengijinkanku pulang sendiri walau tadinya dia menyuruhku tetap menunggu di kostan Rigi. Di perjalanan aku ternyata diikuti orang. Saat itu aku sadar,dan aku sengaja menyesatkan jalan orang itu karena aku takut rumah kami ketahuan. Entah apa yang aku pikirkan saat itu,aku sudah tidak peduli dengan nyawaku sendiri. Akhirnya orang itu menyergapku dan berusaha menculikku. Aku dibawa ke dalam mobil BMW hitam dan sebelum aku pingsan karena dibius,aku sempat menelepon Kibum dari hp yang entah aku tak tau apa nasib teleponku dan nyawaku saat itu.
Ternyata Kibum sempat mengangkat teleponku dan cemas karena mendengar suara percakapan laki-laki dan tidak ada sahutan dariku. Sampai saat teleponku mati,Kibum berusaha melacakku lewat GPS di hpku. Entah bagaimana cara Kibum menemukan mobil itu dan orang yang menculikku. Tapi aku telah sampai di sebuah vila di Mokpo dan aku dibekap di dalam vila tersebut. Masih teringat jelas saat Kibum mendobrak masuk vila itu diikuti Heechul,Donghae dan polisi-polisi yang segera menyergap orang-orang yang menculikku. Kibum menghampiriku yang kehabisan energi dan udara segar dengan sangat cemas. Dia menangis sambil memelukku dan berulangkali menyesal telah lalai menjagaku. Diambang kesadaranku,aku seolah melihat mami Kibum mendekat dan saat aku sadar Kibum berteriak pada maminya,aku pun pingsan.
”Nene,gwenchanayo?”tanya Kibum saat aku membuka mataku.
”Ini di mana?”tanyaku.
”Rumah sakit,kamu shock dan magh kamu kambuh. Miahe jagiya,kamu pasti takut,untung kamu meneleponku,”Kibum memelukku. Aku lalu menangis dipelukannya.
”Aku kira aku nggak akan ketemu kamu lagi. Aku nggak tau siapa mereka,”isakku.
”Mereka suruhan mami aku,kamu tadinya mau dibuang…,”ujar Kibum. Aku kaget mendengarnya. Sejahat itukah ibu yang melahirkan pria yang mulia dimataku ini??
”Mianhe jagiya,aku nggak akan membiarkan mami menyentuh kamu!”kata Kibum.
”Aku nggak mau kehilangan kamu…,”ucapnya lirih.
”Naddo,”kataku sembari tersenyum lemah.
Sejak kejadian itu semua seakan baik-baik saja. Kibum selalu menjagaku dengan baik. Dia selalu mengantar-jemput kemana pun aku pergi. Di saat dia bekerja terkadang aku dijaga Rigi dan teman-teman atau Heechul oppa bahkan kadang-kadang aku menunggu Kibum di rumah sakit tempat dia bekerja. Tidak pernah terpikirkan olehku,dibalik ketenangan itu,ada hal yang sangat buruk terjadi pada Kibum.
Ini malam yang tenang seperti biasanya. Sebelum tidur biasanya Kibum belajar di sampingku di atas tempat tidur atau mengajariku belajar,lalu kami akan bercerita tentang hari itu sambil berpelukan. Kibum membelai rambutku,mencium keningku,dan kadang kami bermain kelitikan seperti anak kecil.
”Nene,aku akan ke Yale sabtu ini,”ujar Kibum sambil membelai rambutku.
”Wae?”tanyaku.
”Aku selalu memimpikan… Tinggal di rumah sendiri yang di dalamnya ada anak-anak kita… Aku ingin memiliki anak dari kamu,”jawabnya. Wajah Kibum memerah.
”Lalu kenapa nggak buat sekarang saja?”candaku.
Danish hanya memelukku dan membelai rambutku. Aku jadi kaget sendiri karena dia cukup serius.
”Neptunus,sabar ya.. Jeongmael mianhe jagiya,mianhe… Aku nggak bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang suami. Mianhe jagiya,tapi tolong bersabar,ikhlaskan keadaan kita… Saranghaeyo,”ucap Kibum lirih. Dia menangis. Aku terdiam melihatnya. Aku sadar,aku bodoh! Seperti ulat yang kegatalan aku menggoda Kibum yang berusaha sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak menyentuhku.
”Gwenchana oppa! Asal kamu ada di sini,di samping aku… Saat aku terbangun di malam ada kamu di samping aku,aku cukup puas,”kataku tegas.
”Gomawo Nene,aku tau kamu istri yang kuat,”Kibum tersenyum lembut kepadaku.
Sabtu pagi,aku bersiap mengantar Kibum ke airport.
”Kibum apa kamu yakin? Kondisi badanmu lagi turun loh,”tanyaku saat mengantar Kibum. Kibum mempunyai penyakit magh kronis dan belum sembuh total sejak sebulan yang lalu. Aku teringat malam di mana penyakit Kibum kambuh karena kelelahan dan stress. Dia sampai muntah darah dan itu sangat membuatku takut setengah mati.
*flashback beberapa hari yang lalu*
”Bentar,”Kibum masuk ke toilet saat kami sedang bercengkrama di kamar.
”Hoeeekk …hoeeekkk…,” dari dalam toilet aku mendengar suara Kibum yang sedang muntah. Aku segera meloncat dari tempat tidur dan menyusul Kibum ke kamar mandi. Saat itu rasanya kakiku lemas dan air mataku tak berhenti turun. Aku menghampiri Kibum sambil menangis dan membasuh darah dari mulutnya.
”Oppa,ya ampun jagiya …,”isakku sambil membersihkan darah dari wajah dan lehernya. Kibum terduduk lemas dilantai kamar mandi. Kakiku pun ikut lemas,aku berlutut dan segera memeluknya.
”Oppa,tolong yang kuat jagiya… Jangan buat aku cemas,”isakku.
”Gwenchana,aku nggak apa-apa,”ucap Kibum lemas. Darah Kibum sudah membasahi bajuku dan bajunya sendiri. Aku lalu membuka baju Kibum dan menggantikan bajunya. Setelah itu aku membawa Kibum ke tempat tidur dan menyuruhnya istirahat. Aku melakukan semua itu sambil menangis terisak-isak. Dengan lemah Kibum mencoba menenangkanku.
”I’m okay honey…im just a litlte tired,”ucapnya. Aku memberinya minum dan mencium keningnya,lalu menyuruhnya tidur. Aku lalu mengganti bajuku. Saat itu aku mendengar Kibum memanggilku.
”Nene,gomawo jagiya,”
Aku hanya tersenyum lirih. Sepanjang malam aku terjaga karena mengkhawatirkan keadaannya,aku Cuma bisa menunggu pagi untuk membawanya ke rumah sakit. Tapi Kibum,tidak pernah mau di rawat inap.
*end of flashback*
Tadinya aku mengira Kibum akan baik-baik saja,dia cowok yang kuat. Aku nggak menyangka,itu adalah saat terakhir aku mengantarnya ke Yale.
2 hari sudah aku menunggu kabar dari Kibum. Aku yakin dia sudah sampai sehari yang lalu dan memang biasanya dia beristirahat dulu baru menghubungiku. Tak menyangka,di anniversary pernikahan kami ke-4 bulan,aku menerima berita terburuk sepanjang hidupku.
1 hari sebelum tanggal 11 Desember 2009.
”Hah!”aku terbangun dari tidurku dengan histeris. Aku mimpi buruk… Mimpi kehilangan sesuatu. Entah apa itu,yang jelas aku sangat takut. Tapi aku menganggap enteng mimpi itu,mungkin karena aku kelelahan. Aku lalu bangun dan bersiap-siap ke kampus.
Seharian aku bersama Songhee dan yang lain,kami belajar bersama untuk ujian besok . Saat di rumah,sambil menunggu kabar dari Kibum aku menulis blog dan chatting dengan temanku. Karena kangen aku lalu mengirim pesan pada Kibum untuk segera mengabariku dan cepat pulang. Hingga aku tertidur,pesan itu belum dibalas juga.
Pagi tanggal 12 Desember 2009 pukul 08.05
Aku terbangun dan segera mengecek pesan balasan. Tidak ada…
Huh,Kibum kemana sih? Apa dia lagi sibuk?
Tiba-tiba telepon rumah berdering. Aku mengangkat dan ternyata dari mama.
”Yoboseo?”tanyaku.
”Happy anniversary ya,”jawab mama di telepon.
”Oh iyaa aku hampir saja lupa! Gara-gara menunggu kabar dari si bodoh itu… Makasih ya ma,doain langgeng,”ujarku.
”….,”
”Eomma?”
”Ne my baby… Semangat ya,kan mau ujian,”ujar eomma pelan.
”Ne ma,aku mau mandi dulu,”ujarku.
”Ok,good luck ya sweetheart,”kata eomma.
Hmm… dasar eomma aneh,kok keliatan sedih ya eomma?
Aku lalu kembali ke kamar dan mengecek hp. Ah,ada sms! Semoga Kibum!
Nene,ujian ya? Good luck ya … Kalau sudah selesai nanti temani aku ya. Dan yakinlah,Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kamu.
Pesan dari Hyunmei…
“Halo Ne,nanti aku ke kampus kamu ya,temenin aku ke suatu tempat,pentiiiiiiing banget yayayaya?!”pinta Hyunmaei dengan manja yang segera meneleponku.
“Apa sih? Penting banget ya?”tanyaku.
”Yes,pleaseeeee,”jawab Hyunmei.
”Ok ok ok lah,”ujarku.
Aku heran dengan orang-orang hari ini,kenapa sih kayak yang aneh itu?
Entah kenapa juga,aku merasa tidak enak badan hari itu. Dan anehnya saat ujian,airmataku jatuh begitu saja. Aku tidak tau kenapa.
”Nene? Kenapa menangis?”tanya Songhee.
”Ngga tau Hee,haha,”jawabku.
Saat pulang ujian,Hyunmei menjemputku dan mengajakku ke rumahnya.
”Kok ke rumahmu sih?”tanyaku heran.
”Nene,ada yang mau ngomong sama kamu,”jawabnya. Hyunmei lalu menghidupkan Macbooknya dan mengaktifkan webcam.
”Heechul oppa??”tanyaku kaget. Lebih kaget lagi melihat wajah Heechul oppa yang sembab.
”Oppa nangis,”kataku.
”Nggak kok,”ujar Heechul.
”Neee,waeyo?”tanyaku cemas.
”Nene,oppa tau kamu orang yang kuat… oppa tau kamu cewek langka yang disayangi Kibum. Dan oppa tau kamu sayang banget sama dia. Tapi Nene sayang,Kibum terlalu baik buat kita. Dia …dia …lebih disayang Tuhan,dia… ya,kamu tau maksud oppa kan…,”
”Tidak…,”aku mulai menahan airmataku. Menerka-nerka kelanjutan kata-kata Heechul oppa.
”Sebenarnya saat sampai di bandara di Yale,Kibum terjatuh dari tangga pesawat dan kepalanya terbentur,sejak itu dia koma dan nggak sadarkan diri… Dan kemarin,dia dipanggil oleh Tuhan untuk pulang ke rumah kita yang paling abadi… Nene,kamu pasti kuat! Oppa tau nggak mudah untuk sabar,tapi tolong ikhlaskan Ne… Mianhe oppa baru kasih tau sekarang,kamu ada ujian… Dan oppa sekarang lagi di Yale,tadi pagi,dia sudah dimakamkan di sini,”cerita Heechul oppa dengan sangat berat.
Nafas dan suaraku seakan tercekat mendengarnya. Saat itu juga aku tidak sadarkan diri.
…..
”Nene…aku sayang kamu,”ucap Kibum lembut. Dia tersenyum. Lalu kami tertawa bersama…
”Oppa!!!”aku terbangun.
Aku asti mimpi. Ya,Cuma mimpi… Tapi kenapa,kenapa aku ada di rumah Hyunmei? Kenapa Macbook itu menyala? Kenapa Heechul oppa…??
”Tidak mungkiiiiiiin!!!!!!”teriakku.
”Nene,sabar,”pinta Hyunmei.
”Nene,ini ada Songhee dan yang lain,sabar ya…,”kata Hyumei. Songhee lalu memelukku. Aku menangis sejadi-jadinya.
”Ini bohong! Ini nggak mungkin! Kibum akan pulang,dia akan pulang!”teriakku.
”Nene,”isak Hyeri.
”Aku mau ke Yale!”aku lalu berlari ke pintu.
”Nene,tidak sekarang,”cegah Eunhee.
”Aku mau sekarang!!! Sialan kalian semua merahasiakan hal ini padaku. Brengsek !! Dia itu nampyonku!! SUAMIKU! Kenapa kalian …aghhh FUCK!! Dia itu suami aku Hyunmei …kenapa kalian tega??”
“Kamu boleh tampar aku,kamu boleh pukul aku,aku rela Ne,maafin aku…,”
“Ujian itu setan tau ga kalian?! Harusnya kalian kasih tau saat dia koma… Dia itu suami aku… Dan ujian bisa diulang,”isakku.
Aku menyesal,aku kecewa,aku hancur!
Aku hanya bisa menangis,menangis terisak-isak sampai dadaku seakan mau pecah,sampai kepalaku seakan mau meledak…Tapi sekuat apa pun aku memanggil nama Kibum,dia tidak kembali lagi.

