Tag Archives: onew

Fall In You

5 Apr

Cast : Onew SHINee,Luna f(x),Jonghyun SHINee & other cast as minor cast

Genre : romance

OST : Haru-Haru by Big Bang (?)

SILENT RIDER ARE NOT ALLOWED!

ENJOY 😉

Baca lebih lanjut

TWINS Part 6

25 Feb

TWINS Part 6

Cast : Cho Kyuhyun,Choi Siwon,Lee Donghae,Kim Jong Woon,Lee Jinki

Genre : Romance,Family,Friendship

MASUK?! KOMEN!!! WKWKWKWK

Kelumpuhan? Gegar otak? Hah! Bercanda!!!

”Kyu!”mereka berteriak saat aku berlari masuk ke ruang ICU,tiba-tiba petugas medis menahanku,”Biarkan aku masuk!”teriakku.

”Tapi Kyu kau harus bersabar! Hyunri belum boleh dijenguk!”Yesung menahanku.

”Argh! Sial!”umpatku. Tiba-tiba mataku menangkap seseorang yang daritadi terdiam di pojokan.

Baca lebih lanjut

Bukan ‘SLEEPING BEAUTY’!!!

27 Okt

Credit : sleeping beauty the movie

Cast : Heechul, superjrshinee

Baca lebih lanjut

IT HAS TO BE YOU PART.1

30 Sep

Inspirasi : FILM Selamanya dan hari untuk amanda

“eitzz, jangan tertipu judul ya. ini bukan FF dengan credit lagu nya yesung/serial cinderela sister loh. Justru jalan cerita FF ini terinspirasi dari cerita film selamanya (dimas-julie) dan hari untuk amanda. Tapi mudah2an penggabungan 2 cerita itu bisa membuat konfliknya jadi lebih menarik #ihope.. ya udah deh, dibaca aja dulu ya #radamaksa. Hehee… oke selamat membaca reader. Mohon komentarnya iah. Plizz jangan nge-bash ^^, penulis dalam tahap belajar koq..hehe”

Cast :

LEE HYUNJI (25th): sejak saat itu aku hilang arah, tidak pernah sayang pada diriku sendiri. Huaa.. andai bisa memilih, aku lebih baik tidak usah hidup.. apalah artinya aku ini!??

LEE JINKI (onew) (25th) : aku sedang menyiapkan pernikahan ku dengan tunanganku. Ku harap dia yang terakhir. Tapi… aku merasa hati ku belum menerima keputusan ini sepenuhnya, ohh semoga keputusan ini benar. Tunjukkan jalannya Tuhan…

LEE YUNAH (23th) : akhir-akhir ini kami benar-benar sibuk menyiapkan pernikahan hingga aku merasa begitu lelah, huaaa!! Jangan sakit dulu yunah!! Go go hwaiting!

LEE TAEMIN (24th) : aku sungguh kaget mendengar berita ini… hati ku sesak, namun kemudian dia muncul mengembalikan kotak ku. aku memutuskan untuk tidak lemah didepannya. Keep smile taemin!! ^^

LEE DONGHAE (27th) : aku sayang sekali padamu, kenapa kau begini. Bagaimana aku menghentikanmu? Aisshh, aku benci sekali dengan lelaki itu… dia yang membuat mu begini!!

SUNNY (23th) : aku memberitahunya, ku tau dia akan kaget mendengar berita ini. Tapi ini harus, karena aku berharap dia melupakannya. Ku harap dia bisa menghentikan penantiannya. Aku tau benar apa yang terjadi pada mereka. tapi aku juga memiliki rasa yang sama sedari dulu.. mengertilah.

LEE SUNGMIN (25th) : tiba-tiba kamu menghubungiku menanyakan tentangnya. Aku memang masih sering berhubungan dengannya, aku bilang padamu… dia belum menikah koq!

** onew pov **

sorry sorry sorry~

“ya, hallo?” aku menjepit handphone itu dengan pundak dan pipiku. Sedang mata ku masih terus menatap kearah jalan.

“jagiya.. dimana? Kapan kita melihat-lihat gedung?” ujar suara diseberang sana lembut.

“oh gedung ya? tapi aku lagi menyetir yunahh.. nanti ku telpon ya?” aku terlihat repot dengan telpon ini, aku memang tidak terbiasa menyetir sambil mengangkat telpon. Konsentrasi ku pasti terpecah-belah.

“oh kau lagi dimobil??” tanyanya lagi.

“ne.. eh..” handphone itu nyaris jatuh dan aku terkejut. Secara spontan kaki ku menginjak rem dengan kuat.

BRAK!!

Aku kaget dan melihat kearah belakang.

“jagi, ku tutup dulu ya. nanti ku telpon!” kataku cepat sambil melepas seftbelt ku. ku tutup telpon dan membuka pintu mobil.

“ya! kenapa ngerem mendadak!?” seorang wanita muda terlihat marah padaku.

“oh mianhe.. maaf, aku sedang menelpon” aku melihat sebuah motor terbalik dengan pecahan kaca spionnya yang bertebaran dijalan. Ku lihat juga belakang mobil ku penyok.

“menelpon!?? Itulah kebiasaan, udah tau dilarang menelpon sambil nyetir, masih ngeyel! Aku tidak mau tau, kau tanggung jawab! Aku bisa dimarah umma bila tau motor ku rusak begini” wanita itu masih marah-marah padaku.

“ada apa noona?” seorang polisi menghampiri kami.

Aishhh, polisi?? Huhh.. kalau gini bakal panjang nih. Pikirku

Aku masih diam, sedangkan wanita itu menceritakan kejadiannya pada polisi itu. lalu polisi itu melihat motornya dan mobilku, mencatat platnya dan menghampiriku.

“tuan, bisa ikut aku kekantor polisi diujung sana?”

“ta..tapi. aku akan bertanggung jawab. Aku tidak akan lari, tidak perlu kekantor polisi” aku tergugup menjawab.

“oh mianhe tuan, tapi kami juga butuh beberapa keterangan. Mari noona, ikut saya. Nanti motor anda akan diurus teman saya” jelas polisi itu.

Akhirnya aku membawa mobilku mengiringi motor polisi yang sedang membonceng wanita muda pemilik motor itu.

Dikantor polisi, kami memutuskan untuk berdamai, aku akan bertanggung jawab terhadap kerusakan motor wanita itu. polisi mengambil beberapa keterangan dari kami. Saat itu kulihat 2 orang polisi memegang seorang wanita lewat disebelah ku, wanita itu berlari menghampiri seorang pria. Entah mengapa mata ku terus memperhatikan wanita itu.

Lee hyunji?? Benarkah dia?

“ah, maaf apa ini sudah selesai? Saya harus pergi” kata ku pada polisi didepan ku itu. dia mengangguk dan aku pun berpamitan pergi.

Aku segera berlari keluar mencari wanita dan pria tadi. Ku lihat mereka berjalan menuju kesebuah motor.

“LEE HYUNJI!??” teriak ku memanggil.

Wanita itu menoleh, ada kekagetan diraut wajahnya. Namun dia langsung membuang muka. Aku masih berusaha menyusulnya dan kemudian memegang tangannya.

“hyunji?? Ini kau??” pria disampingnya melepaskan tanganku dan menarik hyunji. Sebentar hyunji melihatku sinis. Ada kebencian dimatanya.

“heh! Sopan donk!” ujarnya sinis padaku.

