Love, Art & Friend – Chapter 3

14 Nov

Love, Art & Friend

By           : cagalli14

Genre   : romance

Cast       :

  • Choi Sulli : siswi kelas 2 SMA yang berusaha keras membuang bakat yang dia miliki dalam seni semenjak kematian ayahnya. Dikenal sebagai cold beauty, dia sangat cantik namun begitu dingin dan apatis.
  • Lee Donghae : guru baru di SMA Sulli dan mengajar kelas seni. Dia sebenarnya mengenal Sulli sejak dulu karena dia adalah murid dari ayahnya Sulli. Sengaja mengajar sebagai guru seni karena ingin mengembalikan passion Sulli dalam dunia seni. Ramah, baik hati, romantis dan idola semua siswi dan guru-guru perempuan di sekolah.
  • Oh Sehun : sahabat Sulli sejak kecil. Dia juga sangat dingin dan bengis sama seperti Sulli. Hanya kepada Sulli dia akan memperlihatkan emosinya yang sebenarnya. Sangat membenci Donghae yang mencoba membujuk Sulli untuk mencintai seni lagi.

loveartfriend

Chapter Three   : Art Exhibition

“Kau bercanda!”teriak Sunhwa.

“Apaan sih?”desis Sehun frustasi. Dia sama sekali tidak memandang pada gadis yang bersandangkan gelar sebagai pacar Oh Sehun.

“Bagaimana bisa kau bermalam di rumah Choi Sulli?! Kau dan dia sedekat itu?!”tanya Sunhwa tidak percaya.

“Ya. Ada masalah?”jawab Sehun cuek.

“Kalian tidak melakukannya kan…,”mata Sunhwa berkaca-kaca. Sehun berhenti dan memandang gadis itu, sejujurnya dia tidak peduli sama sekali dengan Han Sunhwa namun melihat beberapa orang mulai memperhatikan mereka, Sehun menarik Sunhwa ke tempat yang lebih sepi.

“Dengar Han Sunhwa, aku sudah memberi syarat padamu kan? Jika ingin berkencan denganku kau tidak boleh mencampuri urusan pribadiku. Mengerti?”tanya Sehun lalu meninggalkan Sunhwa begitu saja.

“Persetan dengan cewek lain,”gumam Sehun.

***

Sulli membuka pintu ruang seni dengan sedikit ragu-ragu. Sebenarnya dia enggan masuk kesini namun apa yang diberikan oleh Donghae kemarin harus dia kembalikan secepatnya. Dia langsung mendapati sosok Donghae yang sedang melukis di tepi jendela.

Tertegun. Itulah yang dilakukan Sulli saat melihat wajah serius Donghae ketika melukis. Sesaat dia teringat masa lalu. Masa lalu yang sangat dia banggakan dan membuatnya bahagia namun seharusnya sudah lama harus dia lupakan. Sulli langsung menggelengkan kepalanya dan dengan tegas berniat mengembalikan benda yang dipegangnya pada Donghae.

“Ayo,”ucap Donghae yang sebenarnya menyadari kehadiran Sulli. Sulli yang belum sempat berkata apa-apa kaget saat Donghae tiba-tiba menarik tangannya.

“Yak!!!”teriak Sulli namun Donghae masih tetap menariknya walaupun Sulli sudah berusaha menahan tubuhnya ataupun melepaskan tangan Donghae. Percuma. Tangan berotot Donghae tidak akan kalah begitu saja.

“Kau bercanda!!!”teriak Sulli sambil mencoba keluar dari mobil Donghae namun Donghae masih mendorong Sulli masuk ke dalam dan dengan cepatnya dia mengunci pintu mobil dan berlari ke sisi satunya lalu masuk sebelum Sulli membuka pintunya.

Trek! Berkali-kali Donghae memainkan kunci dan menahan tubuh Sulli. Memakainkan seat belt pada tubuh gadis itu dan jika dia bisa, dia ingin mengikatnya. Sulli benar-benar kesal dan terus meronta.