6 bulan setelah itu…
Kriiiing…kriiiing…
”Ne,yoboseo?”tanyaku pada orang yang menelepon ke hpku.
”Nene,ada yang ini bertemu denganmu,”kata suara di seberang.
”Nuguseyo?”tanyaku.

”Neptunus,lama tidak berjumpa,”sapa seorang wanita berpakaian rapi dan anggun yang duduk di depanku. Wajahnya tampak lelah walau pun dia kelihatan cantik dan muda.
”Ya…Ma’am,”sapaku sembari tersenyum tipis.
”Nene,mianhe karena ini terlalu terlambat. Tapi panggil saja saya dengan panggilan yang sering disebut Kibum,”pinta ibu itu.
”…Arraso,Mami…,”ucapku pelan. Wanita cantik di depanku yang kutemui di Hotel Hilton ini segera memelukku. Dia menangis terisak. Aku pun tak kuasa menahan air mataku. Dadaku terlalu sesak. Sesak akan penyesalan dan benci yang tak termaafkan. Ya,benci pada wanita malang yang sedang kupeluk ini. Wanita malang yang 6 bulan yang lalu kehilangan anak pertamanya. Wanita malang yang bergelimang harta dan martabat namun tampak kesepian dan memiliki penyesalan yang mendalam. Menyesal akan kejadian yang lampau. Dadaku sesak,aku ingin memaki ibu ini,tapi di satu sisi aku merasa ada satu beban dihatiku yang terlepas.
”Maafin Mami,”isaknya.
”Maafin Nene juga Mi,mianhe…mianhaeyo…,”isakku.
Setelah melepas emosi masing-masing,kami lalu berbincang dengan tenang.
”Mami tau kamu anak yang baik,tapi saya sangat menyayangi Kibum dan ingin yang terbaik untuknya. Mungkin saya memang terlalu memaksa kehendak,berhati keras. Sejak terakhir kali melihat Kibum,hatiku hancur. Mami menyesal… Selama ini Kibum menderita,Mami menyesal,”ucap ibu itu lirih.
”Mi…Sudahlah,apa yang sudah berlalu tidak bisa dikembalikan lagi. Sekarang kita harus mengikhlaskan apa yang terjadi,seberat apa pun itu. Saya yakin,Kibum telah bahagia di sana. Mami tau,Kibum anak yang sangat berbakti. Walau kami sudah menikah,namun tanpa restu kalian,Kibum sampai saat terakhir pun tidak pernah melakukan hubungan suami-istri dengan saya. Itu adalah janji dia sampai mendapat restu kalian. Dan sampai sekarang,saya sudah menikah,namun belum pernah merasakan malam pertama,”ujarku sembari tersenyum kecut. Maminya Kibum terkejut mendengarnya.
”Kalian benar begitu?”tanyanya kaget.
”saya adalah seorang istri yang membutuhkan hal itu,apalagi sekarang Kibum sudah tiada. Setidaknya saya bermimpi masih ada yang dia tinggalkan di perut saya,namun tidak ada… Walau begitu,saya Cuma ingin bilang ke Mami…,”
”Saya berterimakasih pada Mami karena telah melahirkan pria sehebat Kibum! Gomawo Mam,saya pun nggak munafik menyimpan kebencian dan kekecewaan pada Mami,tapi hal yang paling terasa saat ini adalah rasa terimakasih itu Mam… Sekali lagi terima kasih,karena Mami,saya bisa bertemu Kibum,”ucapku sembari membungkuk. Mendengar ucapanku itu,Mami menangis lagi. Namun ia segera menghapus airmatanya.
”Kibum pasti saat bertemu denganmu ingin mengucapkan terimakasih pada eommamu…,”ucapnya.
”Wae?”tanyaku heran.
”Karena apa ya… Yang pasti karena dia mencintaimu. Dan dia mencintai wanita yang kuat dan tulus seperti kamu,”jawab Mami sembari tersenyum lembut.
Kibum??!
Sekilas aku melihat senyuman Kibum di senyum wanita cantik itu. Ya,dia adalah ibunya… Ibu yang telah melahirkan orang yang paling aku cintai.
”Lalu ,bagaimana keadaanmu selama ini?”tanya Mami.
”Saya seakan sebuah lukisan yang terbuat dari potongan puzzle yang hancur. Perlahan-lahan mengumpulan puing-puing puzzle yang tersisa. Tapi saat menguat karena potongan puzzle yang saya dapat dari keluarga,teman-teman dan sisa-sisa semangat Kibum yang selalu Nene ingat,ada satu lubang yang tidak terisi…Karena potongan puzzle itu sudah dibawa Kibum pergi,”jawabku sembari tersenyum lirih.
”Kamu gadis yang kuat Nene,”ucap Mami.
”Walau semuanya berkata begitu,terkadang saya merasa ingin menyerah dan sangat terpuruk. But i always make an argument that he’s not passed away. He just have a very super long journey to the God’s palace. There’s no signal to call,no postman to post a mail… Im just have to wait,to wait until God call me to after him. I don’t know when,years a years…Im still here to keep waiting until I’ll meet him again,”ucapku berusaha menguatkan diri.
Mami hanya tersenyum lembut. Lalu dia berkata…
”Aku menyesal baru mengenalmu sekarang,”
Ya…semua sesal itu tak akan pernah berarti lagi. Bahkan akan menjadi borok di hati jika kita tak pernah ikhlas. Jika ikhlas,walau tanpa cinta sekali pun,semua akan terasa indah.
”Hidup itu indah jika dibawa indah,”
Bukankah begitu hey Mr.Kim Kibum???
Dan aku yakin,kamu nggak pergi kemana-mana,kamu ada dihatiku dan selama aku hidup dan terus mengingatmu,kamu masih hidup. Ya,hidup dihatiku,diimajinasiku,dimemoriku. Karena cinta itu ada,dia menembus segala ruang dan waktu.
5 years after that…
Saat ini umurku sudah seumur dengan kontrak hidup Kibum,23 tahun. Aku memutuskan untuk bekerja di Amerika seperti impian yang kututurkan pada Kibum dulu. Bukan di Yale,tapi di New York. Bekerja sekaligus menjalani profesi di sana,aku sekarang telah pulang ke Korea dengan membawa bekal. Ya,aku akan mewujudkan impianku untuk membahagiakan eomma & appa,satu-satunya tujuan dalam hidupku. Lalu aku membuka sebuah resort di kepulauan Hongkong bersama rekanku saat di SMA. Sembari berbisnis,aku melanjutkan study di Philadelphia dengan metode e-learning mengambil jurusan yang berbeda dengan bidangku,aku mengambil jurusan psikologi anak dan aku memutuskan untuk membuka sekolah khusus anak-anak dengan keterbelakangan mental dan masalah emosional seperti idolaku,Torey Hayden dulu. Ya,semua yang telah terjadi padaku,kehilangan Kibum,adalah pukulan berat bagiku,aku benar-benar kehilangan kepercayaan dan sempat menaruh benci pada orang lain. Walau aku bisa mengendalikan emosiku dengan baik,tapi luka dihatiku karena kehilangan tidak pernah tertutup,hanya dunia polos anak-anak yang bisa mengobati diriku lagi. Dunia yang jujur,aku butuh itu. Walau hubunganku dengan Mami dan keluarga Kibum sudah erat,aku seakan dianggap anak oleh Maminya dan Mami pun pernah mengunjungiku di New York. Aku juga setahun sekali ke Yale untuk berziarah. Kehidupanku,normal…Datar…Lancar…
Ya oppa,saat ini aku sudah berhasil. Aku sudah mencapai segala tujuanku. Aku selalu ingin menikah sekali seumur hidupku,mencinta sekali seumur hidup,dicium dan hanya ingin dipeluk oleh satu laki-laki seumur hidup. Tapi aku terpaksa mencari cinta yang lain,aku terpaksa demi kebahagiaanku karena kau meninggalkanku. Dan saat aku bertanya pada eomma,”Apa eomma sudah bangga padaku?” namun beliau menjawab,”Tidak ada yang lebih membahagiakan lagi selain melihat kamu berada di pelaminan sekali lagi,Neptunusku,”… Dan saat aku bekerja di New York,seorang yang kau kirim untuk menggantikanmu telah muncul dihadapanku.
Kenanglah ini jagiya,kamu adalah cinta sejatiku. Di surga kelak,aku hanya ingin menjadi bilqishmu…
I love you until i die …
“I love you until I die,”-one of Kim Kibum message.

END

SIDE STORY,MY 2ND WEDDING

Dia adalah penyelamat bagiku. Di saat aku merasa cahayaku padam,aku berada dikegelapan,samar-samar dia datang membawa secercah cahaya…
”Hello,Mami,ini Neptunus…apa kabar?”tanyaku disiang hari yang mendung.
”Oh hay Nene,Mami baik… Kamu bagaimana? Kapan kembali ke Amerika lagi?”tanya Mami ditelepon.
”Oh Nene baik Mi ..Wah,Nene kurang tau. Mungkin awal tahun depan Mi,saat ini Nene sedang sibuk. Sebenarnya ada yang ingin Nene kabarkan pada Mami,”ujarku.
”Ya,apa Ne?”tanya Mami. Aku menghela nafas,aku ingat saat berdiskusi dengan adik Kibum oppa tentang rencanaku. Dia bilang,Mami sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri. Mungkin dia akan sedikit cemburu karena jika aku menikah lagi maka aku akan menjadi menantu orang lain selain beliau. Dan aku takut,akan ada perasaan bahwa aku mengkhianati Kibum.
”Hmm… Mi…,”
”Ya?”
”Nene akan menikah akhir tahun ini,”ucapku akhirnya. Mami sempat terdiam sesaat.
” Really?! Syukurlah Nene…,”ucap Mami yang kelihatan senang dari suaranya.
”Mi??”aku bingung dan kaget mendengar jawabannya.
”Mami lega,Mami sempat takut kamu tidak ingin jatuh cinta lagi dan akan sendiri seumur hidup,Mami cemas dan Mami yakin,Kibum pun tidak ingin kamu terus sendirian,”ujar Mami. Aku kaget dengan reaksi Mami.
”Nene memang nggak jatuh cinta lagi Mi,Cuma Kibum yang bisa buat Nene jatuh cinta. Tapi Nene membutuhkan Donghae. Selama 5 tahun ini,baru dia satu-satunya yang Nene butuhkan untuk terus berada disisi Nene,”ujarku.
”Ceritakan tentang Donghae,”ucap Mami.
”Well,Nene bertemu Audrey di International Health Hospital tempat Nene bekerja dulu di New York. Dia adalah dokter spesialis bedah ortopedi. Yah,dokter muda…dia mengetahui kisah Nene & Kibum oppa,dia yang selama ini begitu perhatian dengan Nene dan entah kenapa Nene tidak keberatan dengan adanya dia disisi Nene,”ceritaku.
”Syukurlah…semoga kamu bahagia Nak,Mami akan datang nanti hari H-nya,”kata Mami.
”Ne,makasih ya Mi… Hmm Mi,Nene Cuma mau bilang,walau Donghae akan menjadi pendamping Nene,Kibum oppa tetap no.1 dihati Nene,sedikit pun dari awal sampai detik ini,perasaan Nene pada oppa tidak pernah berubah,”kataku. Aku tidak kuat lagi menahan airmata yang akhirnya jatuh ke pipi.
”Iya Neptunus … Kamu wanita yang kuat,semoga kamu bahagia,”kata Mami padaku.
Satu bulan sebelum aku menikah,aku memutuskan untuk ke Yale. Di depan makam Kibum,aku meminta izin padanya dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya.
”Hey,Mr.Kim Kibum… Apa kabar? Well,aku tau kalau kamu yang meminta pada Tuhan untuk mengirimkan Donghae oppa padaku. Dia mirip sekali denganmu,sosoknya… Aku bisa mengandalkannya dan aku akan menjaganya seperti aku menjagamu dulu. Aku akan berbakti padanya seperti aku berbakti padamu dulu. Aku akan menjadi istri yang baik untuknya,yang menyayanginya. Hey Tampan,kalo kamu disana cemburu,jangan salahkan aku ya… Karena salahmu yang meninggalkanku duluan di sini! Hehe… Masa aku jadi janda kembang terus? Sampai tua aku jadi perawan tua deh… Hehe… Well,walau aku sebenarnya nggak keberatan untuk terus sendiri sampai aku mati,tapi banyak sekali yang protes kan… dan aku yakin kamu pun akan protes dan memarah-marahiku seperti ini dari sana,’Ya baboya! Kok kamu babo banget sih mau jadi perawan tua ya? Ckck,udah terima aja cowok yang tepat,aku tau kok kamu paling sayangnya sama aku,jadi nggak apa-apa kamu nikah lagi. Ayo nikah lagi aja sana,hush hush hush!’ … Hehe,pasti gitu kan? Arra arra,aku mohon restunya ya,jagiyaku … Aku akan terus mengingatmu,saranghaeyo oppa…,”curhatku sembari mengusap batu nisan Kibum. Walau air mata ini tak sanggup kubendung,aku akan bahagia dan kuat demi Kibum.
Sampai jumpa Kibum oppa,aku janji akan bahagia kali ini. Karena itu,doakan buinmu yang paling cantik ini,arraso? 

FIN

Kisah ini based on a true story,Cuma diedit-editlah kalo yang nikah itu mah ngga sampe ..wkwk
Author : missGYU

MIRROR Part 5

16 Sep

Genre: horror
By : missGYU

Ting Tong!
Sungmin dengan tubuh yang masih limbung berjalan ke arah pintu depan. Matahari sudah muncul ke permukaan. Malam yang penuh teror telah lewat,para yeoja tidur di kamar Songhee-Eunhee sementara namja tidur di kamar Hyeri-Rigi.
”Nuguseyo?”tanya Sungmin saat bel berbunyi sekali lagi. Dia yang bangun lebih awal membuka pintu.
“Siwonnie?!”mata Sungmin membuka total saat melihat sahabatnya datang. Mereka berpelukan. Mendengar bel & teriakan Sungmin,Hyeri langsung turun & berlari ke luar.
”Siwon-ah!”Hyeri berlari ke pelukan Siwon. Siwon menyambut yeojanya itu dengan pelukan yang hangat,dia lalu mencium kepala Hyeri & mengacak-acak rambutnya. Namun Hyeri tidak lama terlihat senang,dia mulai cemas & marah.
”Babo! Kenapa kamu tetap datang?!”tanya Hyeri kesal sambil meninju kecil dada bidang Siwon (author mimisan -.,-).
”Sudahlah jagiya,aku sangat mencemaskanmu & teman-temanmu,”kata Siwon membujuk Hyeri.
”Aku lebih mencemaskan keselamatanmu. Bagiku keselamatamu itu lebih penting,aku tidak peduli dengan diriku sendiri asal…!”
”Sssttt…cukup. kita sudah janji kan apa pun yang terjadi akan kita hadapi bersama? Masalahmu adalah masalahku,arraso?”Siwon meletakkan telunjuknya ke bibir Hyeri. Hyeri terdiam,dia akhirnya menyerah & mengajak Siwon masuk.
”Hyung!”Kibum yang paling akrab dengan Siwon berlari ke arahnya,mereka berpelukan.
”Kau dari NY sejak kapan? Kok pagi-pagi sudah nongol?”tanya Eeteuk.
“Waktu Hyeri telepon aku,aku langsung beli tiket & terbang ke sini hyung,aku mencemaskan kalian…,”jawab Siwon,dia lalu mendekati Donghae & Kyuhyun yang duduk lemas di ranjang.
“Tenanglah. Kita harus percaya Tuhan menjaga mereka saat ini,”kata Siwon pada ke-2 sahabatnya itu. Kyuhyun hanya mengusap dahinya & menghela nafas panjang.
“Aku semalaman tidak bisa tidur,”kata Donghae dengan lemasnya. Siwon merangkul Donghae.
”Kau pasti lapar. Yuk makan dulu,”Hyeri mengajak Siwon ke dapur. Di dapur Minyoung & Wookie sudah masak untuk sarapan mereka.
”Donghae,ayo makan,”ajak Siwon. Donghae tidak menggubris ajakan Siwon.
”Oppa,ayolah…mau mencari Hyunmei harus berisi energy dulu. Kyuhyun oppa juga,ayok,”kata Celina.
”Hmm…,”Siwon memperhatikan Celina.
”Kau pasti Celina,yang diceritakan Hyeri,”kata Siwon pada Celina.
”Ne,Celina imnida oppa,”Celina membungkuk dihadapan Siwon.
“Dia pacarku loh!”pamer Leeteuk.
“Ya! Oppa ini apaan sih,sudah sana makan,”kata Celina.
”Kalian makan saja,aku mau meneruskan pencarian,”kata Kyu tiba-tiba,dia beranjak & meninggalkan ruangan itu.
”Kyu!”
”Kau jangan gegabah dulu Kyu,”Heechul menarik tangan Kyuhyun. Kyuhyun menghempaskannya,dia menatap Heechul dengan datar.
”Kyu,kau makan dulu. Baru kita cari sama-sama,”Siwon mencoba menengahi.
”Aku tidak bisa tenang! Hyunmei & Eunhyuk juga sudah menghilang! Berapa lagi yang mau hilang?! Siapa lagi?!”bentak Kyuhyun.
”Kyu! Kita tau kau stress,kita juga begitu! Kita putus asa,tapi kita harus tetap tenang. Yang kita hadapi ini setan,mereka cepat menguasai kita kalau kita tidak kuat!”teriak Heechul mulai emosi karena Kyuhyun mulai labil.
”Aku kuat hyung! Kata siapa aku tidak kuat?! Sejak awal aku tidak mengeluh sama sekali!”Kyu tidak mau kalah,nadanya mulai meninggi.
”Siapa yang mengeluh hah?! Kita disini melindungi cewek-cewek kita! Tidak ada yang mengeluh! Jangan asal kamu!”kata Heechul kesal.
”YA KALIAN SEMUA!”
Semua terdiam mendengar teriakan Songhee yang membahana tanpa memakai toa masjid sekalipun. Yang jelas tidak ada yang berani jika Songhee sudah ngomel,yang bisa menyaingi debatannya Cuma Key,teman sekelasnya di SMA dulu.
”Cho Kyuhyun! Kalau kau mau mencari duluan,silakan. Tapi ingat,disini kita menjunjung kebersamaan. Kau mau mencari sekarang,kami ikut. Kau tidak kasian liat Donghae,Eeteuk oppa,Kibum,Dee sama yang lainnya?!”tanya Songhee tegas. Kyuhyun terdiam,dia melihat semuanya masih terlihat lemas,Kyuhyun akhirnya menyerah.
”Kyu,sudahlah ayo makan dulu…aku menemukan sesuatu yang menarik,”Kibum merangkul Kyuhyun ke dapur. Kyuhyun yang masih agak emosi tidak menanggapinya betul.
”Bum,”Dee menarik Kibum. Dia menatap Kibum dengan penuh tanda tanya,Kibum hanya tersenyum manis pada Dee,”Yuk makan,”Kibum mengacak-acak rambut Dee,Dee tersenyum lega,dia merasa nyaman walau mereka saat ini berada di sarang macan.

*eunhyuk*
Eunhyuk terbangun dari pingsannya. Dia merasa seseorang menarik tangannya & membuatnya terjatuh. Eunhyuk memperhatikan sekitarnya. Dia berada di sebuah ruangan yang hanya berisi sebuah kursi & sebuah bohlam lampu yang sudah redup. Eunhyuk meringkuk ketakutan.
”Omma,aku dimana…Donghae,Eeteuk hyung,Heechul hyung …,”Eunhyuk menangis ketakutan.
Tap tap tap….
Seseorang berjalan mendekati pintu kamar itu.
”Tuhaaan,”Eunhyuk merapatkan kakinya.
Pintu terbuka,mata Eunhyuk membulat…

*Hyunmei*
’Omma,ini dimana?! Kenapa aku sudah ada disini?!’Hyunmei terus berlari menerobos semak belukar di hutan belantara. Hujan gerimis membuat tanah itu cepat basah,Hyunmei mencoba untuk tidak terpeleset.
“Donghae!!! Oppa!!!”teriak Hyunmei,rambutnya basah,nafasnya tersengal-sengal,tiba-tiba kakinya yang sudah lelah berlari terpeleset.
“Huaaaahhh aku dimanaaaa?!!!”tangis Hyunmei frustasi.
“Hyunmei-ah!”tiba-tiba sebuah suara yang sangat dikenal Hyunmei terdengar entah darimana asalnya.
“Onnie! Onnie dimana?!”tanya Hyunmei membabi-buta.
“Mei,tenanglah. Kau harus melihat sesuatu,mianhe aku tidak bisa menolongmu lebih dari ini,kau akan baik-baik saja selama aku menjagamu,”kata Rigi.
“Onnie dimana?! Onnie ayo pulang! Kyuhyun oppa sangat mencemaskanmu!”teriak Hyunmei menahan rasa sakit dikakinya yang sedikit keseleo.
“Mei,lari!”teriak Rigi.
“Wae?!”tanya Hyunmei. Hyunmei merasa seseorang sedang berlari ke arahnya,Hyunmei tau itu bukan Rigi,dia lalu berusaha berdiri dengan susah payah & berlari menerobos hutan. Seorang pria berbaju hitam mengejar Hyunmei,Hyunmei terus berlari tidak mempedulikan kulitnya yang sobek terkena duri & ranting,dia berlari dengan terpincang-pincang.
“Mwo?!”Hyunmei kaget saat menemukan ujung hutan itu. Dia malah berada di rumah mereka. Hyunmei mengintip di jendela,dia sangat terkejut melihat pemandangan mengerikan di dalam sana. Seorang gadis muda sedang dirajam oleh pria yang mengejarnya tadi. Seorang ibu-ibu hamil memandang dari sudut sembari berpelukan dengan seorang anak gadis.
”Itu…,”Hyunmei tau cewek itu adalah hantu cewek yang mata & mulutnya dijahit,Lee Hyunwa.
”Hmmpphh,”Hyunmei menutup mulutnya sendiri agar dia tidak berteriak melihat gadis itu disileti wajahnya. Setelah puas menyiksa gadis itu,pria itu berjalan ke arah seorang wanita tua bule yang sedang tertidur di atas piano. Pria itu menarik kepala wanita itu,”KYAAAAA!!”Hyunmei pingsan saat melihat kulit wajah wanita itu sudah tidak ada.
***
”Mei,”Rigi memeluk Hyunmei. Sebenarnya Hyunmei sedang tersesat dalam mimpi buruk yang dibuat hantu di rumah itu. Hyunwa sempat menyelamatkan Hyunmei saat arwah jahat menarik Hyunmei masuk ke kegelapan.

*dirumah*
Setelah makan Kibum mengumpulkan mereka semua untuk memulai pencarian.
”Ada sesuatu yang akan kutunjukkan dengan kalian semua,”kata Kibum. Dia lalu berjalan ke sayap kiri rumah & menelusuri lorong. Di ujung,dia meraba dinding samping kanan rumah & dia tersenyum.
”Dinding ini sedikit beda!”kata Hyeri mendekat. Dia lalu meraba dinding itu,bentuknya segi panjang seperti pintu yang disembunyikan.
”Hyeri,awas,”kata Siwon. Hyeri & Kibum minggir sementara Siwon berdiri di depan dinding itu. Dengan satu kali tendangan,dinding itu hancur. Mereka semua terkejut melihat ada sebuah tangga kecil ke bawah!
”Ruang bawah tanah?!”seru mereka kompak.
Siwon memimpin mereka turun dengan senter besar yang dia pegang. Kibum & Kyuhyun mengikuti dari belakang Siwon sementara yang lain masih ragu untuk mengikuti. Eeteuk berhasil menemukan kontak lampu & menghidupkan lampu di ruangan itu.
Pyash!
Sebuah ruangan bawah tanah yang besar. Mata Kyuhyun langsung tertuju pada sebuah tempat tidur bedah yang penuh darah,dia menutup hidungnya karena mencium bau busuk. Minyoung terduduk lemas karena dia tidak tahan bau darah,Wookie menjaga Minyoung tetap di belakangnya. Hyeri memperhatikan lemari kaca yang penuh jeroan manusia,dia hampir muntah & Siwon menari Hyeri menjauh,Hyeri terduduk lemas karena mual.
”Hyung,teruskan saja,aku disini dulu,”kata Siwon pada Eeteuk.
”Ne,”Eeteuk lalu meneruskan mengexplore ruangan itu. Siwon mengusap kedua bahu Hyeri,”Gwenchana? Kau mau keatas saja sama Eunhee dan Celina?”tanya Siwon.
“Gwenchana. Aku Cuma sedikit kaget,”jawab Hyeri.
”Hueeeek,”baru saja menyelesaikan ucapannya,Hyeri sudah muntah,Siwon dengan sigap menampung muntahan Hyeri dengan kaleng yang berada di dekat mereka.
”Ke atas yuk?”ajak Siwon. Hyeri menggeleng.
”Sebentar…aku baik-baik saja,”kata Hyeri.
Ruangan itu mengerikan. Seperti sebuah kamar operasi pribadi,tidak,seperti tempat penyiksaan,ruang kerja seorang penjagal. Kyuhyun makin panik memikirkan nasib Rigi,Donghae sudah menangis putus asa memikirkan pacar & sahabatnya. Kibum mencoba mencari sesuatu yang ganjil lagi,tiba-tiba dia menginjak lantai yang berbunyi nyaring. Kibum dengan cekatan membongkar lantai itu,ada sebuah lubang kunci!
”Mworago?!”tanya yang lainnya mendekat.
”Lubang kunci?”tanya Kyuhyun heran.
”Kunci! Cari kunci! Aku punya feeling bagus!”kata Heechul. Mereka lalu berpencar mencari kunci.
Dee hampir saja lupa akan kunci yang ditemukannya,untung dia terjatuh karena tersandung sesuatu.
Prang! (gatau bunyinya kunci gmn hehe)
”Auuu,”ringis Dee. Kibum berlari sigap mendekati Dee,”Gwenchana?”tanya Kibum.
”Ne,”jawab Dee sembari meraba kantongnya yang terasa aneh.
”Kunci ini!”kata Dee semangat. Dia langsung berlari ke arah lantai yang dibongkar itu,semuanya mendekat.
”Ayo coba!”kata Siwon semangat. Dee memasukkan anak kunci tersebut dan…
”YOSH!!!”seru mereka kegirangan saat pintu kecil itu terbuka. Eeteuk membuka penutupnya. Mereka sangat terkejut melihat isi dari peti yang tertanam itu. Sebuah kerangka manusia tersembunyi di dalamnya!
”Ottoke?”tanya Minyoung kaget.

*Hyunwa & Rigi*
”Mereka menemukannya! Mereka menemukanku!”kata Hyunwa tiba-tiba.
”Jinjja?! Syukurlah! Hyunwa,terimakasih kau sudah membawa Eunhyuk ke sini juga sebelum ahjussimu membunuhnya!”Rigi sangat berterimakasih pada hantu yang tadi sangat dia takuti itu. Hyunwa seperti tersenyum walau mulutnya terjahit.
”Rigi,katakan pada temanmu,tepat jam 12 malam nanti bawa mayatku ke halaman depan,masukkan mataku ke dalam rongga mataku & saat itu aku akan bangkit untuk melawan paman. Percayalah,Cuma aku yang bisa,”kata Hyunwa.
”Ne! Kau harus berjuang untuk kami!”kata Rigi senang.
”Onn?”tiba-tiba Hyunmei terbangun.
“Mei!”Rigi memeluk Hyunmei. Hyunmei sempat mundur karena kaget melihat Hyunwa.
“Gwenchana,dia yang menyelamatkanmu,”kata Rigi.
”Eunhyuk?”tunjuk Hyunmei heran.
”Dia juga. Tenanglah Mei,sebentar lagi kita akan keluar dari sini,”ucap Rigi.

*celina,eunhee & sungmin*
Pzzzzt!
”Onn!”Celina menarik lengan baju Eunhee. Eunhee menoleh,Celina hanya menunjuk ke arah televisi yang hidup lagi tiba-tiba.
”Rigi-ah!”Eunhee mendekat.
”Annyeong,”ucap Rigi dengan senyum lembut.
”Gwenchanayo?!”tanya Sungmin.
”Ne,oppa…Eunhee,Celina…mereka berhasil menemukannya. Nanti malam jam 12 kalian harus membawa mayatnya ke halaman & masukkan bola mata yang ditemukan Celina ke rongga mata kerangka Hyunwa,”ucap Rigi.
”Jinjja?! Syukurlah…semuanya akan berakhir?”tanya Celina.
”Semoga,”kata Rigi.
”Rigi-ah! Eunhyuk,Hyunmei…,”
”Gwenchana…mereka bersamaku,”kata Rigi memotong ucapan Eunhee.
”Syukurlah,”Eunhee tersenyum lega.
”Sampai ketemu di sana,”ucap Rigi lembut. Pzzzzztttt tv itu mati total!

***
Mereka sangat senang mendengar kabar dari Sungmin,Eunhee & Celina tentang keselamatan ketiga orang lainnya. Donghae sangat lega mengetahui bahwa Mei saat ini bersama Rigi & Eunhyuk. Mereka lalu mempersiapkan pertempuran malam itu.
Leeteuk membawa peti yang berisi kerangka Lee Hyunwa bersama Heechul & Siwon. Songhee dengan beraninya memegang toples berisi mata yang mereka temukan di kamar Celina tempo hari lalu dia meletakkannya dengan parno di rumput halaman belakang.
”Pukul 23.00,”kata Minyoung melihat ke arlojinya.
”Kalian tidak apa-apa?”tanya Siwon pada cewek-cewek karena mereka saat ini sudah diluar,yaaa tidak menutup kemungkinan mereka akan menemui banyak penampakan apalagi malam sebelum kutukan 30 tahun itu.
”Ne,lalu kita harus ngapain?”tanya Hyeri. Mereka sudah selesai mempersiapkan segalanya.
”Kita tunggu?”tanya Leeteuk.
”Sepertinya memang kita harus menunggu. Kita duduk berkumpul saja,”jawab Songhee.
Mereka lalu duduk berdekatan di teras halaman belakang. Menunggu jam 12 malam. Semua arwah mulai berkeliaran,satu per satu dari mereka diteror dengan penampakan hantu-hantu korban penyiksaan di rumah itu.
Minyoung pertama kali,dia langsung sembunyi di punggung Wookie saat matanya tidak sengaja menangkap seorang wanita dengan tubuh setengah menatap mereka dengan tajam di balik gudang.
”Wae?”tanya Wookie.
”Gwenchana,biarkan aku begini …aku tidak enak badan oppa,”jawab Minyoung ngeles. Namun Wookie tau kalau Minyoung melihat penampakan,masalahnya dia juga melihat penampakan di bawah pohon eek,seorang pria muda dengan wajah sebelahnya yang hancur.
”Aish,”Heechul mulai gelisah,suara-suara aneh memekakkan telinganya.
”Mulai berdatangan…,”kata Songhee. Dia lalu menjatuhkan kepalanya ke bahu Heechul. Begitulah dengan yang lainnya,semuanya dapat melihat penampakan malam itu.
”Seginikah penderitaan Rigi selama ini?”batin Kyuhyun yang membayangkan perasaan ceweknya yang memiliki six sense.
”Tuhaaan lindungi kami. Lindungi Hyeri,lindung Rigi dan yang lainnya di sana. Semoga malam ini semuanya berakhir dengan selamat,amin,”Siwon berdoa dalam hati. Hyeri menghela nafas panjang melihat tingkah cowoknya yang dalam keadaan apa pun dan dimana pun itu selalu berdoa,namun dia senang karena dia merasa aman bersama Siwon.
”Jam 23.30…,”gelisah Eeteuk. Dia sudah tidak tahan dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. Semuanya saat ini sedang menunduk menutup mata & menutup telinga.
”Jangan lihat apa pun…abaikan saja,”pesan Heechul.
Akhirnya…
Jam 00.00
Ssssshhhhh!
Angin bertiup dengan kencangnya,menusuk ke tulang mereka yang berada di luar menunggu dengan tegangnya.
”…,”mereka semua tegang menunggu apa yang akan terjadi.
Tiba-tiba…
Krrtttkkk krtttkkk!
”Hyung!”Kyuhyun berdiri melihat peti mati itu bergerak-gerak. Semuanya mulai berdiri & merapat.
”Matanya! Matanya!”tiba-tiba suara bergetar dan berat berteriak entah darimana.
”Mata?”tanya Minyoung bingung.
”Matanya! Aku tadi Cuma meletakkan toples itu! Jagiya,masukkan matanya ke dalam rongga mata tengkorak hantu itu!”seru Songhee panik.
”Mwo?! Aku nggak ah,jijik!”tolak Heechul.
”Kau saja,”Heechul menunjuk Siwon.
”Hyung…masa tega?”tanya Siwon dengan tampang memelas.
”Ya! Kalian ini,buruan!”seru Hyeri kesal.
”Ya sudah aku saja!”Sungmin dengan beraninya mendekati peti yang bergerak-gerak itu & mengambil toples. Dahinya mengernyit saat membuka toples itu,”Ewww,”. Pelan-pelan dia menaruh bola mata itu ke rongga tengkorak.
Dan…
Syut!
”Woaaaaa!!”teriak mereka kaget. Sungmin terduduk mundur. Kerangka itu tiba-tiba melayang ke atas,lalu lama kelamaan berubah menjadi seorang gadis.
”Gomawo,”ucap Hyunwa yang sudah menyatu dengan tubuhnya.
”Kau…,”Sungmin kaget melihat kerangka itu sudah berubah menjadi seorang manusia utuh!
”Sekarang,pintu itu bisa dibuka,”Hyunwa masuk ke dalam. Yang lainnya mengikuti dengan ragu. Hyunwa berhenti di depan pintu itu.
”Tendang tembok yang agak menggembung itu,”kata Hyunwa pada yang lainnya. Donghae menendang tembok yang dimaksud.
Brak!
Tembok itu hancur dan ada sebuah kunci terjatuh.
”Kunci ini?”tanya Donghae.
”Ne,buka,”ucap Hyunwa. Donghae lalu membuka pintu itu.
Ssshhhh! Udara dingin menusuk tulang mereka keluar dari dalam pintu itu. Di baliknya hanya berisi sebuah lorong gelap & berbau apek.
”…,”Hyunwa seperti menunggu sesuatu.
Drrrrrtttt!
”Gempa?!”seru Hyeri kaget. Rumah itu bergetar hebat,Eunhee yang masih belum pulih terjatuh,untung Sungmin dengan sigapnya menangkap tubuh Eunhee.
Mereka semua terdiam & melotot melihat apa yang keluar dari dalam sana,Eeteuk menarik Donghae mundur. Sesosok hantu pria berbaju hitam dengan membawa gunting besar yang penuh bercak darah berjalan dengan penuh amarah. Detik berikutnya pandangan mereka semua menjadi gelap.
………………………………………………………….
”Kyuhyun-sshi,Kyuhyun-sshi,”teriak seseorang. Kyuhyun membuka matanya perlahan,kepalanya pusing. Dia seperti bermimpi saat melihat Hyunwa di depannya.
”Yang lain?!”Kyuhyun terduduk melihat yang lain. Semua masih pingsan entah kenapa.
”Semua sudah selesai,”ucap Hyunwa.
”Jinjja?! Kenapa seperti tidak terjadi apa-apa?!”tanya Kyuhyun kaget. Dia melirik ke pintu terlarang itu,tertutup!
”Untuk mengirimnya ke neraka,aku kembali lagi ke masa lalu,”jawab Hyunwa,dia terlihat begitu pedih karena hatinya terluka jika mengingat masa-masa penyiksaan itu.
”Kami sudah tidak apa-apa kan?”tanya Kyuhyun.
”Ne,”jawab Hyunwa.
”Mana Rigi?!”tanya Kyuhyun lagi.
“Aku sepertinya harus kembali lagi ke dalam cermin,aku akan mengirim mereka keluar,”jawab Hyunwa.
“Kenapa tidak dari dulu sih?!”tanya Kyuhyun agak kesal.
“Mianhe,kekuatanku tidak cukup sebelum jiwaku bersatu dengan ragaku,bye,”Hyunwa berjalan ke arah cermin dan menghilang. Berikutnya semua teman-teman Kyuhyun terbangun.
“Hhhh,”Kyuhyun mendesah panjang,dia sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Apa yang terjadi?”tanya Hyeri sembari melihat sekeliling.
”Gwencaha…semua sudah selesai,”jawab Kyuhyun sembari tersenyum lembut.
”Jinjja?! Apa yang terjadi?! Mana Rigi dan yang lainnya?!”tanya Songhee.
”Kami disini!”tiba-tiba suara yang sangat dirindukan Donghae terdengar dari arah belakang mereka.
”Mei!”Donghae berlari ke arah Hyunmei dan memeluknya.
”Rigi!”Kyuhyun juga berlari ke arah Rigi yang berdiri di samping Hyunmei.
”Aku kira aku tidak bisa bertemu kamu lagi,darah itu membuatku cemas,”Kyu memeluk Rigi. Rigi tersenyum lembut lalu berkata,”Gara-gara ini,hehe,”dia menunjuk kakinya yang terluka.
”Hyuuung!”Wookie berlari ke arah Eunhyuk.
”Unyukkie,”Donghae juga memeluk sahabatnya itu.
”Syukurlah…terimakasih Tuhan,”Siwon hampir meneteskan airmatanya karena terharu,Hyeri merangkul Siwon dan tersenyum lega.
”Songhee,seharusnya kalian pindah saja dari rumah ini,”saran Dee.
”Memang sudah tidak apa-apa,tapi rumah ini akan membawa kenangan buruk,”ucap Kibum yang selalu satu pemikiran dengan Dee. Dee tersenyum pada Kibum yang dari tadi menggengam tangannya.
”Dan kenangan yang manis,”ucap Minyoung sembari tersenyum pada Wookie.
”Hahahaha! Ya sudah,nanti temani kami nyari rumah baru ya!”tawa Songhee.
“Atau mau serumah dengan kami?”canda Heechul.
“Your wish!”Songhee menjitak kepala Heechul,Heechul meringis kesakitan. Mereka semua tertawa lega,hari itu sudah terlewati. Mimpi buruk mereka telah selesai. Kutukan 30 tahun yang mengancam nyawa mereka telah hilang. Rigi mendekat kearah cermin,dia menatapnya dengan lekat,”Gomawo Lee Hyunwa,”Rigi tersenyum lembut.

FIN

Lalalala hehe,maaf yah lama dan makin gaje. Aih aku ga berbakat buat ff horor. Bingung mikir endingnya. Aku juga ga tepat janji (janji mau publish hari minggu) gara-gara berbagai macam hal akhirnya lambat publishnya. Mianheee kalo ceritanya terkesan terburu-buru (memang terburu-buru sih hehe #plakk). Sebenarnya aku mau buat endingnya lebih bagus,tapi ga tega menghilangkan 1 nyawa…hahaha! makasih udah baca ^^ *bow*

Mirror Part 4

16 Sep

Genre: horror
By : missGYU

*Hyunmei,Donghae,Wookie*
”Dimana kita bisa menemukannya?”Hyunmei membuka ruangan-ruangan yang selama ini jarang dipakai,sebuah perpustakaan kecil.
”Ini punya ahjuma?”tanya Donghae pada Hyunmei,dia takjub melihat rak buku yang tinggi menjulang. Wookie juga ikutan takjub melihat ruangan itu,dia menyusuri setiap rak & buku,dia juga tidak lupa membuka lemari & laci besar namun yang dia temukan Cuma buku & tumpukan kertas lainnya.
”Aku tidak tau. Ini sudah lama sekali,mungkin ini peninggalan orang barat itu. Kami juga jarang ke sini,terakhir kali Cuma untuk membersihkan rumah seperti biasanya,”jawab Hyunmei yang membuntuti Donghae.
Wookie berjalan ke syaf rak berikutnya,saat dia melewati tengah lorong kecil itu tiba-tiba…
BRAK!
”Yesung hyung!!”Wookie melompat ke belakang. Donghae & Hyunmei berlari menyusul Wookie.
”Waeyo Wookie-ah?!”tanya Donghae mendekat. Wookie menghela nafas panjang,dia membungkuk & mengambil sebuah buku yang kira-kira tebalnya lebih dari 5 cm & sangat berdebu.
”Fyuuuh…untung buku ini tidak terjatuh tepat di atas kepalaku,”ucap Wookie pucat.
”Ah kau,kukira Yesung hyungmu kenapa…pake latahin nama Yesung hyung segala -.-,”ucap Donghae. Saat dia menunduk untuk mengecek buku itu bersama Wookie,tiba-tiba mata Donghae menangkap sesosok yang mengerikan di ujung lorong itu. Donghae memblok Hyunmei dengan spontan.
”Wae?”tanya Hyunmei,dia mengintip dari balik bahu Donghae.
”Kyaaaaaaaaaa!”Hyunmei terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seorang pria tak bertangan dan tak berkaki sedang menatap mereka dengan tatapan hampa di ujung lorong sana. Wookie juga terkejut,Donghae bersiap membawa lari Hyunmei namun…
Pyash!!!
”Oppa!”Hyunmei berlari ke pelukan Donghae dengan sangat ketakutan. Tiba-tiba lampu mati begitu saja.
”Donghae hyung!”Wookie ikut berlari ke belakang Donghae. Mereka tetap melihat ke depan,ke arah penampakan tadi walau mereka tidak bisa melihat apa-apa. Wookie merasa sesuatu berhembus di sampingnya,bulu kuduknya berdiri.
”Oppa,bawa aku keluar!”isak Hyunmei putus asa. Donghae meremas telapak tangan Hyunmei untuk menenangkannya.
”Ayo,kita melangkah pelan-pelan,”Donghae lalu menarik tangan Hyunmei. Wookie mengikuti di sampingnya.
Mereka memutuskan untuk keluar & mereka sangat menyesal tidak membawa senter. Wookie terus merasa sesuatu meniupi lehernya,Donghae yang memimpin perjalanan terus meraba untuk keluar.
”Hyunmei-ah,jangan melihat kemana-mana,”pesan Donghae. Hyunmei tidak menjawab.
Krieeet…
Tiba-tiba pintu perpustakaan kecil itu terbuka dengan sendirinya. Donghae yang kaget mengencangkan genggamannya.
”Hyung,sakit!”teriak Wookie. Donghae kaget,dia menoleh ke belakang dan saat dia menoleh lampu hidup dengan sendirinya.
”Ryeowook?!”tanya Donghae kaget.
”Hyunmei mana?!”teriak Donghae.

*Hyunmei POV*
’Tuhan,kenapa harus mati lampu? Kenapa aku bisa melihat hantu?! Selama ini yang bisa melihat kan Cuma Rigi onnie,kenapa mereka berani memunculkan diri di depan kami? Apa bahaya semakin dekat?!’
Tiba-tiba seseorang menarik tangannya di kegelapan.
”Op..!”
Hyunmei hilang & tersesat di sebuah hutan!

*Hyeri,Minyoung,Eunhyuk,Dee*
”Ruangan apa ini?”tanya Dee melihat sebuah ruangan yang besar di balik pintu antik di lantai atas.
”Ini ruangan koleksi pemilik rumah yang lama,”jawab Hyeri.
”Kenapa pemilik rumah yang lama tidak membawa pergi barang-barang antik ini?”tanya Eunhyuk sembari memperhatikan guci-guci & patung-patung yang terpajang.
”Aku tidak tau Nyuk,tanya sendiri sama ahjuma,”jawab Hyeri.
Mereka lalu berpencar di ruangan yang cukup luas itu. Tiba-tiba Dee tertarik dengan sebuah guci kecil di atas meja,dia mendekat. Guci itu berwarna merah darah,berukir tak jelas namun dia seperti melihat guci setan yang tak berbentuk,Dee iseng memasukkan tangannya ke dalam dan dia sangat terkejut mendapati sesuatu.
”Kunci?!”gumamnya,dia melihat sebuah kunci antik yang dia temukan di dalam sana,dia tidak sadar bahwa saat tangannya masuk ke dalam guci tadi,ada sebuah tangan yang keriput nyaris mencengkeram lengannya. Dee lalu menyimpan kunci itu di dalam sakunya dan meneruskan pencarian.
Hyeri memperhatikan jendela ke luar. Dia cemas dengan keadaan Songhee dan yang lainnya. Tiba-tiba…
Pyash!!!
“Onnie!”teriak Minyoung. Dia berlari ke arah Hyeri saat lampu tiba-tiba padam.
“Gwenchana,Eunhyukkie,Dee,gwenchanayo?”tanya Hyeri.
“Hyeri!”Eunhyuk berlari dengan senter dari hpnya ke arah Hyeri,Dee berjalan dengan tegas ke arah Hyeri. Mereka semua berkumpul.
”Sepertinya mustahil kita lanjutkan sekarang. Kita keluar saja yuk,”ajak Hyeri.
”Ne,onn ayo!”Minyoung menarik tangan Hyeri. Saat Hyeri melewati sebuah patung seorang pria,matanya menangkap sosok hantu wanita bule yang menakuti Celina dulu. Langkah kakinya terhenti.
”Waeyo?”tanya yang lainnya. Hyeri menunjuk ke arah patung itu.
”Ada apa onn? Kenapa patung itu?”tanya Minyoung.
”Ne,ada apa?”tanya Eunhyuk & Dee berbarengan. Hyeri kaget mereka tidak melihatnya. Hyeri mengucek-ucek matanya,hantu itu tetap berdiri di sana dengan tatapan penuh kebencian. Semua orang tidak dapat melihatnya,Hyeri memutuskan untuk meninggalkan tempat itu secepatnya. Wanita itu melotot pada Hyeri dan mereka sepanjang mereka berjalan.
Minyoung merasakan hawa di ruangan itu tiba-tiba dingin. Matanya menangkap sebuah lukisan yang tak sengaja tersorot lampu hp Eunhyuk,sebuah lukisan seorang wanita tua dengan mata melotot & bergerak mengikuti langkah mereka.
”Kyaaaa!”Minyoung tidak sengaja melompat ke pelukan Eunhyuk.
”Hyaaaa!”Eunhyuk bukannya melindungi malah ikutan ketakutan -.-” walau dia tidak merasakan apa-apa. Minyoung kaget dan saat sadar dia langsung mendorong Eunhyuk & menjauh.
Eunhyuk tidak sadar,ada seorang gadis memperhatikan dia dari kegelapan yang siap untuk mencekiknya jika Eunhyuk mendekat pada kegelapan.
Tiba-tiba…
”Unyuk-ah! Hidupkan lampunya!”seru Hyeri saat lampu hp Eunhyuk mati karena habis batre.
”Unyukkie!”seru Dee.
Pyash! Lampu hidup!
”Lee Hyuk Jae?!”teriak mereka serempak saat mereka hanya menemukan diri mereka bertiga di ruangan itu.

*Kyuhyun & Kibum*
”Rumah ini terlalu mengerikan,”kata Kibum saat mereka melakukan pencarian.
”Ne,aku juga sempat melarang Rigi untuk tinggal di sini,tapi dia kekeuh karena semua sahabatnya ingin tinggal di rumah mewah yang disewa murah ini,”tanggap Kyuhyun. Dia membuka sebuah lemari,namun lemari itu Cuma berisi tumpukan kain,dia lalu membongkarnya,tidak ada mayat di sana.
”Kalau ada mayat pasti bau,”kata Kibum.
”Ne,tapi dimana? Aku penasaran,”kata Kyuhyun capek. Tiba-tiba matanya menangkap sosok Rigi yang sedang berlari ketakutan di lorong kecil dekat sana.
“Rigi!”Kyuhyun kaget & mengejarnya,Kibum pun mengikutinya,”Kyu!”
“Rigi-ah!”langkah Kyuhyun berhenti saat di depan matanya dia melihat pemandangan mengerikan. Rigi dibacok seorang pria berjubah hitam & saat salah satu kaki Rigi ditebas putus oleh pria berjubah itu,Kyuhyun berteriak histeris,”ANDWAEEEEEEE!!!”dan sosok Rigi didepannya itu menghilang begitu saja.
Kyuhyun terduduk lemas,kakinya gemetaran,dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,keringatnya bercucuran. Kibum memeluk Kyuhyun,”Gwenchana…gwenchana…,”kata Kibum walau dia tidak tau apa yang dilihat Kyuhyun tadi.
“Rigi-ah…kita harus segera menyelamatkannya! Dia harus segera aku temukan sebelum semuanya terlambat!!!”isak Kyuhyun putus asa. Kibum mengusap-usap punggung sahabatnya itu.
”BRENGSEK!”Kyuhyun tiba-tiba berdiri dengan marahnya & menghadap ke atap,dia berteriak kencang,”Kalau berani hadapi aku! Jangan ambil Rigi! Kembalikan dia! Sialan kalian! Aku bersumpah akan mengirim kalian ke neraka!!!”teriak Kyuhyun marah.
”Kyu,sudahlah…mereka tidak akan gentar dengan ancamanmu,”kata Kibum menenangkan Kyuhyun.
”Kibum-ah…Rigi…dia dia…apa dia baik-baik saja?”Kyuhyun terisak lagi di bahu Kibum. Tiba-tiba mata Kibum menangkap sesuatu yang berbeda di dinding. Seperti terkstur yang berbeda diwallpaper dinding itu. Kibum tersenyum misterius.

*Celina*
”Onnie! Oppa!”Celina berlari masuk ke ruang tengah dengan tertatih-tatih. Sungmin yang sedang memeluk Eunhee terkejut melihat Celina. Eunhee melepaskan pelukan Sungmin & mengusap tangan Celina.
”Wae?”tanya mereka berdua.
”Ada suara-suara teriakan yang samar-samar kudengar. Aku takut! Aku takut Onn!”Celina mulai menangis. Eunhee & Sungmin pun ikut panik & cemas. Mereka bertiga lalu memutuskan untuk masuk ke kamar,Sungmin menggendong Eunhee yang masih terluka.
Celina baru sadar,di kamar itu ada sebuah toples hitam yang aneh yang terpajang di dekat jendela. Celina mendekat sementara EunMin sedang duduk di kasur tidak memperhatikannya. Celina membuka toples itu.
”Ahh!!”Celina menghempaskan toples itu. Sepasang bola mata menggelinding di lantai.

*Heechul,Songhee,Leeteuk*
Songhee begitu putus asa karena dia tidak menemukan apa-apa di gudang. Bukannya harapan yang ditemukan,melainkan teror yang mereka hadapi.
”Eeteuk-ah awas!”Heechul tiba-tiba mendorong tubuh Eeteuk sehingga mereka bedua terjatuh dan bruuuk!
Sebuah kotak perkakas hampir saja membunuh Eeteuk yang berada di bawahnya.
”Eeteuk,kau harus hati-hati,”kata Heechul cemas. Dia tidak mau kehilangan sahabatnya itu,dalam hati dia merasa lega sendiri sempat menyelamatkan sahabatnya itu.
”Oppa,hati-hati,”Songhee mulai gelisah karena satu per satu kejadian aneh menimpa mereka malam itu. Songhee lalu menarik tangan Heechul & Leeteuk untuk berdiri. Mereka meneruskan mencari. Heechul merasa ada banyak mata yang memperhatikan dia,dia lalu tidak banyak bergerak,mata yang memperhatikannya itu seolah siap menyerangnya kapan pun dia lengah.
”Chagiya,”Heechul menarik lengan Songhee dengan gelisah.
”Ya,kau ini cowok harus berani. Sana jalan di depan!”perintah Songhee.
”Andwae,Eeteuk saja,biar aku mengawasi Eeteuk lagi kalau ada apa-apa. Hehe,”kata Heechul ngeles.
Songhee hanya mendengus kesal melihat tingkah Heechul yang mulai manja dengannya,namun dia juga memiliki kekhawatiran yang besar. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30,Cuma 5 menit lagi namun pencariannya nihil.
”Oppa,sudah hampir jam 23.35,”kata Songhee pada Eeteuk.
”Hmm…sepertinya kita harus kembali,arraso?”tanya Eeteuk.
”Ne,kita pulang saja yuk!”Heechul yang sudah capek karena ketakutan sangat setuju dengan saran Eeteuk. Mereka lalu memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pencarian besok.

*di rumah*
Songhee sangat syok melihat suasana teman-temannya saat dia masuk lagi ke dalam rumah itu.
”Wae?”tanya Heechul.
”Eunhyuk menghilang!”isak Minyoung dipelukan Wookie.
”Bukan itu saja…Hyunmei…,”ucap Wookie ragu.
”Mei kenapa?!”tanya Songhee panik.
”Dia hilang,”ucap Donghae dengan nada berat,dia hanya menunduk dari tadi,dia terlihat begitu sedih & syok. Eeteuk mendekat & mengusap bahu Donghae,walau begitu tidak ada yang harus mereka ucapkan saat itu. Mau berkata mereka akan mencarinya,itu tidak mungkin untuk saat ini. lagian mereka menghilang kemana itu tidak jelas.
”BRENGSEK!!!”Songhee menangis frustasi sembari memukul meja. Dia menangis dengan segala rasa putus asa,frustasi,capek,ketakutan dan marah. Semua terdiam dan larut dengan keadaan masing-masing. Heechul pun tidak bisa menenangkan pacarnya sendiri karena dia terlalu lelah & syok kehilangan banyak temannya hari itu.
Tuuut…tuuut…
”Mei,angkat!”Donghae dengan lelahnya terus mencoba menelepon Hyunmei karena tadi cewek oriental itu bawa hp,namun dia tidak tau bahwa hp itu terjatuh saat Hyunmei diseret masuk ke dalam kegelepan.
”Hyeri,aku akan kesana sekarang!”kata Siwon ditelepon.
”Percuma jagiya,sebelum pagi datang,rumah ini tidak akan aman,”kata Hyeri frustasi.
”Hyeri,kau jangan hilang…aku mohon,”Siwon sangat cemas.
”Babo,memang aku mau kemana? Kau tenang saja,arraso?”
”Besok aku langsung kesana!”kata Siwon tegas.
”Jangan…aku yang akan keluar. Kau tenang saja,”Hyeri terus mencoba menyakinkan Siwon semua baik-baik saja dan akan selesai secepat mungkin karena dia tidak mau Siwon ikut terlibat & nantinya celaka.
”Andwae! Aku akan kesana! Kau istirahat saja sekarang. Saranghae,”ucap Siwon. Hyeri menutup telepon dengan lemas,sedikit rasa menyesal telah menelepon & menceritakan semuanya pada Siwon terbesit dihatinya.

TBC

Mirror Part 2

29 Agu

“Rigi-shi,buka pintunya…,”
“Andwae! Siapa kamu?!” rigi berlari di tengah hutan yang lebat & gelap.
“Pintu itu ada di tengah. Buka Rigi-shi! Buka! Bebaskan aku! Selamatkan aku!”
”Siapa kamu?! Aku dimana?! Kembalikan aku ke rumah!”teriak Rigi terus menerobos hutan. Tiba-tiba dia tersandung akar pohon & terjatuh,sayangnya lengannya tertusuk potongan kayu yang tajam.
”Argh!!!”ringis Rigi.
”Rigi-shi! Kutukan 30 tahun itu akan datang! Buka pintunya!”teriak orang itu terus. Rigi hanya meringis,dia melepaskan ranting kayu itu & membalutnya dengan sobekan bajunya. Tiba-tiba dia melihat Kyuhyun memperhatikannya di depan.
”Kyuhyun-ah?! Jagiya tolong aku!”Rigi mengulurkan tangannya. Namun Kyuhyun hanya tersenyum kecut,lalu dia berbalik & meninggalkan Rigi.
”Kyuhyun-ah!”Rigi berusaha bangkit mengejar Kyuhyun,tangan kirinya terus memegang lengan kanannya yang terluka.
”Andwae Kyuhyun-ah! Jangan ke sana!”teriak Rigi. Namun Kyuhyun terus berjalan & masuk ke pasir hisap. Rigi berlari & berusaha menggapai tangan kekasihnya itu.
”Kyu,pegang tanganku!”teriak Rigi cemas,namun Kyuhyun tidak memegangnya,dia terus terhisap ke dalam…
”ANDWAEEEEEEE!”
”Park Rigi,gwencahayo?!”Hyeri yang kaget terbangun & mengambil air putih di meja. Dia memberikannya pada Rigi,Rigi lalu meminumnya. Keringatnya banyak,nafasnya tersengal-sengal.
”Kau mimpi apa Rigi-ah?”tanya Hyeri cemas. Rigi hanya mengatur nafasnya & berbaring lagi,matanya menatap langit-langit.
”Kutukan 30 tahun?”gumam Rigi.
”Mwo?”tanya Hyeri.
”Kutukan 30 tahun?”Rigi tidak mempedulikan pertanyaan Hyeri,dia terus bergumam sendirian. Hyeri menatap jam dinding,pukul 12.26.
Sementara itu di kamar Songhee-Eunhee.
Songhee hampir saja terlambat membuka matanya saat dia melihat Eunhee ingin membuka jendela. Songhee langsung meloncat & memeluk Eunhee,”Kau mau apa?!”seru Songhee panik. Eunhee berusaha melepaskan pelukan Songhee.
”Kim Eun Hee! Kau mau apa?! Jangan buka jendelanya!”Songhee terus berusaha memeluk Eunhee.
”Dia di luar…dia di luar…,”ucap Eunhee.
“Dia siapa? Tidak ada siapa-siapa di luar!”
“Dia di luar! Tidaaaak! Dia di luar! Songhee-ah,dia di luar! Kita harus menangkapnya!”Eunhee mulai berteriak & mengamuk. Songhee berusaha kuat memeluk Eunhee.
Hyeri & Minyoung yang menyadari teriakan dari kamar Songhee terdiam. Rigi sudah tertidur lagi & Hyun Mei masih tertidur lelap. Mereka cemas akan keadaan Songhee & Eunhee,namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa,tidak bisa keluar karena sudah jam 12 lewat.
Namun Celina yang terbangun mendengar suara teriakan Eunhee lupa akan aturan yang dikatakan Songhee tadi. Karena dia penasaran & ingin menolong,dia tanpa sadar keluar dari kamar. Saat itulah dia melihat seluruh barang di rumah itu melayang. Dia mengucek-ucek matanya,semua melayang. Celina tambah ketakutan melihat seorang wanita tua bergaya ala barat memainkan piano di ruang tengah. Saat wanita itu sadar Celina melihatnya,wajah wanita itu terlihat marah & kursi,meja kecil serta rak yang melayang di atasnya mendadak menyerang ke arah Celina. Gadis itu pingsan dengan kepala berdarah terbentur kaki kursi.

*esoknya*
”Celina! Celina!”Hyeri yang duluan bangun mendapati Celina sudah terkapar dengan kepala berdarah,hidung berdarah & memar dimana-mana. Semuanya keluar dari kamar mendengar teriakan Hyeri.
”Dia keluar. Dia tidak mengidahkan peringatanku,”kata Songhee kesal.
”kutukan 30 tahun…,”Rigi Cuma menggumami hal itu lagi.
”Kau menggumam itu lagi! Ada apa sebenarnya?!”tanya Hyeri kesal. Rigi menatap Hyeri tajam,”Seseorang,membisikanku kata-kata itu. Seseorang dalam mimpiku,dan aku tau sesuatu yang tidak baik akan muncul,”jawab Rigi. Celina lalu dibawa ke rumah sakit & Eeteuk,Heechul & Donghae juga ikut ke rumah sakit.
”Apa yang terjadi dengan Celina?!”tanya Eeteuk setengah marah setengah panik kepada Songhee. Songhee hanya terdiam. Eeteuk terus memojokkannya,”Jawab Kim Song Hee!”teriak Eeteuk.
”Sudahlah,kau harus tenang,”Heechul mencoba melerai Eeteuk dengan Songhee.
”Andwae! Katakan dulu ada apa?!”teriak Eeteuk. Heechul melepaskan tangan Eeteuk yang mencengkeram erat lengan Songhee.
”Dia pacarku! Kau bisa lembut sedikit dengan pacarku?! Kalau kau kasar kau berhadapan denganku Park Jungsoo!”teriak Heechul mulai kesal. Eeteuk terdiam melihat Heechul marah.
”Mianhe…aku hanya cemas dengan pacarku sendiri. Mianhe,”ucap Eeteuk.
”Hyung,sudahlah. Ayo kita berdoa,semoga Celina tidak apa-apa,”ucap Donghae sembari terus mengusap-usap bahu Hyun Mei yang terlihat sangat panik. Rigi menyender di tembok,entah kenapa mimpi semalam begitu membekas di ingatannya. Hyeri yang melihat hal itu hanya diam,dia tau Rigi memiliki sense yang kuat. Jika dia merasakan sesuatu tidak baik,maka hal buruk benar-benar terjadi.
”Minyoung-ah,kau mau ke kampus?”tanya Hyeri saat ditelepon Minyoung.
”Ne onn,bagaimana Eunhee onnie?”tanya Minyoung.
“Aku akan telepon Sungmin oppa. Kau tunggu saja sebentar ya,”jawab Hyeri.
“Ne onn,cepat ya,aku tidak bisa telat,”kata Minyoung.
Hyeri lalu menelepon Sungmin untuk menemani Eunhee di rumah sementara mereka menunggui Celina. Sungmin dengan sigap pergi ke rumah mereka.
*di rumah*
”Aku pergi ya oppa!”pamit Minyoung. Wookie sudah menunggunya di depan.
”Ne,hati-hati ya,”kata Sungmin sembari menutup pintu rumah. Minyoung lalu masuk ke mobil Wookie & mereka ke kampus bersama. Sungmin masuk ke dalam rumah & menghampiri Eunhee yang duduk diam menatap pintu ruang tengah. Sungmin menghela nafasnya dan mengajak Eunhee bicara,”Eunhee-ah,sudah makan?”tanya Sungmin. Eunhee tidak menjawab.
”Eunhee-ah,kita makan yuk,”ucap Sungmin lagi. Eunhee lalu menatap Sungmin,”Kau tidak seharusnya masuk ke rumah ini Sungmin-ah,”ucap Eunhee pelan.
”Aku tidak punya pilihan lain. Karena kamu ada di dalam rumah ini,aku terpaksa masuk ke rumah ini,”ucap Sungmin lembut,senyum Sungmin yang lembut dapat menghangatkan hati Eunhee sehingga cewek itu sedikit tenang.
”Aku ingin keluar. Tapi aku tidak bisa. Aku harus menangkapnya,”ucap Eunhee.
”Kau akan ku keluarkan. Apa pun alasannya aku akan membawamu pergi,”ucap Sungmin.
”Bukan sekarang, aku harus menangkapnya Sungmin-ah,”ucap Eunhee.
’Apa yang harus kau tangkap Eunhee-ah,semenjak kau terjatuh di depan pintu itu kau menjadi begitu aneh,’batin Sungmin.
”Sungmin-ah,jika aku gagal menangkapnya,kau harus menyimpan ini. ini milik ibuku,”Eunhee melepaskan kalung berliontin berlian merah & menyerahkannya ke tangan Sungmin.
”Maksudmu?!”tanya Sungmin tidak mengerti.
”Jika aku gagal. Aku pasti tidak akan kembali,”jawab Eunhee penuh misteri sembari menatap pintu itu. Sungmin masih tidak mengerti,namun dia menjawab,”Aku yang akan membawamu kembali,”.
”Ani,jika aku tidak kembali,kau harus bahagia bersama Taeri,”ucap Eunhee,dia lalu menatap Sungmin dengan lembut.
”Kau jangan asal bicara Eunhee,sampai detik ini pun aku Cuma mencintai satu wanita! Dan itu akan berlaku untuk selamanya!”kata Sungmin dengan nada tinggi. Eunhee hanya tersenyum pahit.
”Tapi aku tidak bisa,”ucap Eunhee.
”Aku tau kau masih mencintaiku! Kau jangan bohong Eunhee,aku akan membebaskanmu dari ketakutan ini! aku akan melindungimu,aku berjanji!”Sungmin berlutut di hadapan Eunhee,Eunhee hanya menatapnya sendu.
”Hopeless,”gumam Eunhee.
*di rumah sakit*
”Songhee,kata dokter dia sudah siuman!”Heechul menghampiri Songhee yang tertidur di kursi tunggu. Semalaman dia tidak bisa tidur karena mengawasi Eunhee,dia begitu capek.
”Jinjja?! Ayo kita ke sana!”Songhee langsung beranjak & memasuki kamar Celina. Semuanya sudah di dalam sementara Celina terlihat murung.
”Gwenchana Celina?”tanya Songhee lembut. Celina menatap Songhee.
“Bisakah seseorang menceritakan padaku. Ada apa dengan rumah itu?”tanya Celina dingin. Songhee terdiam,dia tidak punya pilihan lain. Dia lalu menatap Hyeri,Hyeri mengangguk & menceritakan semuanya.
“Kami baru menunggu rumah itu selama 3 bulan. Awalnya Rigi yang merasakan ada hawa lain di rumah itu. Satu per satu dari kami akhirnya dapat merasakan keanehan-keanehan di rumah itu & mempercayai Rigi yang sudah memperingati kami. Puncaknya pada saat Rigi keluar kamar di atas jam 12,dia mengalami poltergeist & Eunhee keesokan harinya terjatuh sehingga sempat koma 2 hari,saat kembali dia mengatakan melihat seseorang masuk ke pintu ruang tengah,namun saat dia mau membukanya,Eunhee terjatuh & pingsan. Rigi yang hampir terlambat memperingati kami akhirnya mengatakan bahwa pintu itu berbahaya,di baliknya ada kekuatan yang begitu kuat & berbahaya. Walau pintu itu tidak disegel,tapi kata ahjuma sejak dulu tidak ada orang yang berani membukanya. Rigi pun sangat ketakutan & melarang kami semua. Suatu hari,Rigi melihat sosok yang dilihat Eunhee saat itu di cermin kamar kami,seorang wanita seumuran kita,dia seolah membujuk Rigi untuk mengikuti dirinya. Namun saat Rigi mendekati cermin itu,wajah wanita itu pecah seperti pecahan kaca,wanita itulah,yang mengganggu Eunhee selama ini,”cerita Hyeri panjang lebar.
“Lalu kutukan 30 tahun…,”ucap Rigi.
“Mwo? Apa itu?”tanya mereka.
”Aku tidak tahu…sebuah suara seorang lelaki berbisik padaku semalam di dalam mimpi…,”jawab Rigi sembari terus berpikir.
”Kalian tidak menanyakan ini pada ahjuma?”tanya Celina.
”Ani,kami hanya tau bahwa rumah ini dulu bekas keluarga orang Inggris. Kami tidak tahu apa-apa lagi selain itu,”jawab Songhee.
”Songhee,aku tidak bisa membiarkan Celina begini saja. Aku harus menjaganya!”ujar Eeteuk.
”Aku juga harus menjagamu!”ujar Heechul.
”Ne,aku setuju. Jangan sampai ada korban lagi seperti Celina. Lagian sudah cukup kalian ketakutan seperti ini,kami akan membantu,”Donghae ikut menimpali.
”Tunggu! Kenapa kalian tidak pindah saja?”Tanya Celina bingung.
”Selalu setiap kami berkemas,salah satu diantara kami diteror & terluka,”jawab Hyun Mei.
”Ne,selama ini kami tidak bisa keluar dari rumah itu,”Hyeri mulai frustasi,Rigi memeluknya.
“Tenanglah,kami akan membantu,”kata Eeteuk.

***
Akhirnya Celina pulang ke rumah. Lalu Eeteuk & yang lain memutuskan untuk menginap untuk menjaga mereka.
Hari itu juga mereka memutuskan untuk memecahkan misteri kutukan 30 tahun. Songhee memutuskan untuk memanggil orang pintar & menghipnotis Rigi untuk tidur & bermimpi.
”Kau yakin ini akan baik-baik saja?”tanya Kyuhyun cemas sembari menggenggam tangan Rigi. Rigi membaringkan tubuhnya di kasur & mencoba memejamkan matanya.
”Ne,gwenchana. Semoga Rigi berhasil,”jawab Songhee.
“Kalau terjadi apa-apa dengan Rigi kau harus tanggung jawab,”ancam Kyuhyun. Songhee menatap Kyuhyun tajam,”Rigi adalah sahabatku,dia sudah seperti adik bagiku,jika dia terluka,maka aku juga terluka!”desis Songhee. Kyuhyun hanya menghela nafas sementara Heechul mengusap-usap punggung Songhee.
“Onnie sudahlah,Rigi onnie butuh konsentrasi,”tegur Minyoung. Songhee hanya mendesah & menatap Rigi.
“Tarik nafas dalam-dalam,”kata saraboji. Rigi menarik nafas sesuai instruksi.
”Lepaskan…sekarang masuk ke alam bawah sadarmu,rilekskan pikiran,pikirkan mimpi semalam agar berlanjut,”kata saraboji. Rigi lalu mulai masuk ke alam bawah sadarnya & kembali ke tempat dimana dia berpisah dengan Kyuhyun.
”Andwae Kyuhyun-ah!”
”Rigi-shi,kalau kau tidak membuka pintu itu,satu per satu orang yang kau cintai akan mati…,”kata suara itu lagi.
”Siapa kau?! Kau mau menantangku?! Aku tidak takut & aku tidak akan menuruti keinginanmu!”teriak Rigi marah. Dia lalu berlari lagi menerobos hutan. Makin gelap & banyak binatang-binatang aneh. Tiba-tiba Rigi melihat sosok seorang wanita. Itu wanita yang dia lihat di cermin!
”YA!”Rigi berlari mengejar cewek itu. Tapi walau dia tidak berlari,entah kenapa Rigi tidak bisa menggapainya.
“YA! Siapa kau?! Berhenti!”teriak Rigi. Cewek itu berhenti,lalu menoleh ke belakang. Rigi terkejut saat melihat mulut & kelopak matanya dijahit!
”Sakit…sakit…,”ringis cewek itu menakutkan. Rigi mundur,cewek itu maju mendekati Rigi,lagi-lagi kaki Rigi tersandung akar pohon & terjatuh,cewek itu berlari & mendekati Rigi.
”Kau harus menemukan…tubuhku…jika tidak,dia akan datang…dia akan membuat kalian sepertiku…jika kalian menemukan tubuhku…,”
”KAU HARUS BINASA LEE HYUNWA!”tiba-tiba suara yang dari tadi mengganggu Rigi berteriak.
”Dia! Dia akan datang! Dia akan datang! Cepat temukan!”cewek itu seperti kepanasan,dia lalu musnah dimakan bayangan.
”HAH?!!”Rigi terbangun,dia berkeringatan banyak & nafasnya tersengal-sengal. Daritadi Kyuhyun menggenggam tangannya & semua memanggil Rigi yang terlihat begitu ketakutan. Kyuhyun langsung memeluk Rigi,”Gwenchana,kau sudah kembali. Gwenchana,”ucap Kyuhyun. Rigi lalu melepaskan pelukan Kyuhyun,dia belari keluar. Berlari membuka laci,lemari,pintu,mencari-cari sesuatu di dinding,dia mencari ke seluruh penjuru rumah.
“Rigi-ah,ada apa?!”semua mengikuti Rigi. Rigi terduduk lemas di depan lemari panjang tempat penyimpanan piring-piring antik.
“Cari…cari tubuh!”teriak Rigi.
“Tubuh? Tubuh apa? Tubuh siapa?!”tanya Hyeri.
“Tubuhnya! Tubuh cewek itu Hyeri! Aku disuruh mencari tubuh cewek itu!”jawab Rigi frustasi. Dia lalu bangkit & mencari lagi,membuka lemari penyimpanan alat masak,dia mencoba membuka lantai bahkan dia mencari tempat masuk ke loteng.
“Cukup Rigi!”Kyuhyun memeluk Rigi yang terlihat begitu frustasi. Saraboji mendekat & menenangkan Rigi dengan air mineral yang dipercikkan ke wajahnya.
“Ceritakan…apa yang kau temui?”tanya Saraboji. Rigi hanya menatap ke loteng,pikirannya masih ke sana.
“Rigi-ah,”panggil Songhee.
“Nona Park Rigi,apa kau melihat cewek itu?”tanya saraboji lagi. Semuanya terkejut terutama Hyeri. Perhatian Rigi mulai ke saraboji itu.
“Kau bisa merasakan,tapi kau tidak bisa melihat…di mimpi kau bisa melihatnya,juga di cermin kamarmu,benar kan?”tebak saraboji. Rigi langsung pucat mendengar itu,semua perkataan saraboji benar.
“Dia menyuruhku untuk menemukan tubuhnya di rumah ini…sebelum kutukan 30 tahun 3 hari lagi,”ucap Rigi pelan.
“Mwo?! Di rumah kita ada mayat?!”tanya Hyun Mei kaget. Dia & Minyoung saling bertatapan dengan tampang horor.
”Aku dapat merasakan,ada 2 kekuatan berbeda di lingkungan rumah ini. hati-hati dengan yang satunya,jangan main-main karena ini mengancam nyawa. Rigi-shi,karena di sini kamu yang memiliki kekuatan spiritual yang cukup kuat,tolong bimbing teman-temanmu,”pesan saraboji.
”Bagaimana dia bisa?! Dia saja sudah pucat begini!”protes Kyuhyun.
“Aniyo! Aku bisa…aku pasti bisa,”seru Rigi.
“Sungmin oppa!”tiba-tiba Hyeri berteriak dari atas. Semua orang berlari ke atas & mendapati Hyeri yang terpaku melihat kasur Songhee & Eunhee yang sudah kosong.
”Eunhee?! Dimana dia?!”Songhee menerobos & mencari Eunhee. Dia tadi masih di kamar,namun sekarang tidak ada.
”Eunhee!”Sungmin menerobos pintu kamar mandi,tidak ada siapa-siapa!
”Dimana dia?!”tanya Sungmin panik,dia langsung turun ke bawah dan mencari Eunhee di seluruh penjuru ruangan. Dia mencari gadis itu di dapur,di ruang tamu,di balkon,di taman,bahkan dia memeriksa semua kamar.
“Eunhee!”Sungmin memukul tinjunya ke dinding. Eeteuk & Donghae memenangkannya sementara Songhee,Heechul & saraboji mencarinya. Namun Rigi tetap diam di kamar itu,dia lalu mendekati cermin,”Keluarlah,”ucap Rigi. Kyuhyun menoleh & memperhatikan Rigi.
“Tolong beri aku petunjuk lagi. Dimana Eunhee,”pinta Rigi. Namun cewek itu tidak muncul,Kyuhyun meraih lengan Rigi yang kecil itu,”Jangan minta petunjuk dengan setan. Kau masih punya Tuhan kan?”tanya Kyuhyun dingin,Rigi menatapnya tajam,”Dia memberiku petunjuk Cho Kyuhyun! Aku harus menemukan Eunhee!”desis Rigi,Kyuhyun juga menatap Rigi tajam,”Kau tidak boleh hilang arah Park Rigi!”Kyuhyun mengguncang bahu Rigi.
“Lepaskan aku!”Rigi lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun berteriak kesal,”SIAL!”
Sementara itu saraboji sudah mengumpulkan mereka semua yang tidak dapat menemukan Eunhee. Sungmin sudah pesimis & terlihat begitu kalut. Wookie terus berada di samping Minyoung,Celina masih susah berjalan karena seluruh badannya masih sakit & Eeteuk berada di sampingnya.
”Aku harus pulang. Ingat,jika sesuatu terjadi malam ini,apa pun itu,jangan buka pintu itu. Sangat berbahaya,”pesan saraboji. Semuanya mengangguk,Songhee terlihat melamun memikirkan Eunhee,Heechul lalu meraih kepala Songhee & meletakkannya di dadanya & mengelus-elus kepalanya. Hyeri mencoba menelepon Siwon untuk mencari penenang hatinya. Hyun Mei sudah menangis karena panik di pelukan Donghae. Eunhyuk,yang ikut dengan Donghae tadi mengantar saraboji ke luar. Sementara hari sudah semakin malam.
”Rigi mana?”tanya Kyuhyun yang baru turun dari atas.
”Mwo? Bukannya sama kamu?”tanya Eeteuk.
”Tidak ada,dia tadi keluar,benar kalian tidak melihatnya?”tanya Kyuhyun panik.
”Aish…,”Songhee mulai frustasi. Hyeri lalu menutup sambungan teleponnya dengan Siwon & berlari ke atas,masuk ke kamarnya.
”Andwae!”teriak Hyeri. Dia melihat bercak darah di bawah cermin. Hyeri mendekati cermin itu,cermin yang besar & sangat antik.
”Bercak darah apa ini?!”Tanya Kyuhyun panik & mulai memikirkan hal yang tidak benar.
”Rigi-ah!!!”Hyeri hanya terduduk lemas. Minyoung memeluk onnienya itu,Songhee menendang meja,Sungmin terduduk lemas.
”Aku harus mencari dia!”Kyuhyun beranjak keluar.
”Kau mau kemana?!”tanya Heechul.
”Aku harus mencari Rigi & Eunhee!”jawab Kyuhyun,namun tiba-tiba langkahnya terhenti,”Arghh!!”teriak Kyuhyun kaget. Jantungnya hampir berhenti.
”Gwencahayo?”tanya Kibum yang ternyata datang dengan Dee,mereka adalah teman baik Songhee cs
”Kau mengagetiku saja!”bentak Kyuhyun.
”Santai santai…ada apa?!”tanya Kibum berusaha menenangkan mereka.
”Aish!”Kyuhyun tidak menjawab & meninggalkan mereka.
”Dee,”Hyeri berlari ke pelukan Dee.
”Ada apa?”tanya Dee & Kibum berbarengan.
”Eunhee & Rigi hilang…,”jawab Hyeri ketakutan.

TBC

Tebak apa yang terjadi pada Rigi? Dan kemana Eunhee menghilang? Penasaran? Nantikan Mirror Part.3! hehe J

Author : missGYU