“ehh maaf, hyunji…” hyunji langsung menarik pria itu dan naik kemotor. Pria itu menoleh padaku sinis. Dan hyunji tidak menoleh padaku lagi. namun aku segera berlari menuju mobilku dan mengikutinya diam-diam sampai kesebuah rumah kecil. Ku lihat dia masuk bersama pria itu.

“siapa dia? hyunji kan anak tunggal”

** hyunji pov **

Sesampainya di rumah aku segera masuk dan membanting pintu kamar ku. donghae mengejar ku,

“hyunji-ah.. kenapa?? Lelaki itu!??” donghae terlihat marah bertanya dengan nada tinggi.

“jangan ganggu aku oppa!!” teriak ku dari dalam.

Namun ternyata donghae membuka pintu dan menghampiri ku, “kau kenapa?” tanyanya dengan nada yang agak pelan.

“ne, aku tidak apa2” aku emnggeleng lemah sambil menunduk.

Donghae memeluk ku sama lembutnya dengan suaranya, “apa pun itu tenanglah, semua akan baik-baik saja, aku akan terus menjaga mu.. sekarang istirahatlah” donghae melepaskan pelukannya dan mengelus kepala ku sebelum pergi keluar kamar.

Aku hanya memandangi punggungnya, dan menunduk lagi. tiba-tiba tanpa ku sadari air mata jatuh di pipiku,

“arghhhh…” geram ku lirih tertahan.

“aku benci.. aku benci…. Aku benci…. Kenapa dia muncul!!? Aku benciii…” aku terus mengucapkannya berulang kali. Rasanya dada ku sesak… “arghh… benciiiii!!!!”

** onew, kamar **

Aku membuka semua laci dan lemari..

Aishh dimana ya??

Ku bongkar semua isi lemari ku.. namun yang ku cari tidak juga ku temukan.. kamar ku sudah berantakan, baju berhamburan dimana-mana. Aku terduduk lemas menyender dipintu lemari yang sudah ku tutup.

Dimana sih? Apa sudah ku buang ya..perasaan aku menyimpannya.. aku terus berpikir sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Mataku menatap kearah tempat tidur. tiba-tiba aku teringat sesuatu. Dengan gesit aku menuju tempat tidur dan mengangkat kasurnya. Dan benar, disudut dipan ada sebuah kotak persegi panjang kecil berwarna putih susu.

“nah ini dia…!” aku mengambil kotak itu. merapikan kasur dan duduk diatasnya. Ku buka kotak itu.

Sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk bintang ku pegang dan ku pandangi dalam. Kalung ini adalah hadiah yang ku persiapkan untuknya di ulang tahunnya yang ke-18, namun karena suatu hal, kalung ini tidak pernah sempat ku berikan pada nya, hyunji.

Tiba-tiba semuanya kembali berputar dikepalaku, seperti sebuah film…

_flashback, author pov_

Sepasang remaja dengan seragam putih abu-abu sedang bercanda dikantin sekolah, dihadapan mereka terdapat 2 mangkok ramen dan es jeruk yang masih penuh.

“oppa.. klw kamu gangguin aku terus kapan kita makannya!??” hyunji mengerucutkan mulutnya memandang ramen dan es jeruk didepan mereka, pura-pura cemberut.

“liat kamu doank aku da kenyang jagi..” goda onew sambil tertawa.

“halahh.. ga lucu! Gombal aghh kamu!” hyunji ikut tertawa sambil menggetok pelan jidat onew dengan sendok yang dia pegang.

“ya udah.. makan makan. Ramennya keburu dingin nih, hayo cepet abisin, tar lagi bel masuk loh” onew dan hyunji mulai menghabiskan ramennya.

**

“oppa!! Tungguu.. jalannya cepet banget sih, tau deh kakinya panjang, haha” hyunji berjalan lebih cepat menyusul onew. Onew menoleh kebelakang dan berkata “hayooo jagi mungil cepet ahh.. jalan donk jalan! Jangan ngesot..” lagi-lagi dia tertawa. Hyunji berlari dan menarik tasnya.

“aishh kurang ajar kamu ya… oppa usil!! Oppa bandel!! Mungil2 kamu suka kaaannn~??” godanya.

Onew tersenyum penuh melihat kelakuan hyunji yang menggemaskan, dia mencubit pipi kanan hyunji “iyaaaa~ aku suka banget!! Haha.. udah yuk, becanda mulu nih” dia langsung merangkul pundak hyunji dan berjalan bersama menuju mobil onew diparkiran sekolah.

Hyunji dan onew berpacaran sudah cukup lama. Mereka berkenalan di smp (kelas 8/2smp), saat itu sungminlah (teman sekelas hyunji yang juga 1 klub sepak bola dengan ku) yang menjadi perantaranya, dan hubungan itu terus berlanjut hingga kini (kelas 11/sma kelas 2. Hubungan mereka benar-benar membuat orang-orang yang melihatnya iri, mereka selalu tampak ceria, kompak dan bersemangat bila bersama. Bergurau, saling usil mengganggu atau menggoda menjadi makanan mereka sehari-hari. Itulah yang membuat hubungan mereka awet dan tidak membosankan.

Onew selalu memperhatikan hyunji dengan baik. selalu memberikan yang terbaik buatnya.. mereka memang terlihat serasi, onew yang keren dan tampan, hyunji yang cantik dan mungil dengan rambut panjang tebal bergelombangnya.

**

“annyeong oppa!! Kangenn..” hyunji sumringah menatap layar handphonenya.

Dilayar itu terlihat onew yang sedang tersenyum padanya, “huaa..sama jagi.. aku juga kangen, kamu sehat?”

“ne oppa, aku sehat2 saja. Oppa sendiri gimana, kapan pulang ke seoul??”

“aku juga baik2 aja, mm, aku disini masih seminggu lagi jagi..”

“mwo!?? Lama bangettt >< kan sudah 2 minggu, masa mau nambah 1 minggu lagi, ahh kamu tuh ga kangen aku ya?? jangan2 kamu da punya cew baru dithailand ya?” hyunji memasang tampang cemberut. Onew tertawa melihatnya.

“idihh ni anak apa-apaan sih! Ngarang deh.. aku kan cuma liburan sama teman2 kecil ku sayangg, kapan lagi. sudah lama kami tidak berkumpul, sekalinya reuni dan liburan bareng ya dipuas2in aja.. gpp ya, ayolah jangan ngambek, cepet tua loh!! Tu tuh ada keriput tuh dibawah mata” onew berusaha menggoda hyunji.

“ahh, boong ah! Aku cubit nih!”

“week, ga bisa. Kan kita via video call, kamu puasa cubit aku ya yankkk..hehe” hyunji malah tertawa mendengar gurauannya.

“ya udah, met liburan ya oppa, jangan lupa oleh2 untuk aku. I miss u oppa”

“I miss u hyunji-ah, saranghae” onew berkata dengan nada lembut.

“saranghaeyo lee jinki” ^^ telp, itu langsung ditutupnya.

**

“oppa, akhir2 ini sejak kepulanganmu dari thailand itu, aku diacuhkan” ujar hyunji suatu hari saat mereka duduk ditaman sekolah.

“mwo!? Kapan aku pernah mengacuhkan mu jagi?” onew malah heran dan bertanya balik.

“ya.. maksudnya kamu lebih sering berkumpul dengan teman2 mu itu dari pada aku, sungim aja bilang kamu mulai susah diajak latihan sepak bola.. benarkah??”

“ahh, aku latihan koq, tapi 2 pertemuan kemaren aku memang tidak ikut latihan sih. Hmm, eh jagi kapan2 kita kepantai lagi yuk..” onew berusaha mengalihkan pembicaraan.

“pantai!??” tiba-tiba hyunji terlihat bersemangat. Ya dia memang menyukai pantai. Dan kami sering kepantai itu sekedar duduk di dermaga, ngobrol dan bercanda sepuasnya.

“ne, sudah lama kita tidak kesana”

“mau oppa! Kapan!??” tiba2 hyunji memegang tangan onew dengan kedua tangannya dengan bersemangat. Onew tersenyum melihat tingkahnya yang terlihat seperti balita dapet ice cream.

“nanti sore mw?”

“mw mw!!” hyunji bersorak riang.

** hyunji pov **

Aku benar-benar tidak menyangka, semua akan jadi begini. Ini dimulai saat kami kepantai beberapa minggu yang lalu, onew mengajak ku mencoba memakai narkoba suntik, sungguh aku kaget, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini, ternyata dia mendapatkannya di Thailand semasa liburan. Dia bilang ini tidak apa-apa dan akan menyenangkan. Entah kenapa aku menjadi bodoh saja dan mengikuti keinginannya. Saat itu benar-benar menyenangkan, aku merasa fly.. kami merebahkan diri didermaga, semua terasa ringan..

Onew kemudian terus mengajak ku, bahkan dia akhirnya mengenalkan ku pada teman2nya (yang menjerumuskannya saat liburan di Thailand), kami menjadi kacau dan semakin kacau. Sampai suatu kemaren ibunya tiba-tiba dating menemuiku dan memarahi ku, dia menuduhkan semua kepadaku, karena aku onew menjadi rusak, karena aku rusak, dan onew terjerumus, semua karena aku. Dan dia melarang ku untuk berhubungan lagi dengan putranya. Dan benar saja, sejak saat itu aku tidak tau onew dimana. Rumahnya dijual, sekolahnya dipindahkan (dan pihak sekolah tidak memberitahuku), onew tidak di seoul lagi, dimana dia? nomornya tidak pernah aktif lagi. padahal dia tidak berkata apa-apa padaku (kecuali kedatangan ibunya itu). padahal sebentar lagi ulang tahunku yang ke-18. Kenapa?? Kenapa dia hilang meninggal kan ku begitu saja? Tanpa kata apapun. KENAPA!?!?

Aku duduk memandang sebuah kalender, pada tanggal 14 terdapat tulisan “my birthday”. Ulang tahun ku?? ulang tahun pertama ku tanpanya sejak 5 tahun terakhir. Aku tidak bernapsu lagi!! sungguh aku tidak memiliki semangat hidup lagi.

_end flash back_

**keesokan harinya, onew pov **

apa yang dilakukan hyunji?? Kenapa dia bisa ada dikantor polisi?? Siapa pria itu? pacarnya kah? Suaminya kah??

Aku terus larut dalam pertanyaan2 itu.

Sorry sorry sorry nega~ (RT)

“annyeong yunah..”

“oppa.. hari ini kepercetakan ya, kita pilih undangan yang bagus” suara yunah yang lembut dan manja terdengar riang ditelinga ku. aku tersenyum sendiri.

“ne jagiya~ tunggulah, aku akan bersiap sekarang”

“oh, ne oppa. Jangan lama ya, aku tunggu”

“ne jagi, tutuplah telponnya sekarang”

“ne oppa, saranghae”

“saranghaeyo yunah~” yunah menutup telponnya.

Aku segera beranjak ke menuju lemari, mencari baju apa yang ingin ku pakai nanti.

** author pov **

Beberapa tahun yang lalu, orang tua onew memutuskan pindah kekota lain. Sekolah onew, rumah semua dipindahkan, tanpa meninggalkan jejak. Orang tua onew sangat marah menyadari kondisi onew yang sakau dikamar. Mereka berpikir semua itu karena pengaruh hyunji pacar nya onew. Pasti hyunji itu yang membuat onew begini. Selama ini mereka merasa telah mendidik onew dengan baik, mereka selalu memberikan yang terbaik, pendidikan yang baik, dan pergaulan yang baik.

Mereka pindah kesebuah kompleks perumahan. Masing-masing rumah saling berhadapan, ditengahnya ada sebuah lapangan basket dan tenis.

Sore itu, onew bermain basket ogah-ogahan, dia hanya bosan berkurung dirumah jadi memutuskan untuk bermain basket didepan rumahnya.

Onew bermain asal-asalan dan saat akan melempar bola, dia selip sehingga bola itu terlempar kearah jalan. Dan…

Mengenai tangan seorang cewek yang baru saja turun dari mobil sambil menelpon. HP yang dipegangnya jatuh. Dan dia membelalak kaget.

Onew pun terkejut dan segera menghampirinya. Lebiih terkejut lagi saat dia melihat sebuah HP jatuh bertebaran di aspal. Cewek itu menatapnya tajam.

“KAUUUU!!” geramnya menahan marah.

“maaf sungguh aku tidak sengaja” onew meminta maaf dengan nada datar.

“mwo!? Semudah itu?? kau sudah menyebabkan HP ku jatuh dan hancur!” cewek itu meninggikan suaranya yang halus.

Onew memperhatikan cewek itu, cewek ini cantik. Meski dia marah dia tetap terlihat manis. Tapi apa pedulinya! Pikirnya…

“so? Mw apa? ganti?” aku berkata masih sedater mungkin.

“MWO!?? Segitu santainya?? Tidak merasa bersalah ya? ya gantilah.. aku tidak mau tau”

“oke ku ganti. Katakan saja berapa”

Aishhh.. sombong sekali cowok ini… pikirnya geram.

“tidak ganti dengan HP yang sama seperti itu, bukan uang! Aku tidak butuh, aku juga punya! Arraso?”

“oh, gampang. Dimana rumah mu? Malam nanti HP itu sudah ada digenggaman mu lagi”

“itu rumah ku, kita sebelahan. aku tunggu! Dan jangan lari atau ku laporkan kau ke polisi, tetangga baru!” ketusnya sambil menunjuk kea rah rumah.

“oh,itu! baiklah. Siapa namamu? Tidak lucu aku datang mencari mu tapi berkata itu loh cewek yang HP nya ku jatuhkan dengan bola, haha” tiba-tiba onew tertawa.

Heh?? Apa ini lucu?? Kenapa tiba2 dia tertawa??

“TIDAK LUCU! Panggil aku YUNAH!!” yunah menegaskan, dan langsung meninggalkan onew menuju ke rumahnya.

**

Awal yang buruk memang, tapi siapa disangka, sejak itu yunah menaruh simpati pada onew yang akan masuk ke panti rehabilitasi narkoba. Sejak itu mereka berteman, onew juga mulai terbuka menerimanya sebagai teman, namun lama-lama kedekatan dan rasa simpati yunah, menimbulkan rasa yang berbeda. Begitu juga onew, perhatian yunah, mengisi kekosongannya sejak menghilang dari hyunji. Setelah menjalani rehab, mereka pun berpacaran.

Sifat yunah yang lembut sopan dan perhatian membuat orang tua onew menyukainya. Hubungan mereka terus terjalin, hingga ke perguruan tinggi, dan sekarang, mereka memutuskan bertunangan dan mulai mempersiapkan rencana pernikahan.

Mulai dari mencari gedung yang pas, memilih catering yang bagus, dekor, menjahit gaun dan jas, kepercetakan memesan undangan, dan lain sebagainya.

** percetakan **

“oppa, yang ini bagus loh” yunah menunjuk undangan berwarna merah dengan desaign minimalis anggun di album.

“ahh, jangan yang itu jagi.. yang lain saja lah” mereka masih membolak balik kan album itu, memilih undangan yang tepat.

“eh yang ini bagus oppa, warna birunya soft” yunah menunjuk sebuah undangan lagi.

“wah, nyonya pintar memilih ternyata, undangan yang itu memang bagus, banyak yang memesannya, kesannya mewah, cocok untuk resepsi yang megah seperti konsep resepsi yang barusan nyonya ceritakan” jelas pemuda didepan kami, dial ah yang nantinya akan menyiapkan undangan kami.

“ah, tapi aku tidak suka. Yang lain yunah, kan masih banyak” onew mengambil album itu dari tangan yunah dan mulai melihat2 contoh undangan lainnya.

“ini! Ya ini bagus” onew menunjukkan sebuah undangan framae berwarna putih minimalis dari bahan kertas daur ulang yang kokoh. Meski dari kertas daur ulang, undangan itu tetap terlihat indah, tidak murahan.

“wahh, selera tuan tinggi juga. Meski dari kertas daur ulang, undangan ini memang bagus, kokoh dan tebal. Selain itu, saat undangan didalamnya diambil, pemiliknya bisa menggantikannya dengan foto, undangan ini memang ramah lingkungan dan multifungsi tuan”

Yunah mengangguk saja, tidak dipungkiri pilihan tunangannya itu memang bagus.

“berapa harganya??” Tanya onew.

“cukup mahal memang, tapi saya beri anda diskon bila memesan banyak. anda butuh berapa tuan??”

Mereka terus berunding harga, sampai mencapai kata sepakat. Onew dan yunah membuat tulisan di sebuah kertas.

L©J

Lee Yunah & Lee Jinki Wedding Party

** TBC **

“nahh.. gimana? Udah kebayang jalan ceritanya?? Memang dipart. 1 ini belum terlihat konfliknya. Ini part. Pengenalan cerita. Jadi itu loh asal mula tokoh. Tapi beberapa tokoh memang belum keluar di part ini, seperti sunny dan taemin. nantilah ya, sabar aja.. hehe oiah, mohon komentarnya yah, yang udah baca gomawo~.. mian FF nya jelek” ^^

Author : chana2min

1 MOM 4 DADS (part.1)

30 Sep

Credit : one mom and three dads (serial korea)

Genre : humor,friendship,family

Cast : onew (25th) : namja ganteng yang pelit gila, kalau penampilan sih keliatan berwibawa dan keren (kemeja, jas, jeans/celana dasar dan sepatu pantopel) dan dia berobsesi punya istri tajir. Onew bekerja di perusahaan saham dengan kedudukan yang lumayan menjanjikan. Jadi ga heran setiap ada keperluan sahabatnya selalu meminta dia yang menanggung.

Baca lebih lanjut

TWINS Part 5

28 Sep

By : missGYU

Kyuhyun sedang berjalan dengan lemasnya dikoridor sekolah. Pikirannya penuh akan yeoja yang bernama Kim Hyunri. Tadi saat di ruang klub dia ditinggal sendirian oleh Siwon yang bertemu 4 mata dengan Hyeri dan Hyunri yang pergi begitu saja dengan Yesung.

Baca lebih lanjut

UNTUK MU HYUNG (1 shoot)

30 Agu

Cast : Taemin (tokoh utama), Onew, Minho, Key, Jonghyun

Genre : friendship

Pertandingan basket sudah semakin dekat, taemin, onew, key dan jjong sedang berlatih bersama dilapangan sekolah. Mereka terlihat sangat bersemangat, peluh membasahi badan mereka, pertanda sudah cukup lama mereka bermain hari ini.

Pelatih memanggil mereka dan menyodorkan sekardus air mineral dipinggir lapangan. Taemin duluan berlari mengambil sebotol air mineral dan langsung menghabiskannya. Dia mengambil sebuah botol lagi dan menyerahkannya kepada key yang ada dibelakangnya. Jjong pun sudah membasahi badannya yang kegerahan dengan air itu. sedangkan onew masih berjalan mendekati. Taemin yang melihatnya, segera mengambil sebotol air lagi dan menyodorkannya kepada onew sambil tersenyum, “nih hyung” katanya riang.

Onew menoleh sebentar padanya, mengambil air itu dan duduk disebelah pelatih. Senyum taemin menjadi hambar. Ah tapi sudah lah, onew hyung kan memang cuek. pikirnya.

Taemin pun kembali serius mendengarkan pelatih mereka bicara, memberikan penilaian dan saran. Dan kemudian mereka pulang bersama, naik mobil key.

Sudah cukup lama mereka bersahabat. Terutama key jjong dan onew, karena mereka berada di satu klub olah raga yang sama. Kemudian taemin si anak baru (ya, dia baru kelas 1). Entah kenapa sejak kedatangannya di klub itu, key langsung akrab padanya. Onew dan jjong, sebagai yang paling tua, saat ini duduk di kelas 3, juga ikutan akrab dengan taemin. tidak seperti jjong yang sangat ramah, onew memang terkenal cuek dan itu membuat taemin sedikit segan pada hyungnya yang satu itu.

“wah hyung, sebentar lagi kita tanding nih. Aku ga sabar deh, sudah lama aku menantikan moment itu” seperti biasa, taemin yang childish terlihat riang bersemangat.

“ne, kita benar2 harus berlatih keras” lanjut key sambil menyetir. taemin yang duduk disebelahnya mengangguk pasti.

“ya ya… tapi karena latihan ini pacar2 ku pada ribut nih. Dibilang nya aku ga punya waktu lagi lah, hmm… habis aku dicerewetin mereka. kesana diceramahin, kesini diocehin, kesitu diomelin. Agh, kepala ku jadi pusing” jjong mengeluh. Onew yang duduk disampingnya langsung menimpali.

“siapa suruh punya cewek banyak!? Satu saja susah mengaturnya. ckck”

“yeee… siapa suruh suka sama aku. Kan aku ga tega nolak. kasihan sih” jjong ngeles.

“alah, itu mah alasan mu aja hyung. kau kan emang doyan ngoleksi wanita” timpal key menyindir.

“hyung kan bangga tuh kalau dikejar2 cewek. Berasa tenar gitu kan!?” lanjut taemin menggoda jjong, sambil tertawa.

“mmm… ga gitu juga sih, heee” jjong ketawa lebar penuh makna.

Ya, itulah jjong. Orangnya lucu, ramah, ganteng dan keren, memang terkesan playboy sih. Saat ini saja pacarnya 3, satu disekolah, satu di dekat rumah, satu teman sd nya dulu. Dia bangga sekali menyandang status itu, kadang dia merasa beberapa teman pria disekitarnya iri dengannya.

Sedangkan key, dia seperti ibu diantara mereka. dia ganteng dan stylis, bersifat sangat perhatian dan penyayang. Dia selalu siap berepot-repot ria mengurus segalannya yang dibutuhkan sahabatnya. Ya wajar saja, diantara mereka key lah yang paling tajir. Apalagi pada taemin, dia sangat memperhatikan taemin. selain karena hanya taemin dongsaengnya, taemin juga tinggal sendirian, tanpa ayah ibu dan kakak, mambuat key ingin selalu melindunginya.

Taemin magnae mereka, anaknya selalu tersenyum riang. Badannya memang sedikit kecil dibandingkan yang lain. Tapi dia sangat lincah dalam bermain basket. sebenarnya belum lama dia menekuni bidang ini, tapi sejak kematian kakaknya minho,

Dia pun termotivasi untuk bermain basket.

Sejak berumur 13tahun, taemin dan minho hanya hidup ber2 di apartemen sederhana peninggalan orang tua mereka. orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sejak itu hanya minho yang menjaganya, memasak untuknya, mengurus segala keperluannya, sehabisnya uang peninggalan ayahnya, minho pun menyempatkan bekerja di salah satu restorant sepulang sekolah. Minho adalah sosok kakak yang sangat ideal dimata taemin. tidak heran dia begitu terpuruk dengan kematian hyungnya.

Namun sejak dia bersahabat dengan key jjong dan onew, taemin kembali bangkit dan bersemangat. Merekalah kini sosok pengganti hyungnya. Key hyung, jjong hyung dan onew hyung.

Onew memang sebaya dengan jjong, tapi tetap saja onew lebih tua beberapa bulan darinya. Sebagai yang paling tua dia bersifat melindungi sahabat2nya. meski sifatnya terkadang cuek dan lebih pendiam. Key dan jjong yang sudah terbiasa tidak begitu memperdulikan sifatnya. Tapi taemin, sebagai dongsaeng yang paling kecil begitu penasaran dengan hyungnya ini. Entah kenapa, meski sifat onew cuek, dia tau kalau onew memiliki hati yang lembut. Lagi pula dibeberapa waktu, onew hyung terlihat ceria dan bersemangat menggoda key dan jjong.

Kadang onew meninggalkan handuk dan minuman ringan saat taemin memutuskan untuk meneruskan latihan sendiri. Taemin memang banyak menaruh harapan untuk pertandingan ini. Tidak heran dia meluangkan waktu lebih banyak untuk berlatih sendiri.

***

Sore itu sepulang sekolah mereka kembali berlatih basket. tiba2 pacar jjong (yang 1 sekolah) datang kesana dan memanggilnya.

“oppa!! Pulaaang..” rengek nya dari pinggir lapangan.

Awalnya jjong tidak perduli, sampai kemudian pacarnya berteriak, “OPPA!! DENGAR TIDAK, AKU MAU PULANG!! BERHENTILAH BERMAIN”

Mereka langsung menoleh pada cewek itu. jjong melengos dan berpamitan ke pinggir lapangan. Yang lain geleng-geleng dan meneruskan latihannya.

“ya! kau tidak lihat aku sedang latihan??”

“ahh… oppa, kau tidak kasihan pada ku. supir ku kan cuti seminggu. Aku ingin pulang denganmu” dengan manja dia merengek.

“bagaimana kata teman2 ku nanti hyo-ah? Kami akan melakukan pertandingan besar loh!”

“mwo!? Kau lebih peduli pertandingan itu dari pada aku oppa??”

“ya ga gitu juga sih.. ya sudah, aku pamit dulu” dengan malas jjong berlari ketengah lapangan menghampiri sahabat2nya.

“eh, aku duluan iah. Hyo sudah merengek padaku, gerah aku melihatnya bila tidak menuruti keinginannya”

“tapi hyung, kita kan baru latihan sebentar!” taemin protes.

“taem-ah, aku tidak bisa menolak permintaan hyo”

“ya sudah pergilah. Besok kita bisa latihan lagi” onew bersuara bijak.

“oke hyung! makasih ya.. daaa” jjong segera berlari menghampiri pacarnya dan berlalu pergi.

“hyung, pertandingan sebentar lagi, aku merasa kita belum bermain baik. Aissshh” keluh taemin.

“tenanglah taeminie… besok jjong pasti ikut latihan lagi. kau tidak usah khawatir” key menjelaskan.

“ne hyung. aku terlalu berlebihan ya? ayo kita latihan lagi”

Onew mengangguk dan melempar bola ke taemin. dan mereka berlatih lagi hingga tanpa terasa hari sudah gelap.

***

“hyung, apa permainan kita sudah cukup bagus untuk menghadapi pertandingan nanti?” tanya taemin . mereka kini sedang dalam perjalanan pulang.

“kurasa kita mampu taem. Kenapa kelihatannya kau khawatir sekali” jawab key.

“ne hyung. aku benar2 ingin menang” jelas taemin.

“tenang magnae, kita pasti menang!” tegas onew kemudian. Taemin langsung menoleh pada onew yang duduk dibelakang dan tersenyum. Onew membalas senyumnya dan kembali menatap kaca, memandang jalan.

Meski singkat dan tegas, jawaban onew hyung membuatnya cukup tenang saat ini. Kata2nya memberikan harapan yang cukup besar untuk taemin.

***

Hari pertandingan semakin dekat, setiap latihan jjong selalu diganggu oleh pacarnya (yang satu sekolah itu) hyo. Kalau hyo tidak ada, jjong sibuk BBM-an sama pacarnya yang lain. Entah kenapa tiba2 jjong sulit diajak latihan. Ada saja yang mengganggunya. Ternyata semakin mendekati hari-H, semakin berat cobaan kami.

Konsentrasi jjong mulai terganggu. Bukannya dia senang dengan gangguan pacar2nya itu, tapi dia tidak pernah bisa menolak bila pacarnya mulai merengek.

Taemin terlihat mulai kesal. Key yang menyadarinya segera mendekati jjong disela-sela latihan.

“hyung, pertandingan sudah didepan mata. Kenapa kau malah tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan ini?” tanya key pelan.

“mianhe. Aku sendiri bingung, akhir2 ini pacar2 ku semakin bertingkah. Dikit2 marah, dikit2 datang menganggu. Aku jadi tidak bisa fokus” jjong memegangi kepalanya berpikir.

“ne, aku mengerti hyung. cobalah memberikan pengertian kepada mereka. ini bukan pertandingan kacil. Bila kita memenangkannya, kita akan maju ke tingkat nasional” key mencoba pengertian.

Jjong mengangguk. Mereka kembali latihan. Lumayan. Latihan kali ini berjalan cukup lancar sampai kemudian hyo (pacar jjong) muncul dan kembali berteriak memanggilnya.

“oppa!! Kau sudah cukup lama berlatih, ayo pulang!” teriaknya memerintah.

Jjong mencoba cuek. Tapi konsentrasinya tiba2 buyar, dan dia mulai bermain buruk. Pertama dia terjatuh, ke-2 bola yang dilemparkan taemin tidak ditangkapnya (sepertinya pikirannya tidak disini lagi), sampai tiba2 dia duduk kelelahan dan berkata “AHH AKU CAPEK!”

Mendengarnya taemin langsung melempar bola basket kearah jjong, untung saja jjong sempat mengelak. Dia berdiri dan marah, “HEI TAEM APA2AN KAU!??”

Key merasakan aura panas diantara mereka, dia segera mendekati taem yang sudah terlanjur marah. Sebenarnya sudah lama dia menahan marahnya terhadap jjong karena tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan.

“APA KATA MU?? CAPEK!? KAU PIKIR ONEW HYUNG TIDAK? KEY HYUNG TIDAK? AKU TIDAK??” bentak taemin. key semakin erat memegangnya.

“taeminie, sudahlah..” namun, sia-sia. Taemin sudah terlalu marah dan mengabaikan perkataan hyungnya.

“LOH KENAPA KAU MARAH2! APA HAK MU MEMBENTAK KU!”

“BERHENTILAH BERMAIN2! PERTANDINGAN SUDAH DEKAT! AKU KESAL MELIHAT MU. BAGAIMANA KITA BISA MENANG!! HENTIKAN MENGURUSI CEWEK2 MU ITU” hyo yang merasa namanya di sebut2 segera ketengah lapangan. Namun onew yang melihatnya, menahannya dan menyuruhnya kepinggir.

“BUKAN MAU KU BODOH! AKU JUGA MAU MENANG! KAU TIDAK PERLU MEMBENTAK KU! KAU MASIH KECIL, TAU APA KAU!”

“YANG AKU TAU PERMAINANMU BURUK! AKU MEMANG MASIH KECIL, TAPI AKU BISA BERTANGGUNG JAWAB DENGAN PERMAINAN KU!” mendengar bentakan taemin. jjong mendekat, dia mendorong taemin dengan kedua tangannya. Membuat taemin limbung. Key pun ikut terdorong kebelakang.

“JADI KAU MAU APA SEKARANG HA? TIDAK SUKA?? MAU RIBUT DENGAN KU!?”

“JONG! BERHENTI BICARA!” tiba2 onew hyung berteriak lantang.

“APA KAU!? KAU JUGA MAU MEMBELANYA? DIA YANG MEMBENTAK KU DULUAN” kembali mendekati taemin, mengepalkan kedua tangannya, nyaris meninjunya.

“APA HYUNG!? KAU MAU MEMUKUL KU? PUKUL LAH! AKU TIDAK SEGAN MELADENIMU!” taemin malah balik menantang.

Jjong pun mencoba melayangkan sebuah pukulan. Namun key mendorong taemin keras sehingga taemin terjatuh. Pukulan itu malah mengenai bahu key.

Onew langsung menangkap tangan jjong dan menghempaskannya. Onew marah.

“HENTIKAN JONG!!” tapi jjong sudah terlalu kesal. Dia pun kembali berdiri dan mendekati taemin.

Onew mendorong taemin menjauh dan mendekati jjong.

“JANGAN PUKUL DIA! HADAPI AKU BILA ITU MAU MU!” bentaknya tegas.

Jjong menatap onew kaget. belum pernah onew terlihat semarah itu selama mereka mengenalnya.

Dia pun beralih menatap taemin sinis, dan pergi dengan kemarahannya.

Onew langsung mendekati key dan taemin. dia melihat bahu key.

“key, bahu mu biru”

Key menggeleng, “aku tidak apa2 hyung..” mereka melirik jjong yang menarik kasar tangan hyo keluar.

“taemin, kau tidak apa2?” onew bertanya cemas. Taemin menggeleng pelan menatap hyungnya. Dia merasa bersalah. Lalu dia langsung berlari keluar meninggalkan key dan onew tanpa berkata apa-pun.

“TAEMINIE!??” key berteriak memanggilnya dan ingin menyusulnya. Namun onew mencegahnya.

***

Seperti biasa malam itu key mengantar sahabatnya pulang. Namun kali ini hanya onew. Jjong marah. Taemin pun pergi begitu saja.

“hyung, apa taemin tidak apa2? Aku mencemaskannya”

Onew yang sedari tadi diam sibuk dengan pikirannya menoleh dan menjawab “tenang key, dia pasti tidak apa2”

“taemin terlihat sangat marah hyung. aku sendiri kaget”

“ne. aku juga. Ku harap dia tidak apa2, kita doakan saja key-ah”

“ne hyung” key mengangguk. Meski pikirannya masih dipenuhi oleh kekhawatirannya kepada taemin.

Tak lama kemudian mereka tiba didepan rumah onew. Onew pun berpamitan turun, “segeralah pulang kerumah. Aku akan melepon mu 5 menit dari sekarang. Dengar!?”

“ne hyung…” key menjawab. Meski dia tidak mengerti mengapa onew begitu. Onew takut key tidak segera pulang ke rumah. Dia ingin dongsaengnya segera beristirahat. Pasti lelah setelah tadi kami bertengkar hebat, pikirnya.

Key telah berlalu, onew menatap rumahnya. Sebelum dia melangkah pergi.

***

“ahjussi, apa taemin sudah pulang?” onew bertanya kepada penjaga kunci di apartemen taemin.

Ya, onew mengkhawatirkan adiknya. Jadi dia langsung berjalan ke apartemen taemin yang tidak begitu jauh dari rumahnya (sebenarnya kalau jalan kaki ya jauh juga), ia ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.

“dari tadi dia belum pulang. Kuncinya masih ku simpan di rak” onew kaget mendengarnya. Pantas lah sejak di mobil tadi perasaannya tidak tenang. Tapi dia berusaha menutupinya agar tidak membuat key semakin cemas.

Onew berpamitan dan pergi. Dia juga meninggalkan nomor hp-nya, meminta ahjussi menghubunginya bila taemin sudah pulang ke apartemen.

Kini onew kembali menelusuri jalan yang sepi itu. dia melirik jam ditanganya, pukul 10:40pm. Aishh.. taeminie, dimana kau? Ini sudah larut malam. Onew benar-benar cemas kini.

Dia berpikir, dimana kira-kira dia bisa menemukan taemin. dia terus berpikir dan ingat kejadian beberapa minggu yang lalu.

(flashback)

Selesai latihan taemin terlihat murung memandangi sepatunya. Aku memperhatikannya. Kenapa taemin? ada apa dengan sepatunya?

Key dan jjong kebetulan tidak memperhatikan taemin. taemin pun langsung memasukkan sepatunya kedalam loker dengan lemas.

“taemin? kau tidak apa2? Lemas sekali?” jjong bertanya saat melihat taemin yang lemas.

“ga apa-apa hyung. jangan khawatir” taemin mencoba tersenyum.

Dari sini aku kembali memandangi taemin dan lokernya secara bergantian. Diotak ku terus muncul pertanyaan. Ada apa dengan sepatu taemin? kenapa dia sedih sekali memandangi sepatunya?

“hyung, ayo pulang!” key memanggilku.

“oh, ne! duluan lah, aku membereskan barangku dulu” aku menyuruh mereka pergi.

“ne hyung, kami tunggu di mobil ya. jangan lama loh!” jjong pun ikut menyahut. Aku mengangguk mantap. Kulihat taemin masih menunduk sedih. Mereka pun berlalu.

Aku segera mendekati loker taemin. kebetulan aku hapal bahwa taemin selalu menyimpan kunci lokernya di atas loker nomor 6 (sudut atas). Jadi ku ambil kunci itu dan ku buka lokernya. Aku mengambil sepatu taemin, kupandangi ternyata sepatu olah raga taemin robek cukup parah.

“robek? Inikan sepatu olahraga taemin satu-satunya?” pikirku.

Akupun memperhatikan sepatu itu dengan seksama. Sepatu ini memang sudah tidak layak dipakai. Pasti taemin tidak nyaman lagi memakainya. Bagaimana ia bisa bermain dengan bagus, padahal dia berlatih dengan semangat.

Aku pun mengembalikan sepatu itu ditempatnya, mengunci loker itu dan segera menyusul teman2 ku dimobil.

***

Esoknya taemin masih terlihat tidak bersemangat. Sepertinya dia begitu sedih memikirkan sepatu olah raganya. Aku memutuskan untuk menemuinya sebelum latihan nanti.

Namun ternyata taemin tidak datang ke lapangan saat itu. aku pun berpamitan mencarinya.

Ternyata dia tidak ada disekolah, aku meminjam mobil key dan berjalan keluar. Tidak jauh dari sekolah ada sebuah taman yang cukup besar. Kulihat taemin duduk murung disana. Jadi kuputuskan untuk berhenti dan turun mendekatinya.

Dia masih menunduk sampai aku duduk disampingnya. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ku kaget.

“hyung??”

Aku tersenyum.

“kenapa tidak latihan?” tanya ku singkat.

Dia kembali menunduk dan berkata, “aku lagi tidak bersemangat hyung”

“tidak biasanya seperti itu. kau kan yang paling bersemangat latihan. Ada apa?”

“eh.. tidak ada. Aku hanya malas” taemin terus berbohong.

Onew pun meraih tasnya, dan membukanya. Dia mengambil sebuah kotak dan menyerahkan kepada taemin.

“ambil lah, ku harap itu muat dengan mu” taemin mengambil kotak itu dan membukanya.

Dia kaget melihat sepasang sepatu olah raga NIKE berwarna putih yang sangat bagus didalamnya.

“hyung? ini?” taemin bertanya ragu dan kaget.

“itu milik mu”

“ahh.. hyung? dari mana kau..”

“aku tau semuanya tanpa kau sadari” onew memotong perkataan taemin.

“tapi hyung, ini kan mah…”

“shutt… pakailah itu, biar kita bisa latihan” lagi-lagi onew memotong ucapan taemin.

Taemin kembali melihat sepatu itu dan mencobanya. Muat (tentu saja muat, onew sudah menghapal ukuran sepatu taemin), sangat lembut, ringan dan nyaman.

Taemin tersenyum dan memeluk hyungnya.

“hyung, terima kasih” onew gugup, dia salah tingkah, namun dia mencoba membalas pelukan taemin. dia senag bisa membahagiakan dongsaengnya itu. meski uang tabungannya terkuras habis. Dia ikhlas. Dia senang melihat keceriaan kembali diwajah taemin.

“ayo hyung, kita latihan!” taemin mulai tertawa riang.

(end flashback)

Ah.. ya, taman dekat sekolah! Mudah2n dia ada disana.

Onew segera berlari menuju sekolah, ada jalan pintas menuju kesekolah, tidak sejauh bila dia melewati jalan raya seperti biasanya saat diantar key.

Onew terus berlari.

Dan benar, dari kejauhan dia melihat sosok taemin. duduk menunduk seperti dulu. Saat dia akan memberikan sepatu olah raga.

“taeminie??.. hu huuh” onew memanggilnya, sambil mencoba mengatur napasnya yang ngos-ngosan.

Taemin menoleh padanya.

“hyung? bagaimana kau tau aku disini?”

“aku kan pernah bilang, aku tau semuanya meski kau tidak menyadarinya”

Taemin menoleh kebelakang ku dan kembali berkata, “kau sendiri hyung?”

Onew duduk disebelahnya, “ne. aku sendiri”

“kau berlari hyung? dari mana?” taemin melihat sekujur badan onew dibasahi oleh keringat.

“hee.. aku dari apartemen mu!” onew menjawab cengengesan. Malam ini sifat cuek onew hilang tiba-tiba. Membuat taemin takjub.

“ya Tuhan, kau berlari sejauh itu hyung?” taemin membelalakan mata tidak percaya.

Onew menatapnya dan mengangguk. Mata taemin terlihat merah, sepertinya dia habis menangis.

“kau tidak apa-apa magnae?” tanya onew pelan. Tiba-tiba raut wajah taemin berubah menjadi sangat sendu. Dia kembali menunduk.

“karena masalah tadi?” lagi-lagi onew bertanya pelan.

“aku merasa bersalah pada kalian hyung… pada jjong hyung, pada key hyung yang ikut terpukul, pada mu hyung yang jadi sangat marah. Aku mengacaukan segalanya. Seharusnya aku bisa mengendalikan emosi ku” pelan-pelan taemin berusaha menjelaskan.

Onew memandangi taemin, mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“kau tau hyung, aku benar2 marah pada jjong hyung. pertandingan tinggal 3 hari lagi. tapi jjong hyung tidak pernah berlatih dengan serius. Aku takut kita kalah hyung” air mata taemin mulai mengalir (lagi).

“kau tau hyung, aku tidak punya siapa-siapa lagi. umma dan appa meninggal saat kami masih kecil, aku hanya berdua dengan minho hyung. dia sangat perhatian padaku. Aku sangat menyayanginya. Dia berbuat banyak untuk ku, dia bekerja sepulang sekolah. Malamnya dia latihan basket. kau tau hyung? dia sangat mencintai basket. terakhir yang ku tahu, minho hyung sibuk berlatih untuk pertandingan seperti ini juga. Dia sangat berambisi, dia ingin menang dan masuk kepertandingan nasional agar bisa bergabung di klub basket nasional. Saat dia pulang latihan, sebuah mobil menabraknya…” taemin sesegukan menangis. Onew mengelus punggungnya. Berusaha menenangkan.

“aku masuk ke SMA ini, karena SMA ini terkenal dengan klub basketnya yang hebat. Aku ingin meneruskan cita-citanya hyung. itulah mengapa aku takut kalah. Sudah lama aku menunggu pertandingan ini hyung… jadi aku marah sekali saat jjong hyung menyepelekannya hyung… aku sedih sekali. Padahal aku menaruh banyak harapan disini”

“aku tidak menyangka ini malah terjadi, kini aku merasa sangat bersalah. Sebenarnya aku tidak ingin marah. Aku begitu menyayangi kalian. Bagi ku, hanya kalian yang aku miliki. Kalian hyung ku. tapi kenapa hyung ku malah mengecewakanku…”

Onew memeluk taemin. sebenarnya dia juga ingin menangis. Tapi ditahannya. Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan magnaenya itu.

“aku mengerti.. aku mengerti… sekarang menangislah dulu. Lepaskan semuanya biar kau lega magnae-ah.. tananglah, aku JANJI padamu, KITA PASTI MENANG! AKU JANJI!!” taemin mengangguk pelan masih menangis.

“taeminie… maaf bila aku bersikap cuek padamu. ku rasa aku tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan dengan baik padamu. tapi percayalah, aku selalu memperhatikan mu. Aku selalu menganggap mu dongsaeng ku, aku menyayangi mu. Jadi jangan bilang kau tidak punya siapa-siapa. Kau punya aku, dan yang lainnya. Kau benar, kami hyung mu. Kau dongsaeng kami. Kita akan terus bersama ya!?”

Taemin menatap onew lembut. Memandang matanya dalam. Yang ditemukannya adalah kejujuran dan ketulusan hyungnya. Baru kali ini dia melihat onew selembut ini. Taemin pun kembali memeluknya.

“besok aku akan bicara pada jjong, kau tidak usah khawatir lagi. kita akan latihan dengan baik 2 hari kedepan” taemin mengangguk lagi.

Tangisnya mulai berhenti.

“hyung… makasih ya. kini aku lega”

“ya, seharusnya kau tidak menyimpan ini sendiri, kau bisa bercerita apa saja padaku”

“jinja hyung!?”

“ne, mulai sekarang aku akan berusaha lebih membuka diriku. Hayo mana senyum mu?”

“oh hyunggg.. aku sayang sekali padamu”

“ya ya.. aku tau. Sudah, kita pulang. Ini sudah malam” onew segera berdiri. Taemin mengikutinya dari belakang. Onew menoleh.

“hayo sini, jangan berjalan dibelakang ku. berjalan lah disamping ku dongsaeng-ah” taemin tersenyum manis dan segera berjalan disisi hyungnya.

***

Esok harinya jjong meminta maaf pada taemin. dia menjelaskan semuanya dan berjanji akan mulai serius berlatih. Onew sudah menjelaskan semua permasalahan padanya semalam.

Semua tertawa senang dan mulai bersemangat untuk latihan. Mereka berjanji akan memberikan kemenangan ini pada taemin.

Saat latihan taemin selalu mendekati onew, onew pun mulai meladeni celotehnya dengan riang. Membuat key dan jjong aneh.

“key, tumben banget hyung seperti itu. biasanya dia cuek cuek bergembira… ckck” jjong berbisik pada key.

“ya, aku juga menyadarinya. Mungkin kepalanya abis terbentur keras, jadi dia sadar deh. Hehe” jawab key ngasal.

“tapi ga apa-apa deh, onew hyung begini malah lebih baik..”

Mereka pun tersenyum sepakat.

***

(HARI-H, pertandingan)

Euphoria distadion itu sangat meriah, diiring lagu 5566 *zen yang (ost.mvp lover) mereka bermain dengan sangat baik. Mereka sangat kompak dan berhasil memasukkan bola dengan mulus. Poin mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan lawan. Membuat mereka semakin bersemangat.

Sebentar lagi waktu habis. Pihak lawan mulai bermain dengan arogan. Membuat taemin yang berbadan kecil terjatuh. Key dan jjong kompak menahan lawan, jjong melempar bola pada onew dan didetik terakhir itu onew berhasil mencetak angka.

MEREKA MENANG!!

Taemin berlari menuju onew dan memeluknya erat.

“aghh..hyung!!!” teriaknya riang tidak percaya.

Mereka melompat-lompat dengan riang, merayakan kemenangan mereka. key dan jjong ikut bergabung dan berpelukkan erat.

Taemin senaaaang sekali.

Saat itu nama mereka dipanggil untuk naik kepodium. Mereka pun naik kesana, tamu kehormatan memberikan piala kepada onew. Onew pun langsung menarik taemin untuk maju dan menyerahkan piala padanya.

“ini milik mu” bisiknya ditelinga temin. Taemin terharu mendengarnya. Mereka tersenyum tulus padanya.

Taemin mengucapkan ucapan terima kasih dan rasa syukurnya mewakili teamnya. Dan diakhir kalimat dia berkata, “MINHO HYUNG… INI KEMENANGAN UNTUK MU! INI UNTUK MU!” tegasnya, namun air mata bahagianya kembali membasahi pipinya.

Semua bersorak dan bertepuk tangan. Key langsung menyambut taemin dan memeluknya. Jjong dan onew ikut mendekat. Dan taemin kembali berkata dengan penuh perasaan,

“terima kasih hyung… hari ini aku bahagia sekali. Aku berhasil mewujudkan impian minho hyung, dan akupun mendapati hyung seperti kalian. Ini hadiah yang luar biasa, terima kasih”

*** taemin pov ***

Memang hidupku sulit. Sejak kecil aku ditinggalkan umma dan appa. Aku hidup penuh kesederhanaan dengan minho hyung. dia benar-benar telah berjuang dengan keras menghidupi ku. sampai akhirnya hyung pergi selama-lamanya.

Sebagai adik, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuknya. Aku hanya bisa meratapi kepergiannya. Namun suatu hari aku menemukan buku harian minho hyung, dihalaman terakhir tertulis,

Hari ini aku pulang malam lagi, saat pulang ku lihat taminie sudah tidur dengan lelap.

Aku tidak tega membangunkannya, padahal aku ingin bercerita tentang kemajuan permainan ku.

Aku sangat tidak sabar menghadapi pertandingan itu. aku ingin sekali memenangkannya agar aku bisa main ditingkat nasional. Kalau bisa aku ingin bergabung di klub basket nasional. Ku rasa aku bisa menghasilkan banyak uang untuk menyekolahkan taeminie hingga perguruan tinggi.

Umma, appa… aku berjanji akan terus menjaga taeminie, bagaimanapun dialah satu-satunya yang kumiliki. Aku sangat menyayanginya. Aku ingin memberikan yang terbaik yang bisa ku lakukan untuknya…

Rasanya aku harus cepat tidur, besok aku harus bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk taemin dan sekolah, besok aku juga harus latihan dan bekerja direstoran. Umma, doakan aku dari sana ya, semoga aku bisa menggapai impian ku menjadi pemain basket nasional suatu saat nanti. ^^

Sejak itu aku menjadi termotivasi meneruskan perjuangannya. Dengan sisa tabungan minho hyung aku masuk ke sekolah yang terkenal dengan klub basketnya yang bagus. Aku harus bisa menggapai sedikit saja dari impian minho hyung, supaya dia senang disana.

Beruntungnya aku bertemu dengan team yang menganggapku sebagai adik kandung. Mereka baik sekali pada ku, hanya onew hyung yang kadang bersifat cuek. Sepertinya sifatnya memang begitu. Tapi entah kenapa aku justru penasaran dengannya, aku merasa onew hyung itu baik. Buktinya dia sering kali menyiapkan minuman dan handuk untuk ku. bahkan dia memberikan ku sepasang sepatu olah raga yang mahal.

Dia diam, tapi dia perhatian. Aku tau, dia juga menyayangiku sama seperti key hyung dan jjong hyung. dan itu terbukti saat aku bermasalah dengan jjong hyung. onew hyunglah yang jauh-jauh berlari mencari ku.

Padahal hari sudah larut, padahal cuaca diluar sangat dingin. Tapi dia tetap mengkhawatirkan ku.

Sejak itu, kami semakin dekat. Lebih tepatnya kami ber-4.

Hyung, sepeninggalan mu aku merasa tidak memiliki siapapun. Tapi sepeninggalan mu, Tuhan memberikan ku 3 orang hyung terbaik didunia.

Aku sangat menyayangi mereka hyung, mereka menjaga ku dengan baik. Key hyung sering membantu ku, terutama keuangan ku (meski aku menolaknya, dia malah marah dan berkata “TAK USAH RAGU, AKU KAN HYUNG MU JUGA. KECUALI KALAU KAU TIDAK MENGANGGAPKU HYUNG MU”) jjong hyung yang riang, dia seringkali membuat ku tertawa dengan candanya. Aku menyesal dulu sempat ribut dengannya. Itu semua hanya salah paham. Kini kami semakin dekat hyung.

Dan satu lagi onew hyung. dia hyung tertua ku. dia bersifat perhatian dan melindungi. Dia lebih bersifat seperti appa bagiku.

Hyung, aku sudah menggapai impian mu. Kami berjanji akan berusaha lagi untuk pertandingan nasional. Kemenangan ini untukmu hyung…

Hyung, apa kau disana merindukan ku? aku harap kau tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi. karena aku akan selalu baik-baik saja bersama mereka.

Aku merindukan mu hyung… kirimkan salam dan doaku buat umma dan appa ^^

*** THE END ***

Author : chana2min

“maaf iah, kalau ceritanya gaje gini… haha, susah ternyata bikin FF yang seserius ini. Tapi kuharap kalian semua menyukainya. Maaf kalau terdapat banyak kesalahan/kekurangan, author juga manusia, hehe, mohon komentarnya iah chingu… dan kalau mau dipublish dit4 lain atau terinspirasi tolong dibikin creditnya” ^^