Ckiiiit!!!

Tanpa basa-basi dan tidak ingin menunggu lagi, Donghae memutuskan tancap gas dan meninggalkan sekolah. Sulli mau tidak mau harus menyerah. Dia sudah keburu dibawa Donghae kabur.

“Yak!!! Kau mau apa sih?!!!”teriak Sulli.

“Diam manis, kau pasti akan suka,”jawab Donghae lembut. Dia tersenyum pada Sulli yang membuang wajahnya.

“Kenapa kau bersikeras membuatku akrab dengan seni huh?”desis Sulli.

“Karena kau tidak bisa dipisahkan dari seni,”jawab Donghae sambil tersenyum.

“Aku dulu memang suka, tapi aku sangat membencinya sekarang. Tolong jangan paksa aku,”ucap Sulli. Ada nada sedih tersirat dari ucapannya. Donghae tersenyum lirih dan memilih untuk menghiraukannya.

Art Exhibition. Disanalah Donghae mengajak Sulli.

Sulli turun dari mobil dengan langkah gontai sampai Donghae menggandeng tangannya masuk ke dalam gedung. Sulli benar-benar tidak suka semua ini. Dia tidak pernah dipaksa sekeras ini. Tidak setelah dia bertengkar sangat hebat dengan Sehun satu tahun yang lalu sampai pria itu menyerah. Lee Donghae ini luar biasa pikir Sulli. Sangat keras kepala memaksanya dengan senyum yang tidak pernah meninggalkan wajahnya itu.

Donghae terus menerus mengajak Sulli menikmati satu persatu lukisan dan pahatan dari seniman terkemuka sedunia. Disatu sisi Sulli membencinya, namun disisi lain masih ada perasaan kagum terhadap karya-karya luar biasa tersebut. Sulli masih ingat sekali dulu masih kecil dia mengunjungi art exhibition seperti ini bersama ayah dan ibunya. Sulli teringat betapa dia sangat senang menikmati satu demi satu karya yang indah itu. Sulli tidak bisa berbohong bahwa setiap melihat benda-benda dan lukisan itu seakan ada kupu-kupu yang beterbangan diperutnya. Tidak hanya itu, bagaikan ada cahaya yang menyinarinya dan pikirannya terasa lebih jernih.

“Kau menikmatinya Sulli,”ucap Donghae tersenyum menatap gadis disampingnya. Sulli yang tadinya memasang wajah tentram ketika menyaksikan lukisan-lukisan terkenal langsung memasang tampang masamnya lagi. Dia membuang wajahnya dari Donghae.

“Kau ingin tau kenapa aku bersikeras membuatmu menyukai seni lagi?”tanya Donghae.

“Heung…,”

“Oke jika tidak ingin tau,”ucap Donghae.

“Apa?”tanya Sulli akhirnya. Menyerah juga gadis ini.

“Besok setelah pulang sekolah datang ke ruang seni, aku akan mengatakan alasannya,”

***

Sehun menatap tajam pada kedua orang yang baru turun dari benz berwarna hitam di depannya. Sulli membalas tatapan Sehun dengan datar dan Donghae hanya tersenyum simpul melihat lelaki muda itu seperti terbakar cemburu.

“Kau sahabatnya Sulli kan? Kau sengaja menunggu Sulli pulang?”tanya Donghae.

“Bukan urusan seongsaenim. Ayo Sulli,”Sehun menarik tangan Sulli dan memberikan helmnya pada Sulli. Sulli tanpa basa basi naik ke boncengan motor Sehun dan melemparkan tatapan kosongnya pada Donghae yang memperhatikan mereka. Donghae melemparkan senyum yang lembut, membuat Sulli sedikit bergidik dan mencoba kuat untuk menepis aliran aneh yang memenuhi seluruh tubuhnya setiap melihat senyuman Donghae.

Sehun langsung memacu motor Ducati berwarna putihnya itu menjauhi Donghae. Dia sepertinya sangat membenci Donghae sejak tau bahwa guru baru itu ingin membuat Sulli mendekati seni lagi. Dia tidak punya pilihan selain melindungi Sulli dari masa lalu yang menyakitinya.

“Sehun, kau terlalu ngebut,”Sulli berkata ditelinga Sehun. Sehun tersentak saat tidak menyadari bahwa emosinya terlalu menguasai dirinya. Dia tau Sulli tidak pernah protes setiap dia ngebut tapi memang kali ini dia melampaui batas seperti biasanya. Sehun menarik tangan Sulli agar memeluknya lebih erat lagi dan menuruni kecepatannya sebelum mereka sampai di rumah Sulli.

Sulli melemparkan tasnya ke sembarang arah dan melepaskan blazer sekolahnya kemudian melemparkan tubuhnya dengan lelah ke atas sofa tersebut.. Sehun melakukan hal yang sama lalu melemparkan tubuhnya ke atas sofa tepat disamping Sulli. Sulli menatap wajah Sehun dan begitu sebaliknya sampai Sehun mendekatkan wajahnya pada Sulli dan memberikan kecupan kecil di bibir Sulli.

“Aku capek. Ingin tidur,”ucap Sulli mengambil posisinya dan meletakkan kepalanya di dada bidang Sehun. Sehun mengusap-usap kepala Sulli dengan lembut kemudian sesekali mencium pucuk kepalanya. Tidak butuh waktu lama sampai Sulli benar-benar terlelap dalam buaian Sehun. Sehun pun tidak sanggup lagi menahan kantuknya dan hampir tertidur saat menemukan tiket art exhibition di saku rok blazer Sulli.

“Sial,”batin Sehun.

TBC

A/N : Hai-hai! Cuma pengumuman buat readers. Karena banyak silent readers, saya memutuskan untuk memprotect setiap part terakhir di ff yang akan saya publish berikutnya (termasuk ff ini). Untuk passwordnya nanti bisa diminta di twitter atau email saya. Maaf ya kalau ribet, soalnya saya agak sedih liat banyak silent readers dan sepakat dengan author2 lain yang ingin karyanya dihargai🙂 semoga kalian mengerti. Annyeong *bow*

6 Tanggapan to “Love, Art & Friend – Chapter 3”

  1. ulfahalimatus 14 November 2014 pada 10:43 AM #

    Keren banget. Donghae oppa sungguh bikin penasaran banget, karakternya wow w suka sikap yang selalu bikin sulli jantungan, wa apa yang akan di lakukan oleh sehun kalau udah tau kayak gitu, jangan dong sulli harus dekat ma seni biar senyuman sulli balik lagi, donghae mau jelasin apa ya?
    W masih bingung ma sikap sehun yang suka cium sulli, apa sehun punya perasaan ke sulli sampai2 sering cium bibir sulli, si sulli ya juga diam aja di gituin, lanjut chingu.
    Ya kok pakai pw chingu, aku kan gak tau email ma twitter ya chingu,
    Kalau email aku ini chingu ulfa_halimatus@yahoo.co.id

  2. irma ariani 14 November 2014 pada 1:56 PM #

    Sehun kau cemburu eoh ? Klo suka bilang aja sehun keke
    nnt keduluan donghae oppa loh haha

  3. berliyana 15 November 2014 pada 3:52 AM #

    sulli nya sehun ajha y eon😉
    sbnernya hubungan sulli ama sehun tuh apa ? Dket bner mreka ber-2

  4. bbuing bbuing 16 November 2014 pada 1:56 AM #

    bingung ma hubungan sulli ma sehun,mreka sahabatan tp knapa semesra itu

    • cagalli14 16 November 2014 pada 2:00 PM #

      karena …hehehe …baca aja di part selanjutnya ^^

  5. linda 2 Januari 2015 pada 1:14 PM #

    Sehun sulli bersahabat tapi sulli dicum sehun diem aja kayaknya mreka nyaman,,kok seneng akunya baca ini,hehehe setujunya sama sehun donk yaaa,,donghae jadi gurunya aja,hